TEHERAN, 14 Maret 2026 — Markas Besar Khatam al-Anbiya, badan tertinggi komando operasi angkatan bersenjata Iran, mengeluarkan peringatan keras kepada Uni Emirat Arab pada hari Sabtu. Dalam pernyataannya, Iran menyatakan bahwa mereka berhak “menyerang sumber peluncuran rudal di pelabuhan-pelabuhan dan tempat persembunyian personel militer Amerika,” dan meminta rakyat UEA untuk “mengosongkan pelabuhan, dermaga kapal, dan tempat persembunyian pasukan Amerika agar tidak terluka.”
Markas Khatam al-Anbiya adalah badan koordinasi tertinggi antara Angkatan Darat reguler Iran dan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).
Ancaman terhadap Pelabuhan dan Fasilitas Minyak
IRGC, melalui media resmi, menegaskan bahwa kepentingan Amerika di UEA telah menjadi target yang sah setelah pasukan Amerika menyerang pulau-pulau Iran. Mereka mengklaim bahwa militer AS menargetkan Pulau Abu Musa dan Khark dengan rudal sebagai pembalasan atas hancurnya pangkalan-pangkalan mereka di kawasan.
Ancaman ini langsung diikuti oleh insiden di lapangan. Kantor Media Pemerintah Fujairah di UEA mengumumkan bahwa kebakaran terjadi di emirat tersebut—pusat utama pengisian bahan bakar kapal—akibat jatuhnya pecahan saat mencegat sebuah drone. Tidak ada korban jiwa dilaporkan.
Bloomberg News, mengutip sumber-sumber terpercaya, melaporkan bahwa beberapa operasi pemuatan minyak di Pelabuhan Fujairah, yang terletak di luar Selat Hormuz, terhenti setelah serangan drone dan kebakaran pada Sabtu pagi.
Rekor Serangan Iran ke Negara-Negara Arab
Menurut penghitungan Anadolu Agency berdasarkan data resmi hingga Kamis malam, Iran telah menargetkan tujuh negara Arab dengan sedikitnya 3.430 rudal dan drone, serta dua serangan pesawat tempur, selama 13 hari terakhir. Serangan ini dilancarkan sebagai respons terhadap apa yang disebut Teheran sebagai agresi AS-Israel terhadap Iran.
Serangan terus berlanjut meskipun Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dalam pidato televisi, mengumumkan penghentian serangan terhadap negara-negara tetangga selama tidak ada agresi yang diluncurkan dari wilayah mereka terhadap Iran.
Dengan ancaman langsung untuk menyerang infrastruktur pelabuhan vital dan fasilitas minyak di UEA, krisis regional ini kini telah memasuki fase baru yang secara langsung mengancam jantung ekonomi Teluk.
Sumber: Al Jazeera





