KAJIANMOZAIKNEWS

Menguatkan Diri Menghadapi Ujian

Oleh:  Rizky Meinaraja Lubis

Ujian selalu datang silih berganti menerpa setiap kita. Bukan hanya di rumah tangga, tetapi juga dalam lingkungan kerja ataupun dalam kehidupan pergaulan sehari-hari di lingkungan masyarakat.

Dalam berbagai hadist disebutkan bahwa sebenarnya setiap manusia yang beriman selalu aka nada ujiannya, menunjujukkan bahwa Allah menyayanginya. Rasulullah bersabda:“Tidaklah seorang muslim tertimpa kecelakaan, kemiskinan, kegundahan, kesedihan, kesakitan maupun keduka-citaan bahkan tertusuk duri sekalipun, niscaya Allah akan menghapus dosa-dosanya dengan apa yang menimpanya itu.” (HR. Bukhari)

Setiap dari kita pasti pernah melakukan kesalahan dan dosa, baik sadar maupun tanpa disadari. Dan tahukah kamu jika pada hakikatnya, sebuah masalah dihadirkan oleh Allah kepada kita sebagai jalan menghapus dosa-dosa tersebut.

Sekecil apapun masalah yang diturunkan, pastilah hal itu berbuah kebaikan bagi diri kita sendiri. Yang kemudian, bahwa sabar adalah kunci persoalan hidup yang dapat menghantarkan kita ke syurga jannatunna’im.

 Dari Nabi SAW., beliau bersabda: Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman: “Hai anak Adam, jika kamu bersabar dan ikhlas saat tertimpa musibah, maka Aku tidak akan meridhai bagimu sebuah pahala kecuali surga.” (HR. Ibnu Majah)

Sabar dan ikhlas kadang tidaklah sesederhana perkataannya. Bahkan ikhlas dan sabar saat dihadapkan dengan sebuah permasalahan sangatlah berat. Namun Allah pun memahami hal tersebut. Karenanya, pahala yang disediakan bagi mereka yang bisa sabar dan ikhlas tidaklah main-main, melainkan surga.

Ujian adalah cara Allah menjadikan kita manusia lebih baik lagi. “Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah menjadi orang baik maka ditimpakan musibah (ujian) kepadanya.” (HR. Bukhari)

Layaknya pelaut yang tangguh tidak terbentuk dari ombak yang tenang, maka setiap ujian yang diberikan Allah kepadamu pada dasarnya adalah untuk meneguhkanmu menjadi sosok manusia yang terbaik.

Maka, nikmatilah setiap ujian yang sedang kamu hadapi saat ini karena itulah jalan untuk menguatkan dirimu lebih baik lagi.  Ujian yang kamu hadapi hanyalah sementara, DALAM HADIST Rasulullah SAW menyebutkan ;’’ tidaklah aku tinggal di dunia melainkan seperti musyafir yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat lalu musyafir tersebut pergi meninggalkannya.” (HR. Tirmidzi)

*Setelah Kesulitan Itu Datang Kemudahan *

Inilah perumpamaan hidup yang diibaratkan Rasulallah. Hal ini mengandung makna jika setiap hal yang kita rasakan saat ini baik kebahagiaan, kesedihan maupun kekecewaan pada hakikatnya besifat sementara.

Akan ada saatnya semua permasalahan hidup kita berakhir, namun yang terpenting adalah tak pernah putus asa dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup ini.

Kemudian bahwa Kepedulian terhadap sesama adalah kebaikan yang akan abadi. Barang siapa yang meringankan kesulitan seorang mukmin dari kesulitan dunia, maka Allah akan meringankan kesulitannya dari kesulitan di hari kiamat. Barang siapa yang memudahkan orang yang tertimpa kesulitan, maka Allah akan memudahkan kepadanya di dunia & akhirat. Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia & akirat. Allah akan membantu hamba-Nya selagi hamba tersebut membantu saudaranya. (HR. Muslim)

Setiap orang pasti memiliki masalah hidupnya masing-masing. Namun bukan berarti kita harus berpangku tangan dengan permasalahan yang dihadapi orang lain. Justru ada sebuah keajaiban saat kita bersedia membantu orang lain meskipun kita sedang berada dalam kesulitan.

Tak hanya kebahagiaan dunia yang akan kita dapatkan saat mampu meringankan beban orang lain, namun juga kebahagiaan kekal saat kita di hari akhirat nanti.

Itulah lima kutipan hadis yang bisa menjadi inspirasi kamu yang sedang menghadapi beban hidup saat ini. Semoga bisa meringankan. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.(QS. Al-Insyirah: 5). Ayat ini pun diulang setelah itu, “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6).

Kita sering mendengar ayat ini, namun kadang hati ini lalai, sehingga tidak betul-betul merenungkannya. Atau mungkin kita pun belum memahaminya. Padahal jika ayat tersebut betul-betul direnungkan sungguh luar biasa faedah yang dapat kita petik. Jika kita benar-benar mentadabburi ayat di atas, sungguh berbagai kesempitan akan terasa ringan dan semakin mudah kita pikul.
Marilah kita coba merenungkan bagaimanakah tanggapan para pakar tafsir mengenai ayat di atas.Al Hasan Al Bashri mengatakan bahwa ketika turun surat Alam Nasyroh ayat 5-6,Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kabarkanlah bahwa akan datang pada kalian kemudahan. Karena Satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan.

Ibnu Katsir mengatakan, “Janji Allah itu pasti, tidak mungkin Allah menyelisihinya” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14/42)Yakinlah bahwa dibalik setiap kesulitan pasti ada kemudahan yang begitu dekat. Sabar menanti adanya kelapangan adalah solusi paling ampuh dalam menghadapi masalah, bukan dengan mengeluh dan berkeluh kesah. Imam Asy Syafi’i pernah berkata dalam bait syair, Bersabarlah yang baik, maka niscaya kelapangan itu begitu dekat.(*)

Baca Juga  Dodi Reza Alex Dinobatkan Sebagai Pelopor Bantuan Hukum Islam Gratis
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close