RISALAH
  • Ta’aruf
    • RISALAH.ID
    • FDTI
    • Syarah Rasmul Bayan
    • Kontak Kami
  • Materi Tarbiyah
    • Ushulul Islam (T1)
    • Ushulud Da’wah (T2)
    • Kurikulum FDTI
      • Kelas 1
        • Mentoring
        • Penugasan
        • Majelis Rohani
        • Bina Wawasan
        • Kultum
        • Seminar
        • Taushiyah Pembina
      • Kelas 2
        • Mentoring
        • Penugasan
        • Majelis Rohani
        • Bina Wawasan
        • Seminar
      • Kelas 3
        • Mentoring
        • Penugasan
        • Majelis Rohani
        • Seminar
        • Diskusi Wawasan Islam
      • Kelas 4
        • Mentoring
        • Majelis Rohani
        • Seminar
        • Diskusi Wawasan Islam
    • Akademi Tarbiyah Islamiyah
      • Materi Taklim
      • Materi Majelis Rohani
      • Materi Bina Wawasan
      • Materi Nadwah
    • Al-Arba’un An-Nawawiyah
  • Download
    • Buku Materi
    • Buku dan Materi Presentasi Bahasa Arab
      • Durusul Lughah Al-Arabiyah
      • PowerPoint Durusul Lughah Al-Arabiyah
    • Majalah
    • Power Point Materi Taklim
  • Donasi
Kategori
  • Akhbar Dauliyah (1,050)
  • Akhlak (135)
  • Al-Qur'an (80)
  • Aqidah (169)
  • Dakwah (35)
  • Fikrah (1)
  • Fikrul Islami (43)
  • Fiqih (193)
  • Fiqih Dakwah (76)
  • Gerakan Pembaharu (23)
  • Hadits (107)
  • Ibadah (13)
  • Kabar Umat (437)
  • Kaifa Ihtadaitu (6)
  • Keakhwatan (7)
  • Kisah Nabi (12)
  • Kisah Sahabat (4)
  • Masyarakat Muslim (14)
  • Materi Khutbah dan Ceramah (78)
  • Musthalah Hadits (3)
  • Rumah Tangga Muslim (12)
  • Sejarah Islam (199)
  • Senyum (2)
  • Taujihat (25)
  • Tazkiyah (45)
  • Tokoh Islam (20)
  • Ulumul Qur'an (7)
  • Uncategorized (5)
  • Wasathiyah (138)
0
2K
RISALAH
Subscribe
RISALAH
  • Ta’aruf
    • RISALAH.ID
    • FDTI
    • Syarah Rasmul Bayan
    • Kontak Kami
  • Materi Tarbiyah
    • Ushulul Islam (T1)
    • Ushulud Da’wah (T2)
    • Kurikulum FDTI
      • Kelas 1
        • Mentoring
        • Penugasan
        • Majelis Rohani
        • Bina Wawasan
        • Kultum
        • Seminar
        • Taushiyah Pembina
      • Kelas 2
        • Mentoring
        • Penugasan
        • Majelis Rohani
        • Bina Wawasan
        • Seminar
      • Kelas 3
        • Mentoring
        • Penugasan
        • Majelis Rohani
        • Seminar
        • Diskusi Wawasan Islam
      • Kelas 4
        • Mentoring
        • Majelis Rohani
        • Seminar
        • Diskusi Wawasan Islam
    • Akademi Tarbiyah Islamiyah
      • Materi Taklim
      • Materi Majelis Rohani
      • Materi Bina Wawasan
      • Materi Nadwah
    • Al-Arba’un An-Nawawiyah
  • Download
    • Buku Materi
    • Buku dan Materi Presentasi Bahasa Arab
      • Durusul Lughah Al-Arabiyah
      • PowerPoint Durusul Lughah Al-Arabiyah
    • Majalah
    • Power Point Materi Taklim
  • Donasi
  • Wasathiyah

