RISALAH
  • Ta’aruf
    • RISALAH.ID
    • FDTI
    • Syarah Rasmul Bayan
    • Kontak Kami
  • Materi Tarbiyah
    • Ushulul Islam (T1)
    • Ushulud Da’wah (T2)
    • Kurikulum FDTI
      • Kelas 1
        • Mentoring
        • Penugasan
        • Majelis Rohani
        • Bina Wawasan
        • Kultum
        • Seminar
        • Taushiyah Pembina
      • Kelas 2
        • Mentoring
        • Penugasan
        • Majelis Rohani
        • Bina Wawasan
        • Seminar
      • Kelas 3
        • Mentoring
        • Penugasan
        • Majelis Rohani
        • Seminar
        • Diskusi Wawasan Islam
      • Kelas 4
        • Mentoring
        • Majelis Rohani
        • Seminar
        • Diskusi Wawasan Islam
    • Akademi Tarbiyah Islamiyah
      • Materi Taklim
      • Materi Majelis Rohani
      • Materi Bina Wawasan
      • Materi Nadwah
    • Al-Arba’un An-Nawawiyah
  • Download
    • Buku Materi
    • Buku dan Materi Presentasi Bahasa Arab
      • Durusul Lughah Al-Arabiyah
      • PowerPoint Durusul Lughah Al-Arabiyah
    • Majalah
    • Power Point Materi Taklim
  • Donasi
Kategori
  • Akhbar Dauliyah (1,049)
  • Akhlak (134)
  • Al-Qur'an (79)
  • Aqidah (169)
  • Dakwah (35)
  • Fikrah (1)
  • Fikrul Islami (43)
  • Fiqih (193)
  • Fiqih Dakwah (76)
  • Gerakan Pembaharu (23)
  • Hadits (107)
  • Ibadah (13)
  • Kabar Umat (437)
  • Kaifa Ihtadaitu (6)
  • Keakhwatan (7)
  • Kisah Nabi (11)
  • Kisah Sahabat (4)
  • Masyarakat Muslim (14)
  • Materi Khutbah dan Ceramah (78)
  • Musthalah Hadits (3)
  • Rumah Tangga Muslim (12)
  • Sejarah Islam (198)
  • Senyum (2)
  • Taujihat (25)
  • Tazkiyah (45)
  • Tokoh Islam (20)
  • Ulumul Qur'an (7)
  • Uncategorized (5)
  • Wasathiyah (137)
0
2K
RISALAH
Subscribe
RISALAH
  • Ta’aruf
    • RISALAH.ID
    • FDTI
    • Syarah Rasmul Bayan
    • Kontak Kami
  • Materi Tarbiyah
    • Ushulul Islam (T1)
    • Ushulud Da’wah (T2)
    • Kurikulum FDTI
      • Kelas 1
        • Mentoring
        • Penugasan
        • Majelis Rohani
        • Bina Wawasan
        • Kultum
        • Seminar
        • Taushiyah Pembina
      • Kelas 2
        • Mentoring
        • Penugasan
        • Majelis Rohani
        • Bina Wawasan
        • Seminar
      • Kelas 3
        • Mentoring
        • Penugasan
        • Majelis Rohani
        • Seminar
        • Diskusi Wawasan Islam
      • Kelas 4
        • Mentoring
        • Majelis Rohani
        • Seminar
        • Diskusi Wawasan Islam
    • Akademi Tarbiyah Islamiyah
      • Materi Taklim
      • Materi Majelis Rohani
      • Materi Bina Wawasan
      • Materi Nadwah
    • Al-Arba’un An-Nawawiyah
  • Download
    • Buku Materi
    • Buku dan Materi Presentasi Bahasa Arab
      • Durusul Lughah Al-Arabiyah
      • PowerPoint Durusul Lughah Al-Arabiyah
    • Majalah
    • Power Point Materi Taklim
  • Donasi
  • Aqidah

Sesungguhnya Allah Maha Baik, Tidak Menerima Kecuali yang Baik

  • 19-03-2026
  • No comments
Yusuf al Qaradawi

Dr. Yusuf Qaradhawi

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا، وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ، فَقَالَ

