Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 23 Jun 2022 13:05 WIB

Pasangan Suami Istri di Surabaya Bobol Bank Jatim Rp. 60,2 Miliar


					Ilustrasi Kantor Bank Jatim. Perbesar

Ilustrasi Kantor Bank Jatim.

RISALAH.ID, SURABAYA – Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya mengungkap kasus pembobolan Bank Jatim yang dilakukan oleh pasangan suami istri dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp60,2 miliar.

Kepala Kejari Tanjung Perak Surabaya I Ketut Kasna Dedi menegaskan, pihaknya telah menetapkan pasangan suami istri berinisial DC dan RK itu sebagai tersangka tindak pidana korupsi pembobolan Bank Jatim.

“Pasangan suami istri DC dan RK mengelola perusahaan properti PT HKM. Pada 2014 mengajukan pinjaman ke Bank Jatim sebesar Rp77 miliar untuk pembangunan pergudangan sebanyak 31 unit di kawasan Kota Surabaya,” katanya, Selasa (14/6/2022).

BACA JUGA:  Tabrak Truk Fuso di Sampang, Penumpang Asal Pamekasan Tewas

Saat itu, Bank Jatim menyetujui pinjaman yang diajukan pasangan suami istri DC dan RK, tetapi dana yang dikucurkan “hanya” sebesar Rp50 miliar.

Namun, sejak 2016, pinjaman tersebut dinyatakan sebagai kredit macet oleh Bank Jatim. Bahkan, sampai sekarang bangunan pergudangan yang dimaksud tidak pernah berdiri.

Menurut Kasna, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah melakukan audit dan menyatakan terdapat kerugian negara sebesar Rp60,2 miliar.

BACA JUGA:  Satu Monyet Liar Berhasil Dimusnahkan, Kades Kacok Pamekasan Beri Hadiah Uang

Lebih lanjut, Kasna menjelaskan penyelidikan oleh Kejari Tanjung Perak Surabaya mengungkap bahwa sejak awal pasangan suami istri DC dan RK telah berniat membobol Bank Jatim, yaitu dengan menyertakan dokumen-dokumen palsu, serta menggelembungkan anggaran mencapai Rp77 miliar saat proses pengajuan pinjaman ke Bank Jatim.

“Dari proses penyidikan yang dilakukan oleh Jaksa Penyidik dan sudah dilakukan penelitian oleh Jaksa Peneliti dinyatakan sudah lengkap atau P21 sehingga pada hari ini dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti dari Jaksa Penyidik ke Jaksa Penuntut Umum,” ucapnya.

BACA JUGA:  Curi 5 Sepeda Motor, Warga Sampang Dibekuk Polisi di Pamekasan

Dalam bisnis properti yang dikelola oleh pasangan suami-istri DC dan RK, Kejari Tanjung Perak Surabaya menemukan tiga orang korban yang telah membayar lunas sebesar total Rp9 miliar untuk membeli tiga unit gudang yang nyatanya tidak pernah dibangun itu.

“Berkas perkaranya ditangani terpisah dalam kasus tindak pidana umum penipuan dan penggelapan,” ucap Kajari Kasna.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Masyarakat Beri Apresiasi Capaian Program Unggulan Lapas Kelas IIA Pamekasan

30 Juni 2022 - 21:59 WIB

Lepas 417 Jama’ah Haji, Bupati Pamekasan Doakan Jadi Haji Mabrur

19 Juni 2022 - 16:13 WIB

Dinas Sosial Pamekasan Diduga Palsukan Identitas Pencairan Dana Covid-19 Rp 1,4 Miliar

15 Juni 2022 - 14:30 WIB

Demo Pengadaan Sarung, Aktivis Nilai Sebagai Alat Kampanye Bupati Pamekasan Baddrut Tamam

14 Juni 2022 - 12:52 WIB

Pegawai Disperindag Pamekasan Diduga Tilep Rp 1,7 Miliar dari Retribusi Pasar

9 Juni 2022 - 13:52 WIB

Lima Isi Tuntutan Demo LSM di Kejati Jatim Soal Dugaan Korupsi Dana Hibah LPJU dan Dana Covid-19

2 Juni 2022 - 14:53 WIB

Trending di Peristiwa