Angkatan Bersenjata Yaman pada hari Kamis menyatakan sedang menyelidiki laporan terkait dugaan penggunaan proyektil berisi zat beracun oleh pasukan Houthi di Provinsi Taiz. Serangan di wilayah barat daya tersebut dilaporkan memicu gejala keracunan dan sesak napas pada sejumlah warga sipil serta pejuang perlawanan.
Kementerian Pertahanan menegaskan dalam pernyataan resminya bahwa mereka menanggapi serius setiap laporan dari garis depan Taiz mengenai dugaan penggunaan bahan beracun ini.
Pihak kementerian mendesak agar segera digelar penyelidikan menyeluruh untuk mengidentifikasi jenis zat yang digunakan, mendokumentasikan dampaknya, serta mengusut pihak yang mendistribusikan bahan berbahaya tersebut.
Menurut pihak militer, kabar ini muncul di tengah gempuran Houthi yang tak kunjung reda di Taiz. Serangan tersebut mencakup aksi penembak jitu, pemboman ke pemukiman warga, hingga penutupan akses jalan yang menyulitkan warga mendapatkan air, makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya.
Militer Yaman pun memperingatkan Houthi agar tidak menjadikan warga sipil sebagai sasaran maupun memakai metode perang yang dilarang hukum internasional.
Mereka menegaskan bahwa melindungi warga dan mengakhiri pengepungan di Taiz merupakan tugas negara serta angkatan bersenjata. Langkah-langkah tegas akan diambil sesuai amanat konstitusi dan hukum humaniter internasional.
Selain itu, Kementerian Pertahanan meminta PBB dan lembaga internasional terkait untuk mengambil tindakan nyata atas dugaan pelanggaran ini serta mendukung penyelidikan yang mendesak. PBB juga didesak untuk menekan pihak Houthi agar mau membuka kembali jalanan umum sehingga bantuan kemanusiaan bisa masuk tanpa hambatan.
Pemerintah menegaskan bahwa para pelaku serangan terhadap warga sipil beserta jajaran komandannya tidak akan lepas dari jerat hukum.
Taiz sendiri menjadi salah satu titik pertempuran paling sengit dalam perang saudara di Yaman. Pasukan pemerintah dan kelompok Houthi telah berebut kendali atas provinsi strategis ini selama lebih dari satu dekade.
Kelompok Houthi terus mengepung sebagian wilayah Taiz sejak 2015. Pembatasan akses masuk yang mereka terapkan menjadi salah satu pemicu krisis kemanusiaan yang berlarut-larut.
Pertempuran di kawasan ini kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir setelah pasukan pemerintah, yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi, melancarkan operasi militer ke posisi Houthi di Taiz dan beberapa provinsi lain.
Eskalasi ini terjadi seiring kembali meningkatnya ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi, di mana kedua pihak saling melaporkan serangan dan aktivitas militer di wilayah Yaman maupun sekitarnya.
Sumber: Anadolu




