Menteri Luar Negeri Iran pada hari Rabu menuduh negara-negara Eropa menerapkan standar ganda dalam menyikapi berbagai perkembangan terkini di kawasan.
Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York saat bertemu dengan sejumlah sejawatnya dari Eropa.
Pihak kementerian menyatakan bahwa selama berada di New York, Araghchi telah melakukan pertemuan dengan menteri luar negeri Prancis, Belanda, dan Austria, serta menlu Irak dan Azerbaijan.
Pertemuan-pertemuan tersebut membahas hubungan bilateral, perkembangan regional dan internasional, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, serta situasi di Selat Hormuz.
Menurut kementerian tersebut, Araghchi menegaskan bahwa ketidakamanan di Selat Hormuz “sepenuhnya disebabkan oleh tindakan agresif AS dan Israel.”
Ia menambahkan bahwa pemulihan keamanan di jalur pelayaran strategis tersebut “sangat bergantung pada penghentian berbagai tindakan Washington yang memicu ketidakstabilan.”
“Negara-negara Eropa yang mengklaim membela supremasi hukum dan hak asasi manusia tidak boleh berdiam diri atau justru mendukung agresi militer terbuka terhadap Iran,” ujarnya.
Araghchi mengimbau seluruh negara, khususnya negara-negara Eropa, untuk menghentikan “segala bentuk dukungan terhadap Israel” dan berupaya “mencegah negara tersebut dari kekebalan hukum.”
AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari, yang menurut klaim Teheran telah menewaskan ribuan jiwa. Teheran membalasnya dengan serangan rudal dan drone di seluruh kawasan serta memblokir Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi pasokan energi dunia.
Sumber: Situs berita Anadolu





