DUNIA ISLAMNEWS

Ummat Islam di Dunia Terus Berkembang Jumlah dan Kualitas

Tidak hanya di neggara yang kecil, namun negara besar seperti Amerika, Inggris dan Jerman jumlah umat Islam terus meningkat

RISALAH  –  Populasi global diprediksi akan meningkat cepat. Menurut Pusat Penelitian Pew yang berpusat di Washington D.C, populasi dunia akan tumbuh 32 persen pada 2060.

Penelitian yang dilakukan 2017 itu menyatakan dari jumlah tersebut, Muslim diperkirakan akan tumbuh sebesar 70 persen. Jumlah itu, diproyeksikan akan mulai meningkat pada paruh kedua di abad ini. Bahkan, umat Muslim akan melampaui jumlah orang Kristen di seluruh dunia.

Direktur Asosiasi Research dan Senior Demografi di Pusat Penelitian Pew, Conrad Hackett, memaparkan kenaikan populasi tersebut saat di wawancarai Jeremy Hobson dalam Program Here & Now.

Saat ditanya mengapa populasi Muslim global tumbuh begitu pesat? Conrad Hackett mengatakan, Muslim merupakan kelompok agama besar dengan pemeluk termuda di dunia.

Dia mengatakan, Muslim memiliki usia rata-rata 24 tahun. Muslim memiliki lebih banyak anak daripada pemeluk agama lain. Sekitar tiga anak per wanita yang beragama Islam, dibandingkan dengan sekitar 2,2 anak per wanita yang bukan Muslim Di dalam dunia.

“Bagi umat Islam sejauh yang bisa kami ceritakan adalah benar-benar tentang peningkatan yang riil: banyak Muslim dilahirkan daripada yang sakit sekarat pada tahun tertentu,” katanya.

Saat ditanya ihwal banyaknya yang mengubah identitas agama (berpindah agama), Conrad Hackett menyatakan, tidak melihat banyak perubahan dalam agama Islam.

Di Mesir, dia menurutkan, Muslim mempertahankan identitas agamanya hingga dewasa seperti halnya pemeluk Kristen. Terdapat batasan untuk berpindah agama di negara-negara mayoritas Muslim. Jika berpindah keyakinan, mereka akan menghadapi konsekuensi hukum dengan sebutan murtad.

Baca Juga  Kabarkan Berita Gembira Kepada Saudaramu

Namun, dia menjelaskan, berpindah agama hanyalah mereka yang lahir dan tumbuh beragama menjadi mereka yang mengidentifikasikan diri tanpa agama. Jumlah orang yang mengaku tidak beragama juga sangat tebatas. “Orang-orang itu cenderung memiliki anak lebih sedikit daripada orang yang memiliki afiliasi agama,” jelasnya.

Di Amerika Serikat, Islam terus pula berkembang

Meski sering disalahpahami dan difitnah, mereka semakin berkembang dan menjadi bagian dari keberagaman nasional yang indah. Tak ada yang bisa dilakukan selain menyaksikan gedung berkubah tembaga di kota minyak Victoria di selatan Texas itu habis terbakar.

Musnah sudah masjid yang menjadi tempat perayaan kelulusan putri Abe Ajrami, bersama teman-teman SMA-nya, masjid yang dikunjunginya bersama keluarga setiap hari Jumat untuk salat dan bercengkerama. “Saya berusaha menahan diri,” ujar Ajrami, orang Amerika keturunan Palestina yang segera berlari menuju masjid begitu mendapat telepon. Dia menceritakan kejadian itu di ruang tamu, sementara istrinya, Heidi, seorang mualaf asli Amerika, duduk di sebelah kanannya dan kedua putrinya duduk di sebelah kirinya, sedangkan putranya sedang tidur di lantai atas.

Keluarga ini mengingatkan saya pada keluarga saya sendiri. Ayah saya, yang berasal dari Libanon, juga datang ke Amerika Serikat untuk mendapatkan pendidikan dan masa depan yang lebih baik, seperti halnya Ajrami. Ibu saya dulu menganut Unitarian Universalisme, seperti Heidi, bertemu dengan calon suaminya di kampus, kemudian menjadi mualaf. Orang tua saya membesarkan lima anak Muslim Amerika yang berkulit khas sawo matang.

Baca Juga  Islam Harus Bangun, Tak Boleh Terlena

Ajrami, yang bercerita kepada nasionalgeografi.grid.id mengatakan, yang lahir dari keluarga miskin di Jalur Gaza, bersekolah di sekolah keperawatan karena hanya sekolah itulah yang biayanya terjangkau. Pada 1994, seorang teman membantunya mendapatkan visa dan beasiswa di Omaha, Nebraska. Di sana dia berkenalan dengan Heidi, anak tentara kelahiran Texas. Mereka pindah ke Victoria ketika Heidi mendapat pekerjaan di sana sebagai dosen bahasa Inggris di kampus, sedangkan Ajrami menjadi direktur perawat di sebuah rumah sakit. Ajrami sekarang menjalankan usaha penyedia staf medis, dan keluarga itu tinggal di sebuah rumah besar, lengkap dengan kolam renang.

Unsur Islam dibangkitkan kembali di komunitas Amerika keturunan Afrika melalui gerakan nasional kulit hitam dan pergerakan hak-hak sipil sebagai alat pemberdayaan, yang dipandang sebagai reklamasi budaya yang pernah dirampas dari masyarakat. Kebangkitan ini dimulai dengan pergerakan seperti Nation of Islam. Namun, kini mayoritas melakukan bentuk yang lebih lazim dalam beragama. Di Amerika pada dasarnya, Islam bangkit dan terus berkembang.

Editor: Bangun Lubis

 

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close