Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyampaikan pada hari Rabu bahwa arah kebijakan Prancis tidak akan berubah, siapa pun yang menang, baik koalisi pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu maupun kubu oposisi di bawah Gadi Eisenkot.
Hubungan Prancis dan Israel sendiri sempat merenggang, terutama sejak Presiden Emmanuel Macron secara resmi mengakui negara Palestina setahun yang lalu. Belakangan ini, Macron juga mengumumkan bahwa Prancis akan menghentikan seluruh kegiatan perdagangan dengan permukiman ilegal Israel di wilayah Tepi Barat.
Meski demikian, Barrot enggan berspekulasi apakah hubungan kedua negara akan membaik jika kubu oposisi yang memegang tampuk kekuasaan.
“Prinsip kami sangat jelas dan posisi kami tidak pernah berubah,” ujar Barrot. “Yang kami inginkan adalah jaminan keamanan bagi Israel, sekaligus terwujudnya solusi dua negara yang saling berdampingan, diakui, dihormati hak-haknya, serta hidup dalam damai.”
Hingga Rabu dini hari, belum ada kelompok yang meraih suara mayoritas mutlak setelah separuh surat suara selesai dihitung.
“Kita harus membiarkan proses ini berjalan dan menghormati pemerintahan yang dipilih oleh rakyatnya sendiri,” kata Barrot.
Sumber: The New Arab