*”Sesungguhnya Allah Maha Baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang beriman dengan apa yang diperintahkan-Nya kepada para rasul. Allah berfirman:

: {يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ} [المؤمنون: 51]

{Wahai para rasul, makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah amal saleh. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan} (QS. Al-Mu’minun: 51). Dan Allah berfirman:

إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ} [البقرة: 172]، ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ، يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ وَقَالَ: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ لِذَلِكَ؟

{Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya} (QS. Al-Baqarah: 172). Kemudian beliau menyebutkan tentang seseorang yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut, berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa, ‘Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku!’ Padahal, makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dibesarkan dengan makanan haram. Maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan?”* (1)

Makna “Baik”

“Baik” di sini berarti suci dan bersih. Allah Mahasuci, Mahabersih, Mahakudus. Dia tersifati dengan segala kesempurnaan dan tersucikan dari segala kekurangan dan cacat.

Allah Mahabaik, tidak menerima kecuali yang baik. Dia tidak menerima amal kecuali yang baik, tidak menerima ucapan kecuali yang baik, tidak menerima keyakinan kecuali yang baik, dan tidak menerima seorang hamba di sisi-Nya kecuali yang baik.

Ucapan yang buruk tidak diterima di sisi Allah, amal yang buruk tidak diterima di sisi Allah, dan manusia yang buruk tidak diterima di sisi Allah. Semua hal ini terbagi menjadi baik dan buruk. Allah berfirman:

قُل لَّا يَسْتَوِي الْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيثِ

“Katakanlah (Muhammad), ‘Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu.'” (QS. Al-Ma’idah: 100)

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ * تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ * وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِن فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٍ

“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit, (pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.” (QS. Ibrahim: 24-26)

Ucapan yang baik diterima di sisi Allah:

إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ

“Kepada-Nyalah naik ucapan-ucapan yang baik, dan amal kebajikan Dia akan mengangkatnya.” (QS. Fathir: 10)

Manusia yang baik diterima di sisi Allah, sedangkan manusia yang buruk ditolak dan dibenci oleh Allah. Tidak akan masuk surga kecuali yang baik.

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

“(Yaitu) orang-orang yang ketika malaikat mencabut nyawanya dalam keadaan baik, mereka (malaikat) berkata kepadanya, ‘Selamat sejahtera bagimu, masuklah ke dalam surga disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.'” (QS. An-Nahl: 32)

Di sana, para penjaga surga masuk menemui mereka dengan memberi hormat dan memuliakan mereka seraya berkata:

سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

“Selamat sejahtera atasmu! Berbahagialah kamu! Maka masuklah ke dalam surga, kamu kekal di dalamnya.” (QS. Az-Zumar: 73)

Adapun orang yang hatinya buruk, amalnya buruk, dan keyakinannya buruk, maka mustahil, sungguh mustahil ia dapat mencapai air surga atau memakan buah-buahannya. Ia harus membersihkan dan menyucikan hatinya, baik dengan air mata dan taubat di dunia, maupun dengan api akhirat.

Allah Tidak Menerima Harta yang Buruk

Allah tidak menerima amal kecuali yang baik, terlebih lagi sedekah. Sesungguhnya Allah hanya menerima sedekah yang baik. Jika seseorang memperoleh hartanya dari sumber yang haram, dari keburukan, dari yang terlarang, maka Allah tidak akan menerima sedekah yang ia keluarkan. Bagaimana mungkin Dia menerima sedekah dari harta yang buruk? Islam tidak berkata kepada orang yang memperoleh harta dari sumber haram dan terlarang: “Bersedekahlah dengannya, dan infakkanlah di jalan Allah.” Sebaliknya, Islam berkata kepadanya: “Sucikanlah hartamu terlebih dahulu. Kembalikanlah kepada pemiliknya. Kembalikanlah kepada orang-orang yang telah kamu zalimi dan kamu ambil hartanya tanpa hak.” Karena itulah, Imam Muslim meriwayatkan dari Nabi ﷺ sabdanya:

لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ، وَلَا صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ

“Tidak diterima shalat tanpa bersuci, dan tidak diterima sedekah dari harta curian (ghulul).” (2)

Ghulul adalah khianat dan mengambil harta umum, seperti harta rampasan perang, harta negara, dan lainnya.

