وَلَا تَقُوْلُوْا لِمَنْ يُّقْتَلُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتٌۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ وَّلٰكِنْ لَّا تَشْعُرُوْنَ
Janganlah kamu mengatakan bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Namun, (sebenarnya mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (QS. Al Baqarah:154)
Dengan menyebut nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang
Pernyataan berita kematian pemimpin Mujahid yang syahid Yahya Sinwar “Abu Ibrahim,” komandan Pertempuran #TopanAqsa.
Di antara orang-orang beriman ada orang-orang yang menepati janjinya kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang telah terkabulkan cita-citanya, dan di antara mereka ada pula yang menunggu, dan mereka tidak mengubahnya sedikit pun.
Dengan segala arti keluhuran, kebanggaan dan martabat, Gerakan Perlawanan Islam Hamas berduka atas rakyat Palestina, seluruh bangsa kita, dan masyarakat merdeka di dunia, salah satu orang paling mulia dan paling berani, orang yang mengabdikan hidupnya untuk Palestina, dan menyerahkan jiwanya demi Tuhan dalam perjalanan menuju pembebasannya. Dia percaya kepada Tuhan, maka Tuhan pun mempercayainya, dan memilihnya sebagai syahid.
Kami berduka atas pemimpin besar bangsa, saudara Mujahid, Asy-Syahid, Yahya Sinwar (Abu Ibrahim), Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dan komandan Pertempuran #TopanAqsa.
Dia bangkit sebagai pahlawan, sebagai seorang mujahid, maju tanpa mundur, menghunus senjatanya, bentrok dan menghadapi tentara pendudukan di barisan terdepan, bergerak diantara semua posisi tempur, tabah dan ditempatkan dengan kokoh di tanah kebanggaan Gaza, membela Gaza, tanah Palestina dan kesuciannya, serta menginspirasi dalam mengobarkan semangat ketabahan, kesabaran, ketenangan dan perlawanan.
Putra bangsa kita yang hebat, bangsa Arab dan Islam, bangsa-bangsa merdeka di dunia.
Pemimpin syahid, Yahya Sinwar, hidup sebagai seorang mujahid dan bergabung dalam gerakan Hamas sejak ia masih muda yang terlibat dalam kegiatan jihad. Selama 23 tahun penahanannya, menundukkan tawanan zionis. Setelah ia ditahan dan dibebaskan dari penjara dalam kesepakatan pertukaran “Wafa’ Al-Ahrar” (Loyalitas kepada Rakyat Merdeka), ia melanjutkan pemberian, perencanaan, dan jihad hingga tanggal 7 Oktober 2023 M; Hari terjadinya banjir besar yang mengguncang entitas zionis dan menyingkapkan rapuhnya dugaan keamanannya, dan yang terjadi selanjutnya adalah ketabahan legendaris rakyat kita dan keberanian perlawanan kita yang menang, hingga ia mencapai posisi yang paling terhormat. Penghargaan tertinggi dan naik ke sisi Allah sebagai seorang saksi dan syahid, merasa ridha dengan usaha dan pemberian yang dipersembahkannya.
Pemimpin syahid Yahya Sinwar merupakan kelanjutan dari kafilah para pemimpin syahid besar yang mengikuti jejak para syahid pendiri, mujahid Ahmad Yasin, Dr. Abdul Aziz Al-Rantisi, Al-Maqadma, Abu Shanab, Jamal Mansour, Jamal Salim, pemimpin syahid Ismail Haniyah dan wakilnya, Syekh Saleh Al-Arouri, dan kafilah para syuhada dari seluruh pemimpin dan putra bangsa. Kami menegaskan bahwa darah ini akan tetap ada dan merupakan motivasi untuk ketabahan yang lebih besar, dan bahwa gerakan Hamas akan terus berlanjut di era para pemimpin pendiri dan para syuhada sampai aspirasi rakyat kita untuk pembebasan menyeluruh, kembalinya, dan berdirinya negara Palestina di seluruh wilayah Palestina dengan Al-Quds sebagai ibukotanya tercapai, Insya Allah. Akan menjadi kutukan bagi penjajah yang menyerbu tanah ini.
Wahai Putra-putra bangsa kita yang hebat, bangsa Arab dan Islam, bangsa-bangsa merdeka di dunia.
Kesyahidan saudara pemimpin Yahya Sinwar dan semua pemimpin dan simbol gerakan yang mendahuluinya di jalan kebanggaan dan kemartiran serta proyek pembebasan dan pengembalian hanya akan meningkatkan kekuatan, soliditas dan tekad gerakan Hamas dan perlawanan. Untuk melanjutkan perjalanan mereka dan setia pada darah dan pengorbanan mereka. Sebuah gerakan yang menampilkan para pemimpin dan putra-putranya sebagai martir dalam membela hak-hak rakyatnya. Sebuah gerakan yang otentik, yang berakar pada rakyatnya.
Rakyat Palestina, bangsa Arab dan Islam, rakyat bebas di dunia.
Kami katakan kepada mereka yang menangisi para tawanan pendudukan yang ditawan oleh perlawanan, bahwa para tawanan ini tidak akan kembali kecuali agresi di Gaza dihentikan, penarikan diri pasukan dari Gaza dan pembebasan para tawanan heroik kami dari penjara-penjara pendudukan.
Kami melanjutkan perjuangan Hamas, dan semangat banjir Al-Aqsa akan tetap menjadi api yang menyala-nyala, berdenyut dengan kehidupan dalam jiwa rakyat kami, dan kami akan menaati perjanjian Anda, Abu Ibrahim, dan panji Anda tidak akan hilang dan jatuh, namun gelombang yang berkibar akan tetap tinggi.
Salam sejahtera bagimu, Abu Ibrahim, orang yang zuhud, saleh dan takwa.
Keselamatan bagimu sebagai tawanan, sebagai mujahid, sebagai syahid.
Alhamdulillah, sejarah akan mencatat bahwa Anda menulis baris pertama perang pembebasan dan akhir dari pendudukan.
Semoga Allah merahmatimu dan menganugerahkanmu surga yang setinggi-tingginya bersama para nabi, orang-orang yang jujur, para syuhada, orang-orang shaleh, dan sahabat-sahabat baik mereka.
Itu adalah jihad, kemenangan atau kesyahidan
Gerakan Perlawanan Islam – Hamas