MOZAIK

Bersabarlah, Lawan Putus Asa Itu

Tidak kata putus asa dalam Ilsm, Bersabarlah

Oleh: H. Emil Rosmali

RISALAH – Suatu ketika seorang sahabat bersedih, kemudian bergumam,”Bagaimana aku bisa menjadi seperti mereka ya,.” Gumama itu lahir dari sebuah peristiwa dimana seorang temannya berhasil dalam  pendidikan dan bahkan mendapat kemuliaan ilmu dan rezeki.

Ia seperti putus asa tidak bisa seperti temannya itu. Hidupnya pesimis dan tidak punya gairah, seperti orang yang kalah, karena keberuntungan belum berpihak kepadanya.

Penderitaan yang diraskannya sebagai cobaan hidup, tak luput dari hatinya. Ia seperti didera oleh derita sepanjang masa. Seharian waktu dihabiskan dengan kesedihan bahkan tangisan yang membuat kesuntukan jiwa dan bagaikan hidup tanpa harapan lagi. Begitulah potret kehidupan yang dilingkupi keputus asasan.

Baca Juga  Allah Akan Mencukupi Semua Urusan Orang Yang Bertawakal Kepada-Nya

Dalam Islam putus asa adalah dosa. Tidak boleh begitu, karena Allah telah berjanji bahwa tiada boleh putus asa karena semua ujian dan cobaan akan berakhir. Jalan menuju kemenangan atau keberhasilan selalu ada.

Dalam Islam ada anjuran untuk memantapkan keimanan. Bahwa apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi. Sebaliknya, apabila Allah tidak menghendaki, pasti tidak akan terjadi. Allah telah menentukan takdir seluruh makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:  “Tiada satu pun bencana yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya…. [al Hadid : 22-23].

Baca Juga  Istighfar, Adalah Jalan Keluar dari Kesempitan dan Kesedihan

Oleh karena itu, seorang muslim tidak boleh terus-menerus terbenam ke dalam kesedihan atas musibah, ataupun kegagalan yang menimpanya. Mari kita simak firman Allah yang satu ini,

“Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi tentang keimanan mereka dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkanlah orang-orang yang Kami kehendaki.” (QS. Yusuf: 110)

“Maka, sesungguhnya bersama dengan kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5-6)

Dalam sebuah hadits shahih disebutkan: “Ketahuilah bahwa pertolongan itu ada bersama dengan kesabaran dan jalan keluar itu akan selalu beriringan dengan cobaan.”(*)

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close