Doha, 3 April 2025 M
Segala puji bagi Allah yang berfirman: “Dan mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak…” (QS. An-Nisa: 75), dan salawat serta salam atas Nabi yang membawa rahmat, yang bersabda: “Barang siapa tidak peduli dengan urusan kaum Muslim, maka ia bukan bagian dari mereka.” Setelah itu:
Persatuan Ulama Muslim Internasional (IUMS) dengan tegas mengecam dan mengutuk agresi Zionis yang berulang terhadap wilayah Arab Islam, yang terakhir terjadi di Damaskus, Hama, dan Lebanon.
Agresi ini melampaui segala nilai dan kesepakatan internasional, serta memperlihatkan wajah penjajah yang arogan yang tidak menganggap umat Islam selain sebagai sasaran untuk memecah belah persatuannya dan melanggar kedaulatannya.
IUMS, dengan penuh kekhawatiran mengikuti perkembangan kejahatan yang terus berlangsung di Gaza yang terluka, Suriah, Lebanon, dan Yaman, menegaskan bahwa agresi Zionis tidak berhenti di Gaza saja. Tujuan utamanya adalah memperluas pemukiman dan dominasi dalam proyek “Israel Raya,” sebagaimana ditegaskan oleh kebijakan Amerika Serikat yang bias, terutama selama pemerintahan Presiden Donald Trump, yang secara terang-terangan mendukung proyek penjajahan pemerintah Israel dan perdana menterinya, Benjamin Netanyahu.
Oleh karena itu, berdasarkan tanggung jawab syariah, ilmiah, dan dakwah, IUMS menyerukan kepada pemerintah dan rakyat Arab serta Islam untuk bangkit menghentikan pembantaian massal yang dilakukan di Gaza, serta menghadapi agresi terhadap ibu kota Arab dan Islam.
IUMS juga memperingatkan seluruh umat, baik rakyat maupun pemerintah, bahwa agresi ini tidak akan berhenti di satu negara saja, tetapi akan meluas ke semua pihak jika tidak dihentikan sekarang. Arogansi Zionis telah mencapai tingkat keberanian yang tidak dapat dibiarkan secara syariah, hukum, maupun moral.
Solusi yang Diajukan
Persatuan umat Arab dan Islam adalah kunci untuk menghadapi agresi ini, sebagaimana firman Allah:
“Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan dirimu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Ash-Shaff: 10-12).
Allah juga berfirman: “Dan mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak yang semuanya berdoa: ‘Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang penduduknya zalim dan berikanlah kami pelindung dari sisi-Mu, dan berikanlah kami penolong dari sisi-Mu.'” (QS. An-Nisa: 75). Dan firman-Nya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7).
IUMS menyerukan adanya sikap bersama dan tegas yang mencakup:
- Ancaman penggunaan kekuatan militer yang efektif.
- Boikot ekonomi dan politik secara menyeluruh.
- Penghentian ekspor minyak dan gas ke negara-negara yang mendukung agresi.
- Penggunaan tekanan diplomatik dan hukum di forum internasional.
IUMS mengingatkan firman Allah sebagaimana dikatakan orang saleh:
“Kelak kamu akan ingat apa yang kukatakan kepada kamu. Aku serahkan urusanku kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.” (QS. Ghafir: 44).
Allah Maha Berkuasa atas segala urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Ditandatangani oleh:
Prof. Dr. Ali Muhyiddin Al-Qaradaghi (Ketua) dan Dr. Ali Muhammad Al-Salabi (Sekretaris Jenderal)