TEPI BARAT, 21 April 2026 — Kementerian Kesehatan Palestina pada hari Selasa mengumumkan bahwa empat warga Palestina telah tewas sebagai syahid sejak pagi hari di Tepi Barat yang diduduki, termasuk dua anak-anak, akibat serangan pemukim dan tembakan tentara pendudukan Israel di beberapa wilayah.
Kementerian tersebut dalam pernyataan singkatnya mengatakan, “Dua syahid gugur akibat tembakan pemukim di Desa Al-Mughayyir, timur Ramallah, termasuk seorang anak-anak, selain tiga lainnya terluka. Ini meningkatkan jumlah korban tewas di Tepi Barat sejak pagi hari menjadi empat.” Kementerian mengidentifikasi kedua syahid di Al-Mughayyir sebagai anak Osama Hamdi al-Na’san (14 tahun) dan Jihad Marzuq Abu Naim (32 tahun).
Sebuah platform Palestina membagikan video yang mendokumentasikan momen seorang pemukim melepaskan tembakan ke arah warga Palestina di Desa Al-Mughayyir. Sebaliknya, juru bicara militer Israel, Ella Wawiya, mengklaim bahwa seorang “tentara cadangan” melepaskan tembakan ke arah orang-orang yang menurutnya “dicurigai melempar batu ke arah kendaraan Israel yang ditumpanginya.” Menurut media Palestina dan organisasi hak asasi manusia, militer Israel akhir-akhir ini telah mengeluarkan pernyataan resmi setelah pemukim ekstremis melepaskan tembakan ke arah warga Palestina, mengklaim bahwa penembak itu adalah “tentara cadangan yang dilempari batu.”
Korban Lain di Jenin dan Hebron
Di Jenin, utara Tepi Barat, kementerian mengumumkan bahwa Raja Fadl Baitawi (49 tahun) tewas sebagai syahid akibat luka yang dideritanya dari tembakan tentara Israel selama penggerebekan sebelumnya di kota itu.
Di Hebron, selatan Tepi Barat, anak Muhammad Majdi al-Ja’bari (16 tahun) tewas sebagai syahid setelah ditabrak kendaraan yang dikemudikan seorang pemukim. Sumber medis dan saksi mata melaporkan bahwa seorang pemukim menabrak al-Ja’bari saat dia berada di salah satu jalan kota, yang mengakibatkan kematiannya seketika.
Berbagai wilayah di Tepi Barat telah menyaksikan peningkatan serangan pemukim dan penggerebekan tentara Israel sejak Oktober 2023. Menurut data Badan Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina, para pemukim melakukan 497 serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka di Tepi Barat selama bulan Maret, yang mengakibatkan 9 warga Palestina tewas sebagai syahid.
Serangan tentara dan pemukim di Tepi Barat sejak Oktober 2023 telah mengakibatkan sedikitnya 1.154 warga Palestina tewas sebagai syahid, sekitar 11.750 lainnya terluka, dan hampir 22.000 orang ditangkap, menurut data resmi Palestina.
Sumber: Al Jazeera




