MOZAIK

Belajar dari Kisah Barshisha

Oleh: aminuddin (Wartawan)

BANGSA iblis mendengar kabar kalau di daratan Israel ada seorang yang tak per nah berbuat dosa dan sudah tujuh puluh tahun lamanya dia beribadah.

Iblis segera mengumpulkan setan seba gai bala tentaranya. Akhirnya terjadi dia log yang membahas tentang cara me nggulingkan iman ahli ibadah yang bernama Barshisha itu.

“Siapakah di antara kalian yang mampu membuat fitnah dan sekaligus mencela kakan ahli ibadah bernama Barshisha?” tanya pimpinan setan atau iblis dari tahtanya.

“Akulah yang akan mencelakakannya!” Sahut setan bernama Ifrit.

“Betul, kamu sanggup mencelakakan dan menimbulkan fitnah kepada Barshisha?” tanya raja setan.

“Ya, aku sanggup melakukan tugas ini, bahkan kalau sampai aku gagal menimbulkan fitnah maka bolehlah aku dihukum,” janji Ifrit.

“Segera laksanakan tugasmu itu!” Perintah iblis kepada Ifrit. Segeralah Ifrit melaksanakan tugasnya untuk menjerat Barshisha dengan menggunakan fitnah.

Pada saat itu ada seorang raja Bani Israil yang mempunyai anak gadis cantik rupa wan. Hidungnya mancung, matanya am boi bersinar laksana bintang timur.

Kulitnya mulus tanpa cacat sedikitpun, tubuhnya lemah gemulai indah dipanda ng mata. Bibirnya akan menimbulkan nafsu birahi bagi setiap orang yang memandangnya. Penampilannya banyak mengundang kekaguman dari semua orang.

Pada suatu saat sang gadis sedang duduk bersama ayahandanya di taman istana. Diam-diam Ifrit datang dan membanting anak perempuan itu hingga jatuh pingsan.

Tentu saja raja sangat terkejut melihat kejadian yang menimpa puterinya itu. Karena setelah jatuh gadis itu menjadi hilang ingatan.

Selanjutnya Ifrit menyamar sebagai manusia yang arif dan bijaksana datang menghadap raja yang ditimpa kemalangan tersebut.

“Apakah yang menyebabkan tuan raja jadi gundah gulana?” Tanya Ifrit yang menyamar jadi manusia.

“”Anakku terkena musibah, jatuh dari duduknya dan akhirnya sekarang sakit gila,” jawab sang raja bersedih.

“”Apakah tuan raja tak mendengar kalau di negeri ini ada seorang yang sangat sakti. Dia seorang ahli ibadah yang memiliki kemampuan menyembuhkan penyakit apa pun yang diderita manusia. Apabila tuan raja menginginkan sang putri sembuh dari penyakitnya maka se baiknya berobatlah kesana!” Kata Ifrit memberi jalan keluar.

Sang raja pun membawa putrinya ke rumah ahli ibadah tersebut. Disana tuan raja meminta kesembuhan putrinya dan ternyata sang putri sembuh seperti sedia kala hanya karena doa Barshisha.

Raja mengajak putrinya pulang, namun sampai di rumah setan itu menyusup kembali ke tubuh sang putri dan menjadi kannya gila. Maka, atas nasehat Ifrit yang telah menyamar kembali menjadi manusia, raja menitipkan kembali putrinya yang telah menjadi gila itu kepada Barshisha.

Pada mulanya Barshisha enggan mene rima putri raja untuk dititipkan di pondok nya. Tetapi karena desakan setan pada sang raja, raja pun mendesak Barshisha agar menerima putrinya untuk tinggal di sana beberapa hari.

Baca Juga  Bersabarlah, Lawan Putus Asa Itu

Mulai saat itu Barshisha mulai merawat putri cantik dan mempesona itu. Ia banyak meluangkan waktunya untuk mengurus keperluan sang putri sehingga waktu ibadahnya banyak yang tersita.

Barshisha sering mengakhirkan waktu shalatnya dan oleh karenanya ibadah Barshisha sudah tidak sempurna lagi. Melihat keadaan itu setan pun dengan mudah dapat mengusik hati ahli ibadah itu.

Setan berhasil menyusupi hati Barshisha dan terus membisikinya dengan nafsu birahi. Pada perjumpaan pertama kali Barshisha memang tak mau melihat dengan tatapan penuh kepada sang putri karena takut bahaya zina.

Namun setan terus menanamkan rasa ingin tahu pada Barshisha, karena sela ma tujuh puluh tahun Barshisha tak per nah melihat gadis cantik seperti itu.

Pada pengobatan kedua, setan mencoba menyingkap kain penutup tubuh gadis tersebut, sehingga tampaklah sesuatu yang menggetarkan hati Barshisha. Namun demikian ia tidak terhanyut. Setan terus menggoda Barshisha agar berani menyentuh kulit sang gadis dengan alasan pengobatan.