Sedekah yang Balasannya Surga

Barangsiapa mengambil harta dengan cara haram, lalu ingin menginfakkannya di jalan kebaikan, misalnya membangun masjid, menjalankan proyek amal, atau bersedekah kepada orang miskin, maka Allah tidak akan pernah menerimanya. Pernah ditanyakan kepada Abu Darda’ r.a. tentang orang yang melakukan hal demikian, maka ia menjawab: “Perumpamaan orang yang melakukan itu seperti orang yang mengambil harta anak yatim, lalu ia membelanjakan pakaian untuk seorang janda.” (3) Artinya, siapa yang memakan harta anak yatim, sesungguhnya ia menelan api ke dalam perutnya dan akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala. Lalu bagaimana ia mengambil harta tanpa hak untuk memberi pakaian kepada seorang janda? Hendaknya ia membersihkan makanan (sumber penghidupan)-nya terlebih dahulu, dan mencari penghasilan yang halal. Karena itulah, dalam hadis yang mulia disebutkan:

مَنْ كَسَبَ مَالًا مِنْ حَرَامٍ، فَتَصَدَّقَ بِهِ، لَمْ يَكُنْ لَهُ فِيهِ أَجْرٌ، وَكَانَ إِصْرُهُ عَلَيْهِ

“Barangsiapa mencari harta dari sumber haram, lalu ia menyedekahkannya, maka tidak ada pahala baginya, dan dosanya tetap ditanggungnya.” (4)

Dosa dan siksa tetap ditanggungnya, dan ia tidak mendapatkan pahala atau ganjaran dari sedekah atau infak itu. Karena pada hakikatnya, ia bersedekah dengan harta yang bukan miliknya, dengan sesuatu yang tidak ia miliki. Sebab, harta haram itu tidak dapat dimiliki. Meskipun harta itu tetap berada dalam genggaman orang yang mengambilnya tanpa hak, meskipun berlangsung bertahun-tahun lamanya, dalam Islam berlalunya waktu tidak menghalalkan yang haram, tidak membolehkan yang terlarang, dan tidak menghilangkan sifat asli dari pencurian itu.

Beberapa hukum buatan manusia menetapkan bahwa jika kepemilikan tidak sah berada di tangan pemiliknya dalam jangka waktu tertentu, baik panjang maupun pendek, maka harta itu menjadi miliknya, dan asal-usul harta itu dimaafkan! Namun Islam sama sekali tidak menganggap demikian, dan tidak menganggap harta yang asalnya haram, serta tidak mengakuinya meskipun waktu telah berlalu lama. Harta haram, sebanyak apa pun seseorang bersedekah atau menginfakkannya, atau mendirikan proyek-proyek kebaikan dan kebajikan dengannya, Allah tidak akan menerimanya.

Allah Tidak Menerima Kecuali yang Baik.. Maka Bersihkanlah Makanan dan Penghasilan Kalian Terlebih Dahulu

Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ قَسَمَ بَيْنَكُمْ أَخْلَاقَكُمْ كَمَا قَسَمَ بَيْنَكُمْ أَرْزَاقَكُمْ، وَإِنَّ اللَّهَ يُعْطِي الدُّنْيَا مَنْ يُحِبُّ وَمَنْ لَا يُحِبُّ، وَلَا يُعْطِي الْإِيمَانَ إِلَّا مَنْ يُحِبُّ، فَمَنْ أَعْطَاهُ اللَّهُ الْإِيمَانَ فَقَدْ أَحَبَّهُ، ثُمَّ قَالَ: وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَا يُسْلِمُ عَبْدٌ حَتَّى يُسْلِمَ قَلْبُهُ وَلِسَانُهُ، وَلَا يُؤْمِنُ حَتَّى يَأْمَنَ جَارُهُ بَوَائِقَهُ. قَالُوا: وَمَا بَوَائِقُهُ؟ قَالَ: غَشْمُهُ وَظُلْمُهُ، ثُمَّ قَالَ: وَلَا يَكْسِبُ عَبْدٌ مَالًا مِنْ حَرَامٍ، فَيَتَصَدَّقَ بِهِ، فَيُقْبَلَ مِنْهُ، وَلَا يُنْفِقَ مِنْهُ فَيُبَارَكَ لَهُ فِيهِ، وَلَا يَتْرُكَهُ خَلْفَ ظَهْرِهِ إِلَّا كَانَ زَادَهُ إِلَى النَّارِ، إِنَّ اللَّهَ لَا يَمْحُو السَّيِّئَ بِالسَّيِّئِ، وَلَكِنْ يَمْحُو السَّيِّئَ بِالْحَسَنِ، إِنَّ الْخَبِيثَ لَا يَمْحُو الْخَبِيثَ

