KAJIAN

Mencari Akhirat dan Menggapai Dunia

Tidak Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat: 56)

Oleh: bangun Lubis

RISALAH.ID – Tiada yang paling sulit, tetapi begitu mulia dan memberikan faedah yang begitu bermanfaat bagi diri, kecuali berusaha keras mencari akhirat. Namun, Ibadah yang diusahakan sekuat tenaga karena Allah untuk memperoleh kemualiaan di akhirat nanti, maka akan serta merta dapat pula menggapai dunia.

Selama ini kita sebagi orang mukmin selalu ragu, bila mengerjakan amal salih yang bertujuan untuk memperoleh kenikmatan dan kemuliaan dari Allah di akhirat nanti,  bahwa kita juga bisa sekaligus menggapai keberuntungan di dunia ini. Karena alasan keraguan itu, maka manusia selalu mengejar kenikmatan dunia   dan melupakan tujuan mulia akhiratnya sebagai tempat terakhir manusia.

Pada kajian Al Quran yang disampaikan secara tematik oleh Ustads Imron Taslim, pada ahad 14 Februari 2016 di Masjid Al Furqon, Jl. R Sukamto, Palembang dengan luas menafsirkan beberapa ayat yang terkait dengan tujuan hidup manusia yang nantinya akan berakhir ketika ajal menjemput.

Keberuntungan

Suatu akumulasi ibadah yang harus dikerjakan oleh seorang yang menamakan dirinya seorang muslim yang tujuannya adalah hari akhirat nanti. Tiada lain, bagaimana mengamalkan seluruh keawajiban yang disuruh oleh Allah SWT, kepada hambanya yang beriman, tanpa tawar menawar. Dan meningalkan kemunkaran.

Sebagaiman yang diungkapkan Allah dalam firmannya.” Barangsiapa yang mengehendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagian pun di akhirat.”(QS. Ash Shuraa: 20). Begitu nistanya dan meruginya mereka yang hanya mencari keberuntungan dunia saja.

Ustad Imron mengutip Firman Allah dalam Al Quran ;”  Tidak Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat: 56) . Sedemikian Nyata. Tak ada setetes pun kenikmatan yang hakiki akan diperoleh seorang hamba yang lemah dan penuh dengan kekurangan, kecuali dengan cara tunduk dan taat kepada Rabb yang menciptakannya. Siang dan malam terus menerus menjalankan ibadahnya.

Baca Juga  Aduhai  Indahnya Pahala Masih Terus Berjalan  

Oleh sebab itu, Allah mengingatkan segenap insan di alam dunia ini bahwa keberuntungan dan kebahagiaan hanya diberikan kepada mereka yang benar-benar taat dan mengabdi kepada-Nya. Allah berfirman :“Demi masa, sesungguhnya semua orang benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal salih, serta saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran.” (QS. al-‘Ashr: 1-3). Allah juga mengingatkan :“Barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, maka dia tidak akan sesat dan tidak akan binasa.” (QS. Thaha: 123).

 

Ingat Amal Akhiratmu

Ustads Imron mendorong umat mukmin untuk terus mencari ilmu dan amal yang ditujukan untuk akhirat. Karena melaksanakan kegiatan amal akhirat itu sama halnya dengan mencari keberuntungan bagi diri sendiri di dunia ini. Allah menjanjikan bagi mereka yang berbuat baik kepada Allah, maka Allah pun akan mengganjarnya dengan perbuatan baik pula kepada manusia yang beriman itu.”Barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedangkan dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.”(QS. Luqman :22)

Allah juga memberikan bagaimana menjaga antara dunia dan akhirta tersebut. Dalam firmanNya:” Dan carilah pada apa yang dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepada mu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al Qasas : 77)

Baca Juga  Kabarkan Berita Gembira Kepada Saudaramu

Menurut Ustads Imron, banyak kebaikan yang dapat dilakukan untuk amal akhirat itu dan bisa juga meraih keberuntungan di dunia ini, kesemua itu berpijak pada janji Allah SWT. Sebut saja dalam menunaikan salat setelah salat wajib. Bangun pada pertiga malam, untuk bersujud merendahkan diri di hadapan Allah.

Sebab, seorang yang bersujud di malam hari melaksanakan tahajjud, maka Allah pun mengganjarnya dengan mengangkat derajat kita sebagai manusia ke tempat yang paling tinggi kemuliannya. “  Dan pada sebagian malam hari salat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat derajatmu ke tempat yang terpuji (mulia).”(QS. Al Isra’: 79).

Itu menunjukkan bagaimana Allah dengan kerendahan ‘Rahmat-Nya memberikan kemulian bagi manusia disaat manusia itu mengerjakan amal salih akhiratnya, yang dibarengi pemberian kemuliaan baginya di dunia ini, bahkan di tempat terpuji. MasyaAllah.

Tiadalah saudaraku, ujar Ustads Imron, alasan lagi untuk meningglkan amalan akhirat sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah kepada kita, dengan alasan yang kita buat sendiri, malas dan ragu atas janji Allah kepada hamba-Nya. Semua ayat-ayat Allah telah jelas makna dan buktinya, bagaimana Allah memberikan dunia yang lebih mulia dan nikmat, setelah mengerjakan kewajiban hamba-hamba ini untuk mengejar akhirat sesuai perintah Allah SWT yang tertera dalam Al Quran da Hadist Sunnah Rasulullah SAW.(*)

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close