Pada hari ke-693 perang brutal di Jalur Gaza, militer penjajah Israel mengakui bahwa mereka menghadapi perlawanan sengit dan kuat dari para pejuang Brigade Izzuddin al-Qassam di lingkungan al-Zeitoun, Gaza.
Media Yedioth Ahronoth Israel melaporkan bahwa para pejuang al-Qassam menyerang wakil komandan brigade lapis baja di wilayah Zeitoun beberapa hari yang lalu dan membuatnya menderita luka-luka serius. Pasukan penjajah Israel juga terkejut dengan keterampilan para pejuang Hamas.
Sumber dari militer Israel melaporkan bahwa para pejuang Hamas berhasil melakukan sejumlah serangan yang dilakukan berulangkali menargetkan pasukan IDF. Serangan bertubi-tubi tersebut membuat IDF terkejut dengan kemampuan para pejuang terutama dalam menanam alat peledak, yang berkontribusi besar terhadap keberhasilan operasi mereka melawan pasukan Israel yang maju ke lingkungan tersebut.
Di waktu yang sama, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich yang terkenal radikal kembali menyeru untuk merelokasi warga Palestina dari Jalur Gaza. Smotrich beralibi bahwa hal tersebut harus dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi serangan yang dilakukan terhadap Israel seperti yang terjadi pada tanggal 7 Oktober.
Smotrich mengatakan bahwa: “Air, listrik, dan makanan harus diputus dari Jalur Gaza, dan mereka yang tidak mati karena peluru harus mati karena kelaparan.”
Di bidang kemanusiaan, Direktur Kompleks Medis Al-Shifa Dr. Mohammed Abu Salmiya menyatakan bahwa suatu virus telah menyebar di antara penduduk Jalur Gaza, dan para tenaga medis kekurangan peralatan pengujian untuk menentukan penyebabnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengatakan bahwa: “Sangat tidak dapat diterima jika warga sipil di Gaza harus terus menjadi sasaran eskalasi mematikan ini.” Guterres menekankan bahwa “perluasan operasi militer Israel di Gaza akan menimbulkan konsekuensi serius yang menghancurkan.”
Sejak 7 Oktober 2023, Israel terus melakukan genosida di Jalur Gaza. Operasi militer IDF telah mengakibatkan hampir 63.000 orang syahid, di samping ratusan ribu lainnya yang terluka dan hilang, yang mencerminkan situasi kemanusiaan yang memprihatinkan di wilayah tersebut.
Sumber: Al Jazeera & Al-Quds Al-araby.