Rencana perundingan langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang sempat di ambang kehancuran akhirnya kembali ke jalurnya. Berdasarkan laporan eksklusif dari situs berita Axios yang mengutip pejabat Amerika, desakan dari sembilan pemimpin negara Arab dan Muslim menjadi kunci penyelamatan pertemuan yang dijadwalkan pada hari Jumat (6/2) di Maskat, Oman.
Menurut laporan tersebut, para pemimpin regional tersebut secara aktif mengirim pesan kepada pemerintahan Presiden Donald Trump, mendesak agar pertemuan tetap dilangsungkan dan tidak dibatalkan. Mereka meminta agar AS memberi kesempatan untuk mendengar langsung apa yang akan diajukan oleh pihak Iran. Seorang pejabat AS menyatakan bahwa pemerintahan Trump akhirnya menyetujui untuk melanjutkan rencana pertemuan tersebut “sebagai penghormatan atas permintaan sekutu-sekutunya di kawasan.”
Lokasi Perundingan: Kemenangan Diplomatik untuk Iran
Keputusan untuk tetap bertemu juga mencakup konsesi dari pihak AS mengenai tempat pelaksanaan. Iran bersikukuh agar perundingan diadakan di Oman, sementara AS awalnya menginginkan pertemuan di Istanbul, Turki. Axios melaporkan bahwa AS akhirnya menerima keinginan Iran untuk bertemu di Maskat, yang menunjukkan fleksibilitas di bawah tekanan diplomatik dari sekutu regional.
Peringatan Militer Trump dan Konfirmasi Iran
Pengumuman kesepakatan untuk kembali ke meja perundingan ini muncul hanya beberapa saat setelah Presiden Trump mengeluarkan peringatan keras terhadap Iran. Dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Trump memperingatkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei “harus sangat khawatir,” dan menegaskan bahwa AS “akan mengirim pesawat tempur lagi” jika Iran mencoba menghidupkan kembali program nuklirnya.
Namun, tak lama setelah pernyataan Trump, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian justru mengonfirmasi jadwal perundingan. Melalui akun X (sebelumnya Twitter), Amir-Abdollahian menyatakan bahwa perundingan nuklir dengan AS dijadwalkan di Maskat sekitar pukul 10 pagi waktu setempat pada hari Jumat, seraya menyampaikan terima kasih kepada Omani atas segala pengaturannya.
Delegasi AS dan Agenda Perjalanan
Diharapkan, utusan khusus AS untuk Iran, Steve Witkof, akan melakukan perjalanan ke kawasan untuk pertemuan tersebut. Rencananya, Witkof akan ditemani oleh Jared Kushner, menantu dan penasihat senior Presiden Trump. Mereka dijadwalkan melakukan pembicaraan terkait Iran dengan Perdana Menteri Qatar pada hari Kamis (5/2) di Doha, sebelum kemudian terbang ke Oman untuk menghadiri pertemuan dengan delegasi Iran pada hari Jumat.
Perkembangan ini menandai dinamika diplomatik yang kompleks, di mana ancaman militer dan desakan perdamaian dari negara-negara tetangga berjalan beriringan, dengan harapan dapat meredakan ketegangan yang telah berlangsung lama di kawasan.
Diansir dari : Al Jazeera.





