Sejumlah media berbahasa Ibrani melaporkan bahwa militer penjajah Israel mulai menarik pasukannya dari lingkungan Zeitoun di Gaza timur pada pagi hari Sabtu. Semua pasukan kemudian dikembalikan ke barak mereka yang aman.
Media-media tersebut sebelumnya melaporkan tentang adanya informasi terkait empat tentara Israel yang menghilang di Jalur Gaza dan nasib mereka masih belum diketahui hingga kini. Informasi tersebut menyebar di tengah spekulasi bahwa mereka mungkin telah ditangkap oleh para pejuang perlawanan Palestina di lingkungan Al-Zeitoun, Gaza.
Sementara itu, paska menghilangnya 4 pasukan Israel tersebut, Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), mengunggah pesan singkat di kanal Telegram resminya yang berbunyi: “Kami mengingatkan mereka yang lupa, mati atau ditawan.” Pesan gambar tersebut juga memperlihatkan seorang pejuang yang sedang menyeret pasukan Israel yang ditawan.
IDF larang media publikasikan bentrokan di Al- Zeitoun dan hilangnya empat tentara.
Sensor militer Israel juga mengumumkan pada Sabtu pagi ini larangan bagi semua surat kabar Israel untuk menerbitkan berita apapun terkait dengan hilangnya empat tentara Israel dalam bentrokan antara pasukan Israel dan pejuang perlawanan Palestina di lingkungan Zeitoun di Gaza timur.
Sejak Jumat malam, bentrokan sengit telah terjadi di lingkungan Zeitoun antara pejuang perlawanan Palestina dan pasukan pendudukan Israel. Bentrokan tersebut menewaskan seorang tentara Israel dan melukai puluhan lainnya. Sementara itu, penembakan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza terus berlanjut di berbagai tempat.
Tujuh puluh enam orang syahid di Jalur Gaza pada hari Jumat, akibat serangan Israel dan penembakan yang terus berlanjut di Jalur Gaza.
Pengeboman udara dan artileri bertepatan dengan genosida brutal yang dilancarkan Militer Israel yang menyebabkan kelaparan dimana IDF mencegah masuknya bantuan internasional bagi warga Palestina Jalur Gaza. Hal ini memperburuk bencana kelaparan di Jalur Gaza, dan memperparah penyebaran penyakit, serta meningkatkan jumlah kematian akibat malnutrisi.
Sumber: Youm7.