Israel telah melakukan 5.140 pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata Gaza yang berlaku sejak 10 Okt. 2025, membunuh 1.421 warga Palestina, kata Kantor Media Pemerintah pada hari Selasa, seraya memperingatkan akan terjadinya bencana kemanusiaan yang kian dekat seiring mendekatnya musim dingin.
“Kondisi kemanusiaan dan bantuan di Jalur Gaza telah menjadi berbahaya dan katastrofik, membahayakan ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi dengan konsekuensi mematikan,” kata kantor tersebut dalam sebuah pernyataan.
Pihaknya menampik klaim Israel bahwa pasokan yang memadai telah diizinkan masuk ke Gaza sebagai hal yang “mensesatkan.”
“Israel hanya mengizinkan 35% dari jumlah truk yang disepakati yang membawa bantuan kemanusiaan, logistik, dan bahan rekonstruksi untuk memasuki wilayah kantong tersebut,” kata kantor tersebut. “Hanya 72.826 truk yang diizinkan masuk dari 210.600 truk bantuan kemanusiaan, logistik, dan bahan rekonstruksi yang seharusnya masuk berdasarkan perjanjian tersebut.
“Hanya 13.785 orang yang telah mampu meninggalkan atau memasuki wilayah kantong tersebut dari 35.000 orang yang diperkirakan akan bepergian, yang mewakili tingkat kepatuhan tidak lebih dari 39%,” kata kantor tersebut.
Pada hari Senin, citra terbaru di Google Maps mengungkapkan transformasi dramatis dari lanskap perkotaan Gaza, dengan kehancuran yang meluas melampaui bangunan individu hingga mencakup seluruh blok pemukiman, meninggalkan area kosong yang luas di mana lingkungan berpenduduk padat pernah berdiri.
Penilaian satelit terbaru oleh Pusat Satelit PBB (UNOSAT) menemukan bahwa lebih dari 201.000 bangunan, setara dengan 82% dari seluruh struktur di Jalur Gaza, telah rusak.
Sejumlah besar warga Palestina terus tinggal di tenda-tenda, tempat penampungan sementara, atau bangunan yang rusak di tengah kekurangan bahan tempat tinggal dan kesulitan memperbaiki rumah sebelum musim hujan tiba.
PBB memperkirakan bahwa 1,98 juta warga Palestina di Gaza membutuhkan bantuan terkait tempat tinggal dari total populasi sekitar 2,1 juta jiwa.
Layanan dasar juga tetap berada di bawah tekanan berat. PBB memperkirakan bahwa 91% rumah tangga yang tercakup dalam penilaian terbaru menghadapi krisis air tingkat sedang hingga parah, sementara sektor kesehatan terus beroperasi dengan kapasitas terbatas karena kerusakan pada rumah sakit serta kekurangan peralatan dan pasokan.
Upaya pemulihan terus berlanjut terlepas dari dampak perang yang berkepanjangan dan korban jiwa yang dilaporkan setelah gencatan senjata berlaku pada 10 Okt. 2025.
Sejak Oktober 2023, tentara Israel telah membunuh lebih dari 74.000 orang dan melukai lebih dari 175.000 orang dalam perang genosida yang juga telah meninggalkan seluruh Jalur Gaza dalam puing-puing kehancuran.
Pada bulan Agustus, sebuah komite independen Palestina yang ditugaskan untuk mengelola urusan Gaza mengelar pertemuan dengan lembaga-lembaga PBB untuk mengoordinasikan rencana pemulihan dini dan mengidentifikasi intervensi prioritas sebagai bagian dari upaya untuk beralih dari tanggap darurat kemanusiaan menuju pemulihan layanan dan pembangunan kembali wilayah kantong tersebut.
Sumber: Anadolu





