TEHERAN/WASHINGTON, 8 April 2026 — Dunia menarik napas lega setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tercapainya gencatan senjata dengan Iran selama dua minggu, dengan hampir semua poin perselisihan sebelumnya antara kedua pihak disepakati, menurut pernyataannya.
Presiden Trump mengatakan bahwa kesepakatan itu dicapai berdasarkan proposal Iran yang terdiri dari 10 poin, yang ia gambarkan sebagai “dasar negosiasi yang baik untuk mengakhiri perselisihan sebelumnya.”
Media Iran mengindikasikan bahwa proposal Iran mencakup protokol untuk jalur aman melalui Selat Hormuz. Proposal yang diajukan Teheran ini juga mencakup tuntutan Iran untuk pencabutan sanksi, pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, dan penghentian permusuhan di Timur Tengah.
Media Iran dan internasional memberitakan isi proposal Iran, sambil menunggu pengungkapan formula resminya.
Sepuluh Poin Proposal Iran
Menurut kantor berita Iran, Tasnim, poin-poin proposal Iran meliputi:
Komitmen prinsip AS untuk menjamin tidak adanya agresi.
Kelanjutan kendali Iran atas Selat Hormuz.
Penerimaan terhadap pengayaan uranium.
Pencabutan semua sanksi primer.
Pencabutan semua sanksi sekunder.
Pengakhiran semua resolusi Dewan Keamanan PBB.
Pengakhiran semua resolusi Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Pembayaran kompensasi kepada Iran.
Penarikan pasukan tempur AS dari kawasan.
Penghentian perang di semua front, termasuk melawan perlawanan Islam heroik di Lebanon.
Detail Tambahan
The New York Times melaporkan bahwa proposal Iran—yang disampaikan melalui mediator Pakistan—bertujuan untuk mencapai penyelesaian permanen. Mengutip pejabat Iran, surat kabar itu mengatakan bahwa rencana tersebut merupakan peta jalan komprehensif untuk mengakhiri perang.
Menurut The New York Times, proposal tersebut mengatur pencabutan total semua sanksi internasional terhadap Iran, pemberian jaminan resmi bahwa Iran tidak akan menjadi sasaran serangan di masa depan, serta penghentian operasi militer Israel terhadap Hizbullah di Lebanon.
Proposal ini juga mencakup pencabutan blokade Iran atas jalur navigasi utama di Selat Hormuz, dan penerapan tarif sebesar 2 juta dolar AS per kapal yang akan dibagi antara Iran dan Kesultanan Oman.
Di sisi lain, proposal tersebut menyerukan bahwa alih-alih menuntut kompensasi langsung dari Iran, Iran akan menggunakan bagiannya dari biaya transit Selat Hormuz untuk membangun kembali infrastruktur yang hancur akibat serangan AS dan Israel.
Sumber: Al Jazeera + Media Iran