“Sesungguhnya Allah membagi-bagikan akhlak di antara kalian sebagaimana Dia membagi-bagikan rezeki di antara kalian. Sesungguhnya Allah memberi dunia kepada orang yang Dia cintai dan kepada orang yang tidak Dia cintai. Akan tetapi, Dia tidak memberi agama (iman) kecuali kepada orang yang Dia cintai. Barangsiapa diberi agama oleh Allah, maka sungguh Dia telah mencintainya. Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seorang hamba tidak akan berserah diri (menjadi muslim) sehingga hati dan lisannya berserah diri (tunduk).” Dalam riwayat lain: “Seorang hamba tidak akan selamat sehingga hati dan lisannya selamat, dan tidak akan beriman sehingga tetangganya aman dari kejahatannya.” Para sahabat bertanya, “Apa itu kejahatannya?” Beliau menjawab, “Kecurangannya dan kezalimannya.” Kemudian beliau bersabda: “Dan tidaklah seorang hamba mencari harta dari sumber haram, lalu ia bersedekah dengannya, maka sedekah itu diterima darinya; atau ia menginfakkannya, lalu diberkahi untuknya; atau ia meninggalkannya di belakang punggungnya (ketika mati), melainkan harta itu akan menjadi bekalnya menuju neraka. Sesungguhnya Allah tidak menghapus keburukan dengan keburukan, tetapi Dia menghapus keburukan dengan kebaikan. Sesungguhnya yang buruk tidak dapat menghapus yang buruk.” (5)

Jika seseorang mencari hartanya dengan cara haram, lalu ia ingin menyucikannya dengan bersedekah, maka ia seperti orang yang mencuci kotoran dengan air kencing. Tidak mungkin kotoran itu dapat dibersihkan dengan benda najis ini. Sesungguhnya sedekah itu bermanfaat jika berasal dari penghasilan yang baik. Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ – وَلَا يَقْبَلُ اللَّهُ إِلَّا الطَّيِّبَ – فَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ، ثُمَّ يُرَبِّيهَا لِصَاحِبِهِ، كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ، حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الْجَبَلِ

“Barangsiapa bersedekah senilai sebutir kurma -dengan yang setara atau senilai sebutir kurma- dari penghasilan yang baik -dan Allah tidak menerima kecuali yang baik- maka sungguh Allah menerimanya dengan tangan kanan-Nya, lalu mengembangkannya untuk pemiliknya, sebagaimana salah seorang dari kalian mengembangkan anak kuda kecilnya, hingga (pahala sedekah) itu menjadi seperti gunung.” (6)

Adapun penghasilan yang haram, ia tidak akan laku di sisi Allah dan tidak akan diterima. Seseorang mencari hartanya dari sumber haram, dari perampasan, dari pencurian, dari suap. Ia mencari hartanya dari cara-cara yang buruk dan sumber-sumber yang kotor itu. Kemudian ia mencoba memperdaya Allah, lalu datang berinfak dan bersedekah. Padahal, Allah tidak bisa diperdaya, dan Allah tidak akan menerima barang palsu. Sesungguhnya Allah Mahabaik, tidak menerima kecuali yang baik.

