KAJIAN

Jagalah Hati Jangan Kau Nodai

Oleh: Aminuddin ( Jurnalis )

INGATLAH, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Bila baik maka baiklah seluruh tubuh. Namun bila ia buruk maka buruk pula lah seluruh tubuh. Ingatlah, segumpal daging itu adalah hati.” (al-Hadist)

Wahai saudaraku …

Jagalah hatimu. Karena hati adalah anggota tubuh yang paling mengkua tirkan, sangat pelik, punya pengaruh paling kuat dan paling sulit memperbaiki dan merawatnya.

Hati juga akan dimintai pertanggung ja waban sebagaimana firman Allah SWT:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengeta huan tentangnya. Sesungguhnya pende ngaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungan jawabnya.” (QS al-Isra’ 36).

Menurut Imam Al-Ghazali dalam kitab nya “Minhajul Abidin”, hati adalah gudang tempat penyimpanan segala permata ya ng sangat berharga bagi manusia.

Permata apa saja?

– Akal

– Mengenal makrifat Allah yang merupa kan penyebab kebahagiaan dunia dan akherat.

– Ketajaman penglihatan mata hati yang menyebabkan kita memperoleh pening katan kemajuan dan kedudukan di hadapan Allah SWT.

– Niat yang bersih dalam melakukan ber macam-macam ketaatan yang ada kai tannya dengan pahala yang tidak putus.

– Aneka macam ilmu dan hikmah yang merupakan kemuliaan seseorang, serta seluruh akhlak mulia dan perilaku terpuji yang menyebabkan semakin mening katnya kemuliaan orang yang mulia.

Baca Juga  Orang Islam itu Bersih Suci dengan Wudu’Terpelihara

Oleh sebab itu, kata Al-Ghazali, tempat penyimpanan permata yang berharga itu wajib kita jaga dan pelihara agar tidak terkena berbagai kotoran dan bahaya serta jangan sampai dicuri atau diram pok.

Wahai saudaraku …

Mengobati hati bukan lah pekerjaan yang mudah. Karena ia tidak terlihat. Hampir-hampir kita tidak menyadari kalau hati telah terkena berbagai penyakit.

Wahai saudaraku …

Berbagai bahaya dan penyakit sangat cepat menyerang dan menjalar ke hati. Hati juga cepat bergejolak dan pergola kan hati itu lebih keras dari pada berge jolaknya air mendidih yang ada di dalam bejana.

Di dalam salah satu syair disebutkan :

“Man summiyal qolbu
Illa min taqollu biji
War ra’yu yadhribu
bil insaani athwaaraan …”

(Dinamakan hati karena
kondisinya yang selalu bergejolak ..
Pergolakan ide itu
Menetapkan manusia
pada berbagai keadaan …)

Terkait penyakit hati ini, dalam Al-Qura nulkarim banyak diterangkan, di an taranya :

– QS 47 (29) :

“Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedeng kian mereka?”

– QS 24 (50) :

“Apakah ( ketidak-datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berlaku zhalim kepada mereka? Sebenarnya mereka itu lah orang-orang yang zhalim.”

Baca Juga  Beramallah Engkau Untuk Dua Dunia

– QS 22 (53) :

“Agar Dia menjadikan apa yang dimasuk kan oleh setan itu sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan se sungguhnya orang-orang yang zhalim itu benar-benar dalam permusuhan yang sangat.”

Masih kata Al-Ghazali, ada empat penya hati yang membahayakan. Keempat pe nyakit hati itu adalah :

– Panjang angan-angan
– Tergesa-gesa
– Dengki
– Sombong

Lawan dari empat penyakit berbahaya ini adalah :

– Pendek angan-angan
– Tenang dalam segala hal
– Nasehat baik terhadap sesama makhluk
– Bersikap tawadhu’ dan khusyuk

Tawadhu’ adalah rendah hati atau tidak sombong. Tawadhu’ adalah ketundukan kepada kebenaran dan menerimanya dari siapa pun datangnya, baik dalam keadaan suka maupun tidak suka.

Sedangkan khusyuk adalah suatu keadaan hati seseorang berupa ketenangan, ketundukan, rasa takut, kerendahan diri di hadapan Allah SWT yang kelak akan memunculkan sikap dalam bentuk fisik berupa ketundukan, kerendahan diri, menundukkan panda ngan dan merendahkan suara.

Wahai saudaraku …

Mulai detik ini, marilah kita sama-sama menjaga diri dari penyakit hati ini deng an menghasilkan sifat-sifat yang mulia, agar apa yang kita ingini dapat tercapai.
Insya Allah ..

Wallahu a’lam bishshawab.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close