NABLUS, 24 Februari 2026 — Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) mengecam keras aksi pembakaran yang dilakukan pemukim Israel terhadap Masjid Abu Bakar As-Siddiq di Desa Tel, sebelah barat Nablus, Tepi Barat yang diduduki. Dalam pernyataan resminya pada hari Selasa (24/2), Hamas menyebut insiden itu sebagai “kejahatan fasis yang sistematis dan pelanggaran nyata terhadap tempat-tempat suci Islam.”
Para pemukim dilaporkan menyusup ke Desa Tel pada dini hari, membakar bagian depan masjid hingga merusak pintu masuk dan fasad bangunan akibat asap. Mereka juga menuliskan slogan-slogan rasis di dinding luar masjid, menambah daftar panjang aksi teror oleh kelompok pemukim ekstremis di wilayah pendudukan.
Desakan untuk Bertindak dan Konteks Kekerasan yang Meluas
Hamas mendesak rakyat Palestina untuk melakukan “gerakan luas guna melindungi masjid dan tempat-tempat suci” dari serangan pemukim. Mereka juga menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan seluruh lembaga hak asasi manusia internasional untuk “mengutuk perilaku kriminal ini dan mengejar para pelakunya serta para pemimpin pemerintahan pendudukan” yang dianggap bertanggung jawab atas hasutan publik untuk melakukan kejahatan semacam itu.
Kementerian Wakaf Palestina, dalam pernyataan terpisah, menegaskan bahwa upaya pembakaran masjid ini mencerminkan “meningkatnya hasutan rasis terhadap tempat-tempat suci di Palestina.” Kementerian mengungkapkan bahwa tahun lalu, di bawah perlindungan pasukan pendudukan, kelompok-kelompok ini telah menyerang 45 masjid. Insiden terbaru ini, menurut mereka, menunjukkan “kebiadaban yang dicapai oleh mesin hasutan rasis Israel” terhadap tempat-tempat suci Islam dan Kristen di Palestina.
Data Korban Kekerasan di Tepi Barat
Aksi pembakaran masjid ini terjadi di tengah gelombang kekerasan yang terus meningkat di Tepi Barat sejak dimulainya perang Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023. Data yang dikutip dalam laporan menyebutkan bahwa kekerasan tersebut telah mengakibatkan:
1.116 warga Palestina tewas.
Sekitar 11.500 orang terluka.
Hampir 22.000 warga Palestina ditangkap di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.
Serangan terhadap tempat ibadah ini merupakan eskalasi lebih lanjut dari kekerasan yang telah berlangsung lama, yang mengancam tidak hanya nyawa dan harta benda warga Palestina, tetapi juga simbol-simbol keagamaan dan identitas mereka.
Sumber: Al Jazeera