Beberapa Tugas dan Fungsi Murabbi

  • 01-05-2026
  • No comments
6qcbl20kcco4g88cgw 800xauto

Dengan menyebut nama Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya, serta siapa yang mengikutinya. Adapun setelah itu:

هُوَ ٱلَّذِى بَعَثَ فِى ٱلْأُمِّيِّـۧنَ رَسُولًۭا مِّنْهُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍۢ

“Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah, meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Jumu’ah: 2)

Murabbi adalah tiang penyangga proses pendidikan dan batu fondasi dalam membangun dakwah, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Hasan Al-Banna ketika beliau berkata: “Usrah adalah pondasi dasar dalam membangun dakwah kita, dan penanggung jawabnya adalah batu fondasi dalam bangunan ini.”

Yang menarik perhatian dalam perkataan yang fasih dari Imam Al-Banna –semoga Allah merahmatinya– adalah bahwa “batu fondasi dalam bangunan” adalah imam dari batu-batu tersebut. Tukang bangunan sangat berhati-hati untuk menjadikannya lurus, seimbang, dan stabil. Kemudian dia menarik tali di atasnya, dan setelah itu dia mengatur dan merapatkan sisa batu-bata dalam barisan di dinding bangunan. Karena kelurusan dan keseimbangan batu fondasi ini akan menyebabkan kelurusan dan keseimbangan batu-bata setelahnya. Dan setiap penyimpangan atau kerusakan pada posisinya akan langsung berpengaruh pada batu-bata setelahnya, dan dapat menyebabkan kerusakan pada sebagian besar bangunan.

Mengingat pentingnya “batu fondasi” dalam bangunan, para pekerja bangunan di beberapa provinsi Mesir menyebutnya dengan “batu imam”, dengan asumsi bahwa ia mendahului sisa batu dalam barisan dalam hal posisinya dan kondisinya. Hal ini juga berlaku pada murabbi di antara saudara-saudaranya dan murid-muridnya. Dia adalah imam bagi mereka dan pemimpin yang mereka teladani.

Semoga Allah merahmati orang yang berkata tentang pemimpin, pelopor, dan murabbi: “Jika engkau adalah imamku, maka jadilah di hadapanku.” Artinya: Selama engkau meridhai menjadi imam bagi selainmu, maka engkau harus selalu berada di depan mereka dalam ibadahmu, akhlakmu, kesungguhanmu, pemberianmu, dan segala keadaanmu secara keseluruhan.

Dari sini, jelaslah peran murabbi dalam proses pendidikan, bahkan peran dan pengaruhnya dalam membangun dakwah secara umum. Banyak harapan digantungkan padanya dalam membangun generasi dan mendidik para pemimpin. Sebesar pemahamannya dan penyerapannya akan perannya, serta kesadarannya akan besarnya apa yang dia lakukan berupa tugas-tugas dan konsekuensi-konsekuensi yang timbul dari hal itu, maka demikian pula perbuatannya, pengaruhnya, dan gerakannya –insya Allah– setelah taufik dari Allah kepadanya.

Berikut adalah beberapa tugas dan fungsi murabbi di jalan dakwah:

1. Menjadi teladan di hadapan saudara-saudaranya, dalam ibadahnya, akhlaknya, perilakunya, perkataannya, dan perbuatannya. Dan bentuk teladan yang paling baik adalah teladan praktis. “Karena kondisi seorang laki-laki di antara seribu laki-laki lebih kuat pengaruhnya dan lebih bermanfaat efeknya daripada perkataan seorang laki-laki di antara seribu laki-laki.” Laki-laki perkataan berbeda dengan laki-laki perbuatan.

2. Menghubungkan saudara-saudaranya dengan manhaj dan prinsip, dan bersemangat untuk menjaga hubungan saudara-saudaranya dengan pokok-pokok dan prinsip-prinsip dakwah ini, terutama sumbernya yang murni, serta biografi orang-orang saleh dan para dai mujahid.