Diriwayatkan dalam sebuah hadis:

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَخْرُجُ حَاجًّا بِنَفَقَةٍ طَيِّبَةٍ، فَيَضَعُ رِجْلَهُ فِي الْغَرْزِ، فَيَقُولُ: لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، فَيُنَادِيهِ مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ: لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ، نَفَقَتُكَ حَلَالٌ، وَزَادُكَ حَلَالٌ، وَحَجُّكَ مَبْرُورٌ غَيْرُ مَأْزُورٍ. وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَخْرُجُ بِالنَّفَقَةِ الْخَبِيثَةِ، فَيَضَعُ رِجْلَهُ فِي الْغَرْزِ، فَيَقُولُ: لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، فَيُنَادِيهِ مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ: لَا لَبَّيْكَ وَلَا سَعْدَيْكَ، نَفَقَتُكَ حَرَامٌ، وَزَادُكَ حَرَامٌ، وَحَجُّكَ غَيْرُ مَبْرُورٍ

“Jika seseorang pergi berhaji dengan bekal yang baik, lalu ia meletakkan kakinya di sanggurdi (pijakan kaki di kendaraan) dan mengucapkan, ‘Labbaik Allahumma Labbaik (Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu),’ maka berserulah penyeru dari langit, ‘Labbaik wa sa’daik (Kabulkan dan bahagiakanlah engkau), bekalmu halal, kendaraanmu halal, dan hajimu mabrur (diterima) bukan ma’zur (ditolak).’ Sebaliknya, jika ia pergi dengan bekal yang buruk (haram), lalu ia meletakkan kakinya di sanggurdi dan mengucapkan, ‘Labbaik,’ maka berserulah penyeru dari langit, ‘Tidak ada pemenuhan dan tidak ada kebahagiaan bagimu, bekalmu haram, nafkahmu haram, dan hajimu tidak mabrur (diterima).'” (7)

Sesungguhnya Allah tidak menerima kecuali yang baik. Maka bersihkanlah makanan dan penghasilan kalian terlebih dahulu.


Sumber: Fi Zhilal as-Sunnah (Dalam Naungan Sunnah) oleh Yang Mulia Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi.


Referensi:

(1) Diriwayatkan oleh Muslim dalam Kitab Zakat (1015), Ahmad dalam Musnad (8348), dan Tirmidzi dalam Tafsir Al-Qur’an (2989), dari Abu Hurairah.

(2) Diriwayatkan oleh Muslim dalam Kitab Thaharah (224), Ahmad dalam Musnad (4700), Tirmidzi dalam Thaharah (1), dan Ibnu Majah dalam Kitab Thaharah dan Sunnah-sunnahnya (272), dari Ibnu Umar.

(3) Jami’ al-Ulum wa al-Hikam oleh Ibnu Rajab al-Hanbali, halaman 102, cetakan Dar al-Ma’rifah, Beirut.

(4) Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya, Kitab Zakat (4/110), Ibnu Hibban dalam Shahih-nya, Kitab Zakat (8/11), dan al-Arna’uth mengatakan: Sanadnya hasan. Juga oleh al-Hakim dalam al-Mustadrak (1/548) dan ia menshahihkannya, serta al-Baihaqi dalam al-Kubra, Kitab Zakat (4/84), dari Abu Hurairah. Al-Albani menghasankannya dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib (752).

(5) Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad (3672) dari Ibnu Mas’ud. Para penelitinya mengatakan: Sanadnya lemah karena lemahnya ash-Shabbah bin Muhammad. Juga oleh al-Bazzar dalam Musnad (5/392), al-Baihaqi dalam asy-Syu’ab, Bab Menahan Tangan dari Harta (4/395), dan Abu Nu’aim dalam al-Hilyah (4/66). Al-Haitsami berkata dalam Majma’ az-Zawa’id: “Diriwayatkan oleh Ahmad, dan para perawi sanadnya sebagian ada yang majhul (tidak dikenal), namun kebanyakan mereka adalah tsiqah (terpercaya).” (1/213).

(6) Muttafaq ‘alaih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Zakat (1410), Muslim dalam Zakat (1014), dan Ahmad dalam Musnad (8381), dari Abu Hurairah.

(7) Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Ausath (5/251). Al-Haitsami berkata dalam Majma’ az-Zawa’id: “Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Ausath, dan di dalamnya terdapat Sulaiman bin Dawud al-Yamani, ia adalah perawi yang lemah.” (10/522). Al-Albani melemahkannya dalam Silsilah adh-Dha’ifah (4403).

