TEHERAN, 14 Maret 2026 — Juru bicara angkatan bersenjata Iran mengklaim pada hari Sabtu bahwa pasukannya telah berhasil “menonaktifkan kapal induk Amerika USS Abraham Lincoln dan memaksanya melarikan diri.” Klaim ini dibantah keras oleh Komando Pusat AS (CENTCOM), yang menegaskan bahwa kelompok tempur kapal induk tersebut masih mengendalikan wilayah udara Iran dari laut.
Pernyataan saling bertentangan ini muncul di tengah eskalasi militer yang terus berlanjut. CENTCOM menuduh IRGC menyebarkan “kebohongan daur ulang” dan menegaskan bahwa kapal induk AS tetap beroperasi penuh.
Korban Sipil di Iran Barat
Di tengah klaim militer, tragedi kemanusiaan kembali terjadi. Wakil Gubernur Provinsi Ilam mengumumkan bahwa enam anggota satu keluarga, termasuk seorang bayi, tewas ketika sebuah rumah tinggal di Kota Ivan, Iran barat, menjadi sasaran serangan AS-Israel. Layanan darurat di Provinsi Azerbaijan Timur juga melaporkan bahwa dua unit industri di barat Tabriz diserang pada Sabtu pagi, bersama dengan beberapa situs militer di pinggiran kota. Serangan di Tabriz melukai lima warga sipil.
Rincian Serangan dan Klaim Iran
Juru bicara Markas Khatam al-Anbiya mengumumkan bahwa pertahanan udara Iran berhasil menembak jatuh dua drone MQ-9 di Kota Firuzabad dan Bandar Abbas, serta drone lainnya di wilayah udara Tabriz. Total drone yang ditembak jatuh kini diklaim mencapai 112 unit dari berbagai jenis, termasuk tempur, pengintai, dan kamikaze.
IRGC mengklaim telah melancarkan serangan terhadap 60 target strategis dan 500 target militer Amerika dan Israel sejak dimulainya perang, menggunakan lebih dari 700 drone dan ratusan rudal.
Sebagai ancaman balasan, juru bicara militer Iran memperingatkan bahwa jika infrastruktur minyak, ekonomi, dan energi Iran diserang, maka “semua infrastruktur minyak, ekonomi, dan energi milik perusahaan minyak di seluruh kawasan di mana AS memiliki saham atau bekerja sama akan dihancurkan total.”
Serangan terhadap Tanker AS dan Penangkapan di Dalam Negeri
Sementara itu, Wall Street Journal melaporkan, mengutip dua pejabat AS, bahwa lima pesawat tanker Angkatan Udara Amerika diserang dengan rudal Iran di Pangkalan Udara Panger Sultan di Arab Saudi, menyebabkan kerusakan. Serangan ini menambah daftar kerusakan yang dialami armada tanker AS, dengan total pesawat tanker yang rusak atau hancur kini mencapai setidaknya tujuh unit.
Di dalam negeri, otoritas Iran menangkap 13 orang di Kota Qom pada hari Jumat dengan tuduhan memiliki perangkat satelit Starlink. Mereka juga menangkap empat orang di Teheran yang dituduh mengamankan dan membocorkan informasi ke saluran TV yang menentang rezim Iran.
Sejak 28 Februari, AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran yang telah menewaskan ratusan orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan sejumlah pejabat keamanan. Iran membalas dengan rudal dan drone yang menargetkan apa yang disebutnya sebagai kepentingan Amerika di negara-negara Arab, menyebabkan korban sipil dan kerusakan properti.
Sumber: Al Jazeera





