WASHINGTON/YERUSALEM, 25 Februari 2026 — Pemerintah Amerika Serikat untuk pertama kalinya akan menyediakan layanan penerbitan paspor langsung di dalam sebuah permukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki. Langkah kontroversial ini diumumkan oleh Kedutaan Besar AS di Yerusalem dan akan dilaksanakan pada hari Jumat, 27 Februari 2026, di Permukiman Efrat, yang terletak di selatan Kota Bethlehem.
Dalam pengumuman di platform media sosial X, kedutaan menyatakan bahwa petugas konsuler akan memberikan layanan paspor bagi warga negara Amerika. Mereka juga mengindikasikan akan memperluas layanan serupa ke Kota Ramallah dan Permukiman Beitar Illit, juga di dekat Bethlehem.
Diperkirakan, puluhan ribu warga negara AS tinggal di permukiman-permukiman ilegal di Tepi Barat. Sebelumnya, layanan konsuler AS untuk wilayah ini hanya tersedia di kedutaan di Yerusalem dan kantor cabangnya di Tel Aviv.
Implikasi Politik dan Pelanggaran Hukum Internasional
Layanan ini terjadi di tengah meningkatnya dukungan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap perluasan permukiman. Trump, yang dikenal sebagai pendukung kuat Israel, sejauh ini tidak mengambil tindakan untuk menghentikan aktivitas permukiman, yang menurut kelompok hak asasi manusia justru meningkat sejak ia menjabat tahun lalu.
Keputusan untuk memberikan layanan diplomatik langsung di permukiman ilegal ini menandai pengakuan dan normalisasi lebih lanjut terhadap keberadaan permukiman tersebut. Bulan ini, kabinet Israel yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menyetujui langkah-langkah untuk memperketat kendali atas Tepi Barat, yang memudahkan perampasan tanah Palestina oleh pemukim.
Langkah AS ini bertentangan dengan pandangan mayoritas dunia yang menganggap permukiman Israel di Tepi Barat sebagai ilegal menurut hukum internasional yang mengatur pendudukan militer. Lebih dari 500.000 pemukim Israel kini tinggal di Tepi Barat di antara sekitar 3 juta warga Palestina. Sebagian besar permukiman adalah kota-kota kecil yang dikelilingi pagar dan dijaga ketat oleh tentara Israel.
Dengan menawarkan layanan konsuler langsung di jantung permukiman ilegal, Amerika Serikat secara efektif memberikan legitimasi praktis dan diplomatik kepada proyek kolonial yang dikecam oleh dunia internasional.
Sumber: Al-Jazeera





