NEWSSIRAH

Jadilah Orang-orang yang Sabar

Oleh : Mukarrom, M.Pd.I – Pengajar di SDIT Al Furqon Palembanf

SEJAK diumumkan adanya pasien positif Corona Virus 2019 (Covid 19) di Indonesia pada tanggal 29 Februari 2020 oleh Presiden. Kondisi tatanan kehidupan di Indonesia mulai mengalami perubahan yang cukup berbeda seperti biasanya. Semua kegiatan diharuskan untuk dilakukan di rumah (stay at home), melakukan phsycal distancing (jaga jarak fisik), penggunaan masker jika ingin melakukan aktifitas di luar, sering mencuci tangan, dan menghindari kerumunan.

Dampak dari semua itu adalah mulai adanya pembatasan kegiatan pendidikan di lembaga pendidikan formal non formal dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi. Semua kegiatan belajar mengajar harus dilakukan secara daring (online/jarak jauh). Beberapa tempat kegiatan ekonomi tradisonal dan modern serta sektor industri di tutup untuk menghindari kerumunan masa demi memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Sehingga memicu adanya PHK masal di beberapa pabrik dan sektor kegiatan ekonomi dikarenakan tidak adanya pergerakan perputaran uang di masyarakat.

Baca Juga  Islam Dalam Menyesuaikan Diri dengan Virus Corona

Tidak hanya di bidang ekonomi. Pembatasan juga masuk pada kegiatan ibadah di tempat-tempat ibadah, masjid dan musholla. Dengan keluarnya fatwa MUI no 14 tahun 2020 tentang himbauan untuk pelaksaan ibadah sholat di rumah. Puncak dari pembatasan tersebut suasana bulan Ramadhan sangat menyedihkan karena kegiatan tarawih tidak semeriah di tahun sebelumnya, buka puasa ditiadakan, dan mudik lebaran menjadi sebuah impian serta ditutup dengan himbauan untuk pelaksaan sholat Ied di rumah masing-masing.

Dampak dari semua rangkaian peristiwa yang di akibatkan oleh pandemi Covid 19 hingga saat ini menimpa Indonesia dan dunia adalah adanya rasa ketakutan yang timbul di dalam pikiran untuk dapat melakukan aktivitas normal kembali. Kewaspadaan yang berlebihan mulai muncul pada diri. Diperkuat dengan sering munculnya beberapa informasi dan pernyataan yang menakutkan dan membingungkan yang keluar dari para pemegang kebijakan dan para ahli mengenai Covid 19.

Baca Juga  Rancangan Perda Pesantren Masuk Propemperda Sumsel

Apabila kita membaca Allquran Surat al Baqarah ayat ke 155 yang artinya sebagai berikut: “Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar”. Maka akan timbul pertanyaan dalam diri. Apakah kondisi saat ini telah Allah gambarkan pada ayat tersebut?

Bagaimana Allah akan menguji manusia dengan rasa takut. Salah satunya ketakutan dari Covid 19 yang berdampak pada kekurangan harta dan kelaparan meluas dikarenakan PHK dan larangan kegiatan ekonomi karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta kematian dari terdampak langsung atau tidak langsung dari pandemi ini.

Namun, di akhir ayat tersebut difirmankan Allah. Berbahagialah bagi orang-orang yang sabar karena dia akan mampu melewati semua ujian dari Allah. Semoga kita dimasukkan Allah ke dalam golongan hamba-Nya yang sabar.(*)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close