TEPI BARAT, 2 Mei 2026 — Pasukan pendudukan Israel melancarkan serangkaian operasi penggerebekan yang menargetkan beberapa wilayah di Tepi Barat pada Jumat malam, yang disertai dengan bentrokan dengan pemuda-pemuda Palestina dan penutupan toko-toko.
Kantor berita Anadolu mengutip sumber-sumber lokal yang mengatakan bahwa pasukan Israel menggerebek Kamp Al-Dheisheh serta Kota Teqoa dan Al-Khadr, tenggara Bethlehem, selatan Tepi Barat. Hal ini menyebabkan bentrokan meletus di pintu masuk kamp, disertai dengan peluncuran granat kejut dan gas air mata.
Di utara Tepi Barat, sebuah pasukan pendudukan menggerebek Lingkungan Al-Bayader di Kota Jenin dan melepaskan granat gas ke arah pemuda-pemuda Palestina, tanpa laporan tentang korban luka.
Di Tepi Barat tengah, pasukan pendudukan menggerebek Desa Deir Jarir, timur laut Ramallah, Kamp Qalandia, dan Desa Kafr Aqab, utara Yerusalem, serta Desa Beit Ummar, utara Hebron, selatan Tepi Barat. Pasukan menutup sejumlah toko dan menghalangi pergerakan warga.
Pasukan juga menggerebek Desa Sa’ir, utara Hebron, dengan sejumlah kendaraan militer, sementara mereka kemudian mundur dari Desa Silwad, timur Ramallah, setelah melakukan penggerebekan di daerah tersebut.
Tepi Barat dan Yerusalem yang diduduki telah menyaksikan peningkatan operasi militer Israel, termasuk penggerebekan, penangkapan, tembakan, dan penggunaan kekuatan berlebihan.
Sekitar 750.000 pemukim Israel tinggal di 141 permukiman dan 224 pos terdepan di Tepi Barat, termasuk sekitar 250.000 di Yerusalem Timur, yang dianggap PBB sebagai bagian dari wilayah Palestina yang diduduki.
Sejak Oktober 2023, serangan tentara Israel dan para pemukim di Tepi Barat telah mengakibatkan sedikitnya 1.155 warga Palestina tewas sebagai syahid, sekitar 11.750 lainnya terluka, dan hampir 22.000 orang ditangkap, menurut data resmi Palestina.
Sumber: Al Jazeera