Di antara tugas dasar seorang murabbi adalah menghubungkan saudara-saudaranya dengan Kitabullah, dan menghubungkan mereka dengan biografi Nabi mereka yang mulia ﷺ dan sunnah praktis serta perkataannya, serta biografi orang-orang saleh dan para dai terdahulu yang teguh, berkorban, dan berjihad di jalan ini. Di sinilah makna-makna rabbaniyyah terwujud dalam diri orang yang didakwahi ketika akalnya, hatinya, dan perilakunya terhubung dengan Kitabullah, sunnah Nabi-Nya yang terpercaya ﷺ, serta biografi orang-orang saleh, para ahli ibadah yang beramal, para dai, dan para mujahid.

3. Menundukkan saudara-saudaranya kepada ide, manhaj, dan prinsip, bukan kepada dirinya sendiri atau orang lain dari kalangan manusia. Dakwah tetap ada dan para dai binasa. Prinsip-prinsip tetap ada dan orang-orang lenyap. Konsekuensinya, individu berputar bersama kebenaran ke mana pun ia berputar. Seorang murabbi harus membiasakan dirinya sendiri dan saudara-saudaranya untuk selalu mencari kebenaran, mengikutinya, dan mengikat nasib dengannya. Dengan demikian, mereka akan bersamanya di mana pun ia berada, dan berputar dengannya ke mana pun ia berputar. Di saat yang sama, harus berhati-hati dari keterikatan dengan orang-orang.

4. Memperdalam prinsip-prinsip syariat dalam jiwa saudara-saudaranya dan membiasakan mereka untuk menampilkan segala sesuatu kepada syariat dan kebenaran. Dengan demikian, ia menjadi tolok ukur yang mereka rujuk. Konsekuensinya, saudara-saudaranya dididik untuk mengukur dan menimbang semua urusan mereka –baik yang bersifat dakwah maupun kehidupan– dengan tolok ukur dan timbangan syariat Yang Maha Bijaksana. Hasilnya, mereka tidak akan pernah sesat. (Sabda Nabi ﷺ): “Aku tinggalkan kepadamu apa yang jika kamu berpegang teguh padanya, niscaya kamu tidak akan tersesat setelahku selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan sunnahku.”

5. Memperdalam makna-makna persaudaraan dan cinta karena Allah di antara saudara-saudaranya. Karena persaudaraan adalah rahasia kekuatan, sebagaimana dikatakan Imam Al-Banna: “Ikatan kalian adalah rahasia kekuatan kalian.” Persaudaraan adalah fondasi kekuatan jamaah, kohesi batu-batanya, dan keterikatan anggota-anggotanya. Persaudaraan juga merupakan jalan menuju keridaan Allah dan perolehan pahala. Persaudaraan adalah sebab kita mendapatkan naungan di bawah naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: أَيْنَ الْمُتَحَابُّونَ بِجَلَالِي؟ الْيَوْمَ أُظِلُّهُمْ فِي ظِلِّي يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلِّي

“Sesungguhnya Allah berfirman pada hari kiamat: ‘Di manakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku menaungi mereka dalam naungan-Ku, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Ku.'” (HR. Muslim)

6. Pengenalan yang teliti dan mendalam terhadap saudara-saudaranya, melalui interaksi dan pergumulan yang nyata dengan mereka, kondisi-kondisi mereka, dan realitas mereka. Karena dalam hal itu terdapat peluang besar untuk mendidik dan memelihara mereka dengan baik. Karena pergumulan adalah fondasi pendidikan. Terlebih lagi, pergumulan memungkinkannya untuk mengenali masalah-masalah mereka secara dekat dan benar. Hal ini akan memudahkan baginya untuk membantu mereka dalam menyelesaikan masalah mereka dan mengatasi hambatan mereka. Pergumulan pendidikan sangat membantu murabbi dalam menemukan bakat-bakat dan potensi yang mereka miliki, dan selanjutnya berusaha untuk memberdayakan dan mengembangkannya.

