KAJIAN

Menuju Hakikat Manusia yang Mulia

Oleh: Emil Rosmali [ Wartawan Risalah.id ]

RISALAH.ID – Setiap kita pastinya memiliki harapan. Dimana hidup bukan saja digoyah oleh segala macam ujian dan cobaan. Tetapi, keinginan untuk menjadi orang yang Mulia di sisi Allah adalah sebuah harapan yang sangat kuat dalam jiwa.

Namun, mewujudkan harapan semacam itu, bukanlah persoalan muda. Allah mengatakan, hendaklah kalian bertakwa. Apa sih takwa yang dimaksud Allah itu?. Takwa dalam Islam adalah orang yang beriman dan beramal saleh.

Firman Allah;”Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti. (QS. Al Hujarat (49): 13)

Amal saleh, tentu bukan hanya salat, karena itu sudah merupakan kewajiban. Tetapi, sering kita temui dalam hadist Rasulullah, bahwasanya amal saleh itu, selain kewajiban adalah semua perkara yang mengarah kepada kebaikan.

Sama tetangga harus baik, sama saudara apalagi, tentu sangat utama. Bersedekah adalah wajib, jika kalian memiliki kelebihan dari rezeki yang diberikan oleh Allah kepada umat beriman. Bertoleransi kepada semasa, baik itu diwaktu sempit maupun waktu senang. Tidak ada kata susuah jika keikhlasan telah lahir pada jiwa. Sesulit apapun kehidupan kita haruslah bisa juga menyenangkan orang lain.

Baca Juga  Menguatkan Diri Menghadapi Ujian

Allah itu, mengatakan dalam firman-Nya, “”Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,”’( QS. Ali Imran (3): 133).

*Cari Ampunan*

Maksud Allah dalam ayat ini, bahwa dengan bertaubat mencari ampunan Allah, berarti seseorang  itu,  sudah berusaha keras untuk mencapai derajat ketakwaan yang diperintahkan Allah.  Allah tak ingin seorang diantara kita yang memiliki beban dosa walau sedikit. Oleh karena itu capailah ketakwaan itu dengan mengangkat derajat kepada yang lebih baik dengan cara bertaubat.

Orang yang bertaubat tentu akan menjalankan syariat Islam dengan baik. Apakah itu yang diperintahkan Allah maupun yang dianjurkan oleh Rasulullah kepada kita sebagaimana . Perbuatan baik merupakan pusat dari ketakwaan. Tidak menyakiti orang lain, gemar memberikan bantuan baik fisik maupun bathin kepada orang lain. Jangan lihat orang itu senang atau susah.  Ikhlas saja apapun kebaikan yang bisa engkau lakukan kepada mereka lakukanlah.

Baca Juga  Empat bulan yang dimuliakan, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab

Kata Allah kepada hamba-Nya:  “”(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain.  Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebajikan””,(QS. Ali Imran (3): 134). Inilah yang Allah cintai.

Mereka itu pulalAh yang Allah berikan hikmah kepadanya, dalam arti hikmah yang menjadikan kita sebagai orang yang memiliki derajat yang tinggi dan kebaikan yang mulia di sisi Allah. Firman Allah.” Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat.( QS. Al Baqarah (2): 269).

Hikmah bila diartikan sebagai ilmu, maka orang-orang yang berilmu lah yang diberi Allah kemuliaan. Karena orang berilmu memiliki derajat kemuliaan yang lebih dari yang tidak memiliki ilmu. Merekalah yang sangat disayangi Allah, karena dengan ilmunya manusia bisa menjadikan dirinya berkualitas yang baik dan memiliki etika yang sempurna termasuk mereka itulah yang bisa menyampaikan semua Ilmu Allah dalam Al Quran dan Sunnah Rasulull SAW.

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close