GAZA, 10 Juni 2026 — Di tengah krisis pengungsian paksa yang terus berlangsung, pusat-pusat penampungan dan tenda-tenda kain telah berubah menjadi titik-titik panas penyebaran penyakit. Tempat-tempat ini kekurangan ventilasi yang memadai. Dengan meningkatnya suhu secara drastis, area-area yang penuh sesak melebihi kapasitasnya ini telah berubah menjadi lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan dan penyebaran virus serta penyakit kulit menular, terutama cacar.
Seorang pengungsi di Deir al-Balah mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tenda-tenda terasa membakar di siang hari karena panas yang menyengat, dan tidak ada air bersih untuk mandi atau minum. Bintik-bintik merah mulai muncul di tubuh anak-anak, meningkatkan kekhawatiran tentang wabah penyakit yang tidak mampu dihadapi oleh sektor kesehatan dan penduduk Gaza.
Kepadatan yang luar biasa adalah salah satu faktor utama yang memicu kekhawatiran kesehatan. Seluruh keluarga berdesakan di ruang yang sangat sempit, membuat “jarak sosial” atau karantina kesehatan menjadi tidak mungkin. Tidak adanya air bersih dan sanitasi, pemutusan total pasokan air yang layak digunakan, serta kekurangan akut bahan pembersih dan disinfektan mencegah para pengungsi untuk menjaga kebersihan pribadi.
Memperburuk situasi adalah runtuhnya sistem medis, terutama setelah sebagian besar rumah sakit dan pusat kesehatan berhenti beroperasi, serta kelangkaan obat-obatan, antivirus, dan obat-obatan untuk meredakan gatal-gatal pada kulit.
Para ahli kesehatan di Gaza menegaskan bahwa tidak adanya layanan dasar seperti pengumpulan sampah dan penyediaan air minum yang layak secara langsung berkontribusi pada percepatan laju infeksi. Para dokter memperingatkan bahwa infeksi cacar pada anak-anak, wanita hamil, dan pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dalam kondisi seperti ini dapat menyebabkan komplikasi serius dan fatal, pada saat sektor medis tidak mampu memberikan perawatan dasar.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Barsh, menegaskan bahwa lanskap kesehatan saat ini di Gaza menyaksikan peningkatan yang nyata dalam penyebaran penyakit menular, terutama cacar. Kehidupan sehari-hari telah menjadi lingkungan yang subur bagi penyebaran penyakit dan wabah.
Al-Barsh menambahkan dalam pernyataannya kepada Al Jazeera bahwa ruang sempit tempat orang tinggal, dengan kepadatan penduduk yang belum pernah terjadi sebelumnya di dunia setelah pendudukan menguasai 70 persen wilayah Gaza, mempercepat penyebaran infeksi di antara penduduk, bahkan memunculkan penyakit lain.
Sumber: Al Jazeera