Hal ini dibantu dengan mengaktifkan pilar-pilar keluarga, yaitu saling mengenal, saling memahami, dan solidaritas. Ini adalah hal-hal yang vital dalam pendidikan dakwah dan termasuk tugas-tugas utama seorang murabbi.

7. Bersemangat untuk saudara-saudaranya, memelihara mereka, dan terus-menerus berupaya menyelesaikan masalah-masalah mereka, terutama ketika masalah itu masih kecil. Janganlah ia lalai dari masalah-masalah mereka hingga menjadi besar dan bertambah parah, serta sulit dipecahkan. Tetapi, ia harus menanganinya dengan cepat dan merawatnya sejak dini. Ini adalah hak saudara-saudaranya atasnya. Selain itu, ia juga harus bersemangat untuk membuat saudara-saudaranya saling bekerja sama di antara mereka sendiri dalam mengatasi kesulitan mereka dan menghadapi masalah-masalah mereka. Karena dalam kerja sama itu terdapat pendekatan dan pelunakan hati di antara mereka jika mereka bekerja sama. Tidak ada salahnya menggunakan upaya individu kadang-kadang dalam menyelesaikan beberapa masalah individual pada salah seorang saudaranya.

Konsekuensinya, murabbi yang unggul adalah yang menggabungkan dua metode pendidikan: individual dan kolektif; baik secara umum dalam pendidikan maupun secara khusus dalam pemecahan masalah. Artinya, ia harus memiliki pandangan kolektif dalam mendidik saudara-saudaranya secara bersama-sama terhadap konsep-konsep, isu-isu, dan keterampilan bersama. Di saat yang sama, ketika ia mempraktikkan pendidikan kolektif, ia harus memiliki pandangan individual terhadap setiap dari mereka secara terpisah. Inilah yang disebut pendidikan individual. Karena individu-individu berbeda-beda dalam kemampuan mereka, interaksi mereka, bahkan masalah dan kondisi mereka. Dari sini muncul “prinsip perbedaan individu dalam proses pendidikan.”

8. Menanamkan dalam jiwa saudara-saudaranya kepercayaan terhadap manhaj, kepercayaan terhadap jalan, dan kepercayaan terhadap pimpinan. Hal ini dilakukan bersamaan dengan mendidik saudara-saudaranya untuk memberikan nasihat dan mengemukakan pendapat demi kebaikan dakwah dan menangkal kerusakan darinya. Dengan syarat bahwa nasihat tersebut sesuai dengan ketentuan syariat yang dikenal, dan melalui saluran-saluran serta mekanisme yang diterapkan. Karena nasihat dituntut dari semua orang dan untuk semua orang. Dari Tamim bin Aus Ad-Dari radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

الدِّينُ النَّصِيحَةُ

“Agama itu adalah nasihat.” Kami bertanya, “Untuk siapa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: لِلَّهِ، وَلِكِتَابِهِ، وَلِرَسُولِهِ، وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ، وَعَامَّتِهِمْ “Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan rakyatnya.” (HR. Muslim)

9. Mendorong semangat diskusi dan dialog di antara saudara-saudaranya, dengan landasan bahwa mereka adalah pemilik dakwah dan bukan karyawan di dalamnya. Juga mendidik saudara-saudaranya untuk berpikir demi dakwah mereka, mengemukakan usulan dan gagasan yang dapat meninggikan dan mengangkat dakwah tersebut. Dan hendaknya ia menanamkan dalam diri mereka prinsip kepemilikan dakwah ini. Artinya: bahwasanya dakwah ini adalah dakwah kita semua. Kita semua harus takut terhadapnya, kita semua harus berpikir dan mengusulkan untuknya, kita semua harus mengembangkannya, dan kita semua harus memikul beban dakwah ini. Karena barang siapa memiliki sesuatu, maka ia akan bersemangat terhadapnya, untuk memajukannya, dan mengembangkannya. Semua itu dalam kerangka persaudaraan, kepercayaan, dan beradab dengan adab kerja kolektif serta mekanismenya.

