Abu Hatim Radhiyallahu ‘Anhu berkata:
الْوَاجِبُ عَلَى الْعَاقِلِ أَنْ يَسْتَمِيلَ قُلُوبَ النَّاسِ إِلَيْهِ بِالْمُزَاحِ وَتَرْكِ التَّعَبُّسِ. وَالْمُزَاحُ عَلَى ضَرْبَيْنِ: فَمُزَاحٌ مَحْمُودٌ وَمُزَاحٌ مَذْمُومٌ. فَأَمَّا الْمُزَاحُ الْمَحْمُودُ فَهُوَ الَّذِي لَا يَشُوبُهُ مَا كَرِهَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، وَلَا يَكُونُ بِإِثْمٍ وَلَا قَطِيعَةِ رَحِمٍ. وَأَمَّا الْمُزَاحُ الْمَذْمُومُ فَالَّذِي يُثِيرُ الْعَدَاوَةَ، وَيَذْهَبُ الْبَهَاءَ، وَيَقْطَعُ الصَّدَاقَةَ، وَيُجَرِّئُ الدَّنِيءَ عَلَيْهِ، وَيَحْقِدُ الشَّرِيفُ بِهِ
Kewajiban bagi orang berakal adalah menjadikan hati manusia cenderung kepadanya dengan bergurau dan tidak cemberut. Bergurau itu ada dua macam: yang terpuji dan yang tercela.
Adapun bergurau yang terpuji adalah yang tidak dinodai oleh hal-hal yang dibenci Allah ‘Azza wa Jalla, tidak mengandung dosa, dan tidak memutuskan silaturahmi.
Adapun bergurau yang tercela adalah yang menimbulkan permusuhan, menghilangkan kewibawaan, memutuskan persahabatan, membuat orang hina berani kepadanya, dan menyebabkan orang mulia mendendam karenanya.
(Imam Abu Hatim bin Hibban At-Tamimi Ad-Darimi Al-Busti, Rauḍatul ‘Uqalā wa Nuzhatul Fuḍalā’, hlm. 77, Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah)
Sumber: Alfahmu.id – Website Resmi Ustadz Farid Nu’man.





