GAZA, 14 Juni 2026 — Tiga warga Palestina, termasuk seorang anak-anak, tewas sebagai syahid pada dini hari Minggu, sementara seorang pemuda terluka akibat tembakan tentara pendudukan Israel di selatan dan timur Kota Khan Younis, selatan Jalur Gaza. Hal ini terjadi ketika Israel terus melakukan pelanggaran berkelanjutan terhadap perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.
Sebuah sumber medis di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, melaporkan bahwa “jenazah pemuda Zaki Muhammad al-Qarra (30 tahun) dan satu korban luka lainnya dalam kondisi sedang” tiba akibat tembakan tentara Israel di sekitar area Bundaran Bani Suhaila, timur kota. Menurut saksi mata, tentara Israel melepaskan tembakan ke arah warga Palestina di sekitar Bundaran Bani Suhaila, yang mengakibatkan seorang warga Palestina tewas sebagai syahid dan lainnya terluka.
Sementara itu, Palestinian Media Center mengutip sumber-sumber lokal yang mengatakan bahwa “seorang warga (39 tahun) tewas sebagai syahid akibat luka yang dideritanya dari tembakan pendudukan di perutnya di persimpangan Al-Saraya” kemarin.
Operasi Pembongkaran
Pada dini hari Minggu, seorang anak-anak tewas sebagai syahid akibat luka tembak tentara Israel di daerah Batn al-Samin, selatan Kota Khan Younis. Seorang sumber medis di Rumah Sakit Nasser mengatakan bahwa anak Amir al-Bishiti (13 tahun) tiba dalam kondisi kritis, dan kemudian meninggal karena luka-lukanya.
Di Gaza utara, tentara Israel melaksanakan operasi pembongkaran fasilitas sipil di dalam area penyebaran mereka di timur Kota Gaza dan kota Jabalia. Sumber-sumber setempat melaporkan bahwa beberapa suara ledakan keras terdengar akibat operasi pembongkaran tersebut. Kapal perang Israel juga melepaskan tembakan dan mortir ke arah pantai Kota Gaza.
Pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata telah mengakibatkan 983 warga Palestina tewas sebagai syahid dan 3.122 lainnya terluka, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza.
Kesepakatan gencatan senjata dicapai setelah dua tahun genosida yang dimulai Israel pada 8 Oktober 2023, dengan dukungan AS. Genosida itu mengakibatkan sekitar 73.000 syahid dan lebih dari 173.000 luka-luka warga Palestina, sebagian besar anak-anak dan wanita, serta kehancuran yang melanda 90 persen infrastruktur sipil.
Sumber: Al Jazeera