10. Bersemangat untuk mengaktifkan manhaj pendidikan dan mencapai tujuan-tujuannya yang komprehensif pada saudara-saudaranya, dalam semua bidangnya (kognitif, afektif, dan psikomotorik). Hendaknya ia menggunakan manhaj ini untuk memelihara yang terbaik di antara mereka, mendorong mereka, dan menguatkan keistimewaan mereka. Juga menggunakan manhaj ini untuk memecahkan masalah mereka yang terhambat di antara mereka, dan membantu mereka dalam mengatasi kesulitan-kesulitan mereka dengan lembut dan kelembutan. Dari sini, muncul pentingnya kaidah “pendidikan dengan tujuan dan hasil.” Kita melihat pengaruh manhaj secara menyeluruh dalam pendidikan individu. Masalah tidak berhenti pada kitab-kitab yang diajarkan atau teks-teks yang dihafalkan.

11. Murabbi adalah penghubung yang jujur antara pimpinan dan saudara-saudaranya (dalam dua arah: menurun dan menaik) dengan semangat yang sama. Artinya, seorang murabbi teladan harus menjadi logam yang baik untuk menghantarkan panas dan denyut dakwah dari dan kepada saudara-saudaranya. Maka segala sesuatu yang diminta pimpinan untuk disampaikan kepada individu, maka ia akan menyampaikannya, dengan penuh ketelitian, kejelasan, dan semangat. Dan segala sesuatu yang diminta saudara-saudaranya darinya untuk disampaikan kepada pimpinan, berupa klarifikasi, usulan, atau lainnya, maka ia wajib menyampaikannya apa adanya. Dan ia harus menunjukkan kepada individu jawaban yang memuaskan atas pertanyaan-pertanyaan mereka dan nasib usulan-usulan mereka, dengan penuh cinta, kepercayaan, dan persaudaraan yang saling menguntungkan.

12. Ia harus menjenguk saudara-saudaranya satu per satu, berusaha memenuhi kebutuhan mereka, dan merenungkan setiap urusan dari urusan-urusan mereka tanpa rasa jemu, dan dengan segala cinta dan kegembiraan. Hendaknya ia selalu menjadikan di depan matanya bimbingan Imam Al-Banna: “Pimpinan dalam dakwah Ikhwan memiliki hak seperti seorang ayah dengan ikatan hati, seperti seorang guru dengan manfaat keilmuan, seperti seorang syaikh dengan pendidikan spiritual, dan seperti seorang pemimpin berdasarkan kebijakan politik umum dakwah. Dan dakwah kita menggabungkan semua makna ini seluruhnya.” (Risalah At-Ta’lim)

Inilah sebagian tugas dan fungsi murabbi di jalan dakwah kita yang diberkahi. Masih ada sisa yang akan kita lanjutkan di artikel lain, insya Allah. Saya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menerima amal saleh dari kita dan dari kalian semua, dan agar Dia memberi kita semua keikhlasan dalam perkataan dan perbuatan, baik secara rahasia maupun terang-terangan. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Rasul kita dan teladan kita, Muhammad bin Abdullah ﷺ, serta kepada keluarganya, para sahabatnya, dan siapa pun yang mengikutinya. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.

Dr. Muhammad Hamid ‘Aliwah

Sumber: Tarbiyaa

Total
0
Shares
Share 0
Tweet 0
Share 0
Share 0
Topik berkaitan
  • Tugas Fungsi Pendidik
Anda Mungkin Juga Menyukai
D0wykae7tnkks00og8 800xauto
View Post
  • Wasathiyah

Ketekunan/Profesionalisme dalam Bekerja: Investasi yang Keuntungannya Dipanen Seumur Hidup

K634p0el8iokwgk8c0 800xauto
View Post
  • Wasathiyah

Tujuan Syariat tentang Kebebasan (Bagian 2)

1ts5ut2buv8ks0k4so 800xauto
View Post
  • Wasathiyah

Antara Asap Perang dan Harapan Fajar – Pembacaan Atas Pemandangan Dunia dari Teheran hingga Gaza

