Gelombang solidaritas internasional untuk Palestina kembali menggema di dua ibu kota Eropa. Ribuan demonstran memadati jalan-jalan di Berlin, Jerman, dan Paris, Prancis, pada hari Sabtu (8/2), untuk mengutuk keras tindakan militer Israel di Gaza dan mendesak diakhirinya apa yang mereka sebut sebagai “genosida” terhadap rakyat Palestina.
Aksi massa yang digelar secara terpisah di kedua kota ini menyerukan penghentian perang, kebebasan bagi Palestina, serta mengkritik dukungan politik dan militer pemerintah Jerman dan Prancis terhadap Israel.
Berlin: “Hentikan Genosida” dan Kritik atas Dukungan Senjata Jerman
Di Berlin, ibu kota Jerman, aksi unjuk rasa besar digelar di distrik Wedding. Para demonstran kemudian bergerak dalam pawai menuju Leopoldplatz, dengan membawa spanduk-spanduk bertuliskan seruan seperti “Hentikan Genosida” dan “Kebebasan untuk Rakyat Palestina”.
Selain mengecam Israel, para peserta protes juga menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap pemerintah Jerman. Mereka menolak kebijakan Berlin yang terus memberikan dukungan, khususnya dalam bentuk ekspor senjata, kepada Israel meski konflik dan korban jiwa sipil di Gaza terus berlanjut. Situasi di lokasi aksi sempat memanas hingga menyebabkan intervensi polisi yang menahan setidaknya empat orang peserta unjuk rasa.
Paris: Solidaritas untuk Palestina, Sudan, dan Venezuela
Sementara itu, di Paris, Prancis, aksi serupa digelar dengan menjangkau isu yang lebih luas. Ratusan orang memenuhi jalan-jalan ibu kota Prancis untuk mengekspresikan solidaritas tidak hanya dengan rakyat Palestina, tetapi juga dengan masyarakat Sudan dan Venezuela yang tengah menghadapi konflik dan tekanan politik.
Para demonstran di Paris membawa spanduk bertuliskan “Boikot Israel” serta mengibarkan bendera Palestina dan Venezuela. Aksi ini diselenggarakan sebagai respons dari seruan berbagai asosiasi dan organisasi masyarakat sipil yang menentang diskriminasi dan represi terhadap ketiga bangsa tersebut.
Latar Belakang: Pelanggaran Gencatan Senjata dan Krisis Kemanusiaan
Gelombang protes di Eropa ini terjadi dalam konteks ketegangan yang belum mereda di Gaza. Menurut data yang dikutip dalam laporan, Israel secara harian disebut melanggar kesepakatan gencatan senjata yang telah berlaku sejak Oktober 2025. Pelanggaran-pelanggaran tersebut diklaim telah mengakibatkan 576 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata dideklarasikan.
Selain itu, Israel juga dituding menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan dalam jumlah yang telah disepakati ke Jalur Gaza, yang semakin memperparah krisis kemanusiaan di wilayah berpenduduk sekitar 2,4 juta jiwa tersebut.
Aksi-aksi di Berlin dan Paris mencerminkan terus menguatnya tekanan publik dan masyarakat sipil internasional terhadap pemerintah masing-masing negara untuk mengambil sikap lebih tegas dalam mendorong perdamaian dan mengakhiri penderitaan warga sipil di Gaza.
Sumber: Al Jazeera.





