Gaza, 30 Desember 2025 – Sayap militer Hamas, Brigade Izzudin al-Qassam, pada Senin (29 Desember 2025) secara resmi mengonfirmasi syahidnya Abu Ubaidah dalam serangan udara Israel pada Agustus lalu di Gaza. Pengumuman ini menandai berakhirnya era sosok misterius yang selama hampir dua dekade menjadi suara perlawanan Palestina, selalu tampil dengan wajah tertutup keffiyeh merah khas Palestina.
Nama asli Abu Ubaidah adalah Hudzaifah Samir Abdullah al-Kahlout. Setelah konfirmasi kematiannya, keluarga dan Hamas merilis foto-foto wajah aslinya untuk pertama kalinya. Selama ini, identitasnya dirahasiakan ketat untuk alasan keamanan, membuatnya dikenal sebagai “sosok bertopeng” yang simbolis dalam narasi perlawanan.
Israel sebelumnya telah mengklaim membunuhnya pada 31 Agustus 2025, namun Hamas baru mengonfirmasi sekarang, bersamaan dengan penunjukan juru bicara baru yang juga menggunakan gelar “Abu Ubaidah” untuk menegaskan kelanjutan perjuangan.
Dalam pernyataan perpisahan yang penuh emosional, Hamas menyatakan:
“Jika salah seorang seorang pemimpin kami syahid, akan ada yang menggantikannya. Pemimpin yang akan melanjutkan perjuangan dan menjadi contoh bagi kami. Istirahatlah dengan tenang, wahai Abu Ubaidah. Jiwa sucimu akan tetap hidup dan berdetak dengan semangat perlawanan dan jihad. Gambarmu yang mulia akan tetap tertanam dalam hati rakyat, bangsa, dan para pejuang kemerdekaan di seluruh dunia. Suaramu yang gahar tentang kebebasan dan kemerdekaan akan terus bergema di seluruh dunia dan tertanam dalam kenyataan, menandakan berakhirnya pendudukan dan pembebasan tanah dan tempat-tempat suci kita.”
Abu Ubaidah dikenal sebagai figur karismatik yang menyampaikan update operasional militer, negosiasi, dan pesan-pesan tegas selama konflik berkepanjangan di Gaza. Kematiannya menjadi salah satu kerugian besar bagi Hamas, meski kelompok ini menekankan bahwa perlawanan akan berlanjut tanpa terganggu.
Pengumuman ini disampaikan di tengah gencatan senjata rapuh di Gaza, di mana ribuan korban jiwa telah jatuh sejak eskalasi perang dua tahun terakhir.





