YOGYAKARTA – “Dalam bisnis, kegagalan sudah menjadi hal biasa” pernyataan ini seakan sering kita dengar, bahkan juga dialami khususnya ketika kita sedang menjalankan sektor perekonomian dan bisnis.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy dalam Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia 2026 yang menjadi rangkaian utama dalam acara Rapat Koordinasi Nasional, Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang digelar 2 hari, 5-6 Januari 2026.
“Gagal itu biasa. Jadi kalau kita berkali-kali gagal, itu tanda kalau kita akan berhasil,” jelas Muhadjir saat membuka acara Rakernas MEBP pada Kamis (5/2).
Muhadjir menekankan, untuk menjalankan sektor bisnis, hal terpenting yang perlu ditekankan adalah tentang bagaimana pelaku bisnis di Muhammadiyah berani mengambil risiko ketika menjalankan bisnisnya.
“Pengelolaan bisnis di Muhammadiyah itu masih dikelola safe player. Belum terbentuk mental berani gagal, berani ambil risiko,” tegasnya.
Social Coorporate Sebagai Watak Bisnis Muhammadiyah
Lebih jauh, Muhadjir turut mengungkap bahwa Muhammadiyah dalam pengelolaan bisnisnya berkiblat kepada konsep bisnis “Social Coorporate”. Hal ini, menurut Muhadjir, seakan sudah menjadi watak dan karakter bisnis Muhammadiyah.
“Artinya, bisnis Muhammadiyah ini bukan dikelola untuk meraih keuntungan pribadi. Tapi, hasil keuntungan ini digunakan untuk kepentingan masyarakat, untuk kemaslahatan seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Dari pemaparan di atas mengenai “Social Coorporate”, Muhadjir mengajak seluruh warga persyarikatan untuk membangun bisnis yang terlembaga, profesional, dan berkelanjutan, dengan orientasi manfaat sosial yang luas.
Maka dari itu, pilar ketiga Muhammadiyah yaitu “Pilar Ekonomi” perlu terus menjadi perhatian penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang kokoh untuk Muhammadiyah di masa depan.
“Ini perlu terus kita dorong. Kita upayakan agar terus berjalan dengan kokoh. Menetapkan diri, bukan ditetapkan, bertekat untuk terus menjadikan ekonomi sebagai pilar ketiga setelah pilar-pilar lainnya (pendidikan dan kesehatan),” pungkas Muhadjir. (Bhisma)
Sumber : Muhammadiyah.or.id




