KAJIAN

Bercermin,  Untuk Memperbaiki Diri

 Oleh: Bangun Lubis [ Wartawan Risalah.id ]

Harus memaknai kehidupan dunia sekarang ini yang begitu memprihatinkan. Kehidupan makin susah secara ekonomi, pergaulan makin bebas dan tanpa batas, bahkan toleransi sesama makin renggang. Tadinya kita dianjurkan untuk saling menyayangi , kini makin jauh hubungan itu. Bahkan dibarengi dengan keretakan pula.

Gambaran kehidupan dunia dengan segala isinya, baik tumbuhan maupun manusia, bisa dilihat kian hari kian tak menentu. Hutan yang hijau kini luas yang rusak. Sawah ladang tidak dikerjakan dengan baik. Orang malas bekerja, lebih suka  menadahkan tangan saja, sekalipun meminta-minta dan mengemis itu tidaklah baik.

Lalu, orang yang punya juga makin bakhil. Sulit untuk mengeluarkan uang atau materi apapun yang dia punya karena takut habis. Padahal, dalam Islam Allah menjanjikan keberkahan bila suka berbagi. Tadinya kurang akan selalu ditambah Allah bila suka berbagi.

Baca Juga  Kabarkan Berita Gembira Kepada Saudaramu

Umat kita ini, miskin dengan ilmu agama. Seolah hanya guru dan dosen atau orang pintar saja yang diwajibkan memiliki ilmu. Padahal, Allah mewajibkan semua umat manusia untuk punya ilmu, karena dengan ilmu ia bisa menjalankan ibadah dengan sempurna. Kalau taka da ilmunya, bisa salah-salah yang gilirannya malah berdoa.

Situasi yang demikian memperihatinkan dalam dunia kita ini, hendaklah menjadi sebuah cermin yang bisa melihat kekurangan yang ada, untuk kemudian dilengkapi. Bukan hanya bercermin sekadar untuk melihat tampang kita yang cakep dan tampan ini saja.

Mulailah hendaknya, mempertebal iman dengan mengerjakan ibadah yang menuju kesempurnaan. Karena sejak kecil kita diajarkan bukan setelah dewasa baru menuju jalan  ketaatan kepada Allah. Simaklah kehidupan yang makin sulit untuk untuk kemudian membuat kita lebih  dewasa menjalaninya, Kembali ke jalan yang benar dan mengerjakan semua perintah Allah dan Rasul-Nya, menuju jalan yang ridho Allah dan pertaubatan yang meningkat datri hari-kehari.

Baca Juga  Bersedih Dan Membenci Adalah Sumber Penyakit

Kita bahkan baru saja belajar ilmu dalam bulan Ramdhan, bagaimana seseorang muslim bisa menahan diri dari kebobrokan situasi dan bagimana menjalankan hidup tidak boros. Ilmu ini luar biasa,. Tapi kita harus berpotret, bisa kah kita menjalankannya usai Ramdhan dan Lebaran ini ini. Harusnya bisa, untuk menunjukkan bahwa sebenarnya kita juga telah lulus dalam ujian.

Bahkan bisa jadi mulainya kita mendekatkan diri kepada Allah. Mengerjakan seluruh perintahnya. Hanya orang-orang yang lalilah yang berulang-ulang menghindar dari jalan Allah. Bahkan dalam Islam menganjurkan kita untuk bisa mengakhiri kesesatan yang pernah singgah pada hati dan jiwa kita.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close