1ryknkc3gta8wc8cwo 800xauto
View Post
  • Wasathiyah

Kesetaraan Antara Laki-laki dan Perempuan… Sebuah Pandangan Islam

4r2zb29z5ksg84s08w 800xauto
View Post
  • Aqidah
  • Wasathiyah

Renungan Ketuhanan dan Sentuhan Keimanan

2ph6xu3mz0sgoc0g08 800xauto
View Post
  • Wasathiyah

Menghormati Kehendak Umat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk Anda Para Pembina Umat!
Iklan PPMT
Trending
  • 3d5q5pf4prwg8cws04 800xauto 1
    • Al-Qur'an
    • Wasathiyah
    Nilai-Nilai Pendidikan yang Digali dari Kisah-Kisah Surat Al-Kahf dan Pengaruhnya dalam Mempersiapkan Pemimpin serta Kebangkitan Umat Islam (Bagian 1)
    • 19.05.26
  • Hands 2
    • Akhlak
    Tolong-Menolong, Saling Membela, dan Saling Mengasihi
    • 19.05.26
  • 5854684 3
    • Akhbar Dauliyah
    Al-Qassam Ungkap Identitas Pelaku Upaya Penangkapan Tentara Israel di Timur Khan Younis
    • 19.05.26
  • 12sdf21 1779091900 e1779091918502 4
    • Akhbar Dauliyah
    Pertarungan Narasi: Washington Hukum Armada Ketahanan dan Buru Ikhwanul Muslimin
    • 20.05.26
  • تركواز بوست المال 5
    • Akhlak
    Cinta Harta, Kedudukan, dan Jabatan
    • 20.05.26
  • 3e05e8f8 8637 4538 a083 2655c172f41a(4) 6
    • Tokoh Islam
    • Wasathiyah
    Mendengarkan Syekh Al-Banna
    • 20.05.26

Forum Dakwah & Tarbiyah Islamiyah adalah Perkumpulan yang didirikan untuk menggalakan kegiatan dakwah dan pembinaan kepada masyarakat secara jelas, utuh, dan menyeluruh.

Forum ini berupaya menyampaikan dakwah dan tarbiyah Islamiyah kepada masyarakat melalui berbagai macam kegiatan dakwah.

Kegiatan dakwah FDTI dilandasi keyakinan bahwa peningkatan iman dan taqwa tidak mungkin dapat terwujud kecuali dengan melakukan aktivitas nasyrul hidayah (penyebaran petunjuk agama), nasyrul fikrah (penyebaran pemahaman agama), dan amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan melarang kemungkaran).

Tag
Afghanistan Al-Aqsha Amerika Arab Saudi Arbain Nawawiyah AS covid-19 Dr. Yusuf Al-Qaradhawi Erdogan Gaza hadits arbain haji Hamas hizbullah Ikhwanul Muslimin india Irak Iran Israel Kemenag Lebanon Ma'rifatul Islam materi tarbiyah Mesir Muhammadiyah MUI Nahdlatul Ulama Pakistan Palestina Penjajah Israel Persis pks qawaidud da'wah Ramadhan Rusia Saudi Arabia Sudan Suriah Taliban Tunisia Turki ushulul Islam Wasathiyah Yaman Yusuf Al-Qaradhawi
Komentar Terbaru
  • Ghusni Darodjatun pada Ahdafut Tarbiyah
  • Susi pada Hadits 12: Meninggalkan yang Tidak Bermanfaat
  • Supriadi pada Al-Ihsan
  • Tata pada Urutan Khilafah Sepanjang Sejarah Islam
  • Halimah Ayu Lestari pada Ahammiyatus Syahadatain (Pentingnya Dua Kalimat Syahadat)
  • Zidnialkelisa pada Al-Mukhtashar fi Tafsir Al-Qur’anul Karim: QS. Al-Baqarah ayat 6 – 20

Input your search keywords and press Enter.