Total
0
Shares
Share 0
Tweet 0
Share 0
Share 0
Topik berkaitan
  • Dr. Yusuf Al-Qaradhawi
Anda Mungkin Juga Menyukai
4r2zb29z5ksg84s08w 800xauto
View Post
  • Aqidah
  • Wasathiyah

Renungan Ketuhanan dan Sentuhan Keimanan

4e60a
View Post
  • Akhlak
  • Aqidah

Ikhlas Diperlukan Untuk Kebaikan Hidup

Screenshot+2024 08 31+at+7.09.48+PM
View Post
  • Aqidah

Pendorong dan Penghalang Taubat

Malik shibly lKbz2ejxYbA unsplash
View Post
  • Al-Qur'an
  • Aqidah

Al-Qur’anul Karim: Kitab untuk Sepanjang Zaman dan Seluruh Umat Manusia

Pscrmd6ua804wsk448 800xauto
View Post
  • Aqidah

Islam adalah Solusi

5e8dcdcb0f26b
View Post
  • Aqidah

Iman: Dari Penampilan Menuju Esensi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk Anda Para Pembina Umat!
Iklan PPMT
Trending
  • Syaikh yusuf qardhawi membela fitrah pertemuan lakilaki dan perempuan xzl 1
    • Wasathiyah
    Pengaruh Dr. Yusuf Al-Qardhawi dalam Pemikiran Islam Kontemporer
    • 15.05.26
  • Images (10) 2
    • Wasathiyah
    Perumusan Misi Dakwah dan Tujuannya oleh Al-Banna (Bagian 2)
    • 15.05.26
  • 1714531601008 3
    • Fiqih
    Sedekah Sunnah Terbaik saat Musim Qurban adalah Qurban
    • 15.05.26
  • Trump6 4
    • Akhbar Dauliyah
    Bagaimana Iran Menghadapi Ancaman Trump untuk Melancarkan Serangan Baru?
    • 15.05.26
  • 2zliilslbukgssw4wg 800xauto 5
    • Wasathiyah
    Nilai Rabbaniyah (Ketuhanan) di Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
    • 16.05.26
  • 2iguzpftd0kkkwss84 800xauto 6
    • Wasathiyah
    Juma’t Seruan Langit untuk Persatuan Bumi
    • 16.05.26

Forum Dakwah & Tarbiyah Islamiyah adalah Perkumpulan yang didirikan untuk menggalakan kegiatan dakwah dan pembinaan kepada masyarakat secara jelas, utuh, dan menyeluruh.

Forum ini berupaya menyampaikan dakwah dan tarbiyah Islamiyah kepada masyarakat melalui berbagai macam kegiatan dakwah.

Kegiatan dakwah FDTI dilandasi keyakinan bahwa peningkatan iman dan taqwa tidak mungkin dapat terwujud kecuali dengan melakukan aktivitas nasyrul hidayah (penyebaran petunjuk agama), nasyrul fikrah (penyebaran pemahaman agama), dan amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan melarang kemungkaran).

Tag
Afghanistan Al-Aqsha Amerika Arab Saudi Arbain Nawawiyah AS covid-19 Dr. Yusuf Al-Qaradhawi Erdogan Gaza hadits arbain haji Hamas hizbullah Ikhwanul Muslimin india Irak Iran Israel Kemenag Lebanon Ma'rifatul Islam materi tarbiyah Mesir Muhammadiyah MUI Nahdlatul Ulama Pakistan Palestina Penjajah Israel Persis pks qawaidud da'wah Ramadhan Rusia Saudi Arabia Sudan Suriah Taliban Tunisia Turki ushulul Islam Wasathiyah Yaman Yusuf Al-Qaradhawi
Komentar Terbaru
  • Ghusni Darodjatun pada Ahdafut Tarbiyah
  • Susi pada Hadits 12: Meninggalkan yang Tidak Bermanfaat
  • Supriadi pada Al-Ihsan
  • Tata pada Urutan Khilafah Sepanjang Sejarah Islam
  • Halimah Ayu Lestari pada Ahammiyatus Syahadatain (Pentingnya Dua Kalimat Syahadat)
  • Zidnialkelisa pada Al-Mukhtashar fi Tafsir Al-Qur’anul Karim: QS. Al-Baqarah ayat 6 – 20

Input your search keywords and press Enter.