Karena seringnya Barshisha melihat kulit sang gadis yang bersih tersebut dan seri ngkali pula bersentuhan membuat nafsu birahi Barshisha timbul. Nafsu yang sela ma tujuh puluh tahun terpendam dan selalu ditahan dengan iman oleh Barshi sha akhirnya terbakar oleh setan terku tuk.

Dan akhirnya pada suatu hari, karena di pondok hanya ada Barshisha beserta putri raja, setan yang berada di antara mereka berdua membisikkan pada Bar shisha agar melakukan perbuatan zina. Barshisha tergoda dan memperkosa sang putri hingga hamil.

Setelah melihat rencananya berhasil, setan pun bertepuk tangan gembira. Barshisha yang dahulu imannya sangat kuat dan tak dapat dihancurkan oleh setan, kini telah hancur imannya dan berbuat dosa besar.

Ifrit menari-nari gembira melihat kejadian itu. Sementara itu perut sang putri sema kin lama semakin besar dan tak mungkin dapat dirahasiakan lagi di hadapan sang raja.

Setan belum puas dengan hasil kerja per tamanya itu. Dia kemudian menyusup kembali ke dalam hati Barshisha untuk menanamkan perasaan khawatir. Hal itu terus menerus dilakukan setan untuk mempengaruhi Barshisha.

Karena iman di hati mulai goyah, maka timbul di dalam hati Barshisha perasaan khawatir dan cemas jika perbuatannya diketahui oleh raja dan masyarakat ba nyak. Ia takut akan dijatuhi hukuman oleh raja dan dikecam oleh seluruh rakyat Bani Israil.

Setan terus membisikkan hal buruk da lam hati Barshisha agar membunuh ga dis tersebut. Setan menasehatinya jika gadis itu dibunuh maka semua bukti ya ng mengarah kepadanya akan hilang.

Baca Juga  Allah Akan Mencukupi Semua Urusan Orang Yang Bertawakal Kepada-Nya

Setan terus menerus berusaha mena namkan nasehatnya yang buruk itu ke dalam hati Barshisha. Pada akhirnya sang putri dibunuh dan dikubur di bawah tempat ibadah Barshisha.

Barshisha kemudian kembali melakukan peribadatan seperti semula. Ia tekun melakukan sembahyang …

Namun suatu ketika sang raja datang untuk menjemput putrinya ke pondok Barshisha. Tetapi sang raja tak menemukan putrinya di sana.

Barshisha menceritakan bahwa sang putri telah sakit keras dan tak tertolong lagi yang akhirnya meninggal dunia.

Raja mempercayai cerita Barshisha, karena menganggap Barshisha seorang ahli ibadah yang jujur dan dapat dipercaya.

Pulanglah sang raja dengan hati gundah gulana dan diliputi kesedihan. Ketika raja sampai di istana, raja didatangi sese orang yang tak lain penjelmaan Ifrit.

Si setan menghasut raja agar tidak mempercayai begitu saja perkataan Barshisha. Setan terus menerus mem bujuk sang raja agar kembali ke tempat Barshisha dan membongkar kuburan putrinya di bawah tempat ibadah Barshisha.

Raja yang terbujuk dengan hasutan Ifrit akhirnya berangkat menuju ke tempat Barshisha dan berusaha menanyakan kematian anaknya secara jujur kepada Barshisha.

Sang raja kemudian membongkar kubur putrinya berdasarkan petunjuk Ifrit yaitu di bawah tempat ibadah Barshisha.

Sang raja akhirnya tahu putrinya bukan meninggal karena suatu penyakit tetapi karena telah dibunuh Barshisha setelah melihat perut anaknya yang hamil.

Kemarahan sang raja tak terbendung kan. Setan pun memanfaatkannya untuk menghasut agar Barshisha dihukum se berat-beratnya.

Hasutan ini berhasil …

Setan pun berpesta pora dan bergembi ra setelah sukses menggulingkan iman seorang ahli ibadah.

Ifrit mendapat pujian dari golongannya dan dari pimpinan setan. Sedangkan Barshisha dikutuk dan dikecam oleh penduduk Bani Israil dan disalib di tengah lapangan sampai mati.

Setan sempat menghampiri Barshisha dan berkata : “Kini aku telah terlepas da rimu, sungguh aku takut kepada Allah Tuhan alam semesta ini.”

Dari cerita di atas, kata H Abdurrahman Masykur, penulis buku ‘Menundukkan Rayuan Setan’, dapat kita petik sebuah hikmah bahwasanya setan hanyalah menyesatkan dan membujuk hati manusia agar menuju kekafiran.

Hal ini selaras dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Hasyr (pengusiran) ayat 16-17 :

“(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu!”, maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata : “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesung guhnya aku takut kepada Allah, Tuhan Semesta Alam.”

“Maka adalah kesudahan keduanya, bah wa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalam nya. Demikianlah balasan bagi orang-orang yang zhalim.”

Wallahu a’lam bishshawab

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close