GAZA, 25 Maret 2026 — Seorang warga Palestina tewas dan beberapa lainnya terluka pada hari Rabu dalam serangan yang dilancarkan tentara pendudukan Israel di wilayah Jalur Gaza tengah, menurut sumber dari Pertahanan Sipil dan rumah sakit setempat.
Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Bassal, mengonfirmasi “satu orang tewas dan beberapa luka-luka akibat pemboman pesawat tempur pendudukan di lahan pertanian selatan Deir al-Balah, Gaza tengah.”
Kantor berita resmi Palestina (WAFA) melaporkan bahwa pesawat pendudukan melancarkan serangan di Kamp “Umm Amirah” selatan Deir al-Balah, mengakibatkan tewasnya warga Abdul Rahman Qanbour (22 tahun) dan melukai tujuh orang lainnya. Rumah Sakit Martir Al-Aqsa mengonfirmasi penerimaan jenazah Qanbour dan tujuh korban luka akibat serangan tersebut.
Kesaksian Warga yang Mengungsi
Suhaila Khalil (57 tahun), seorang pengungsi dari Gaza utara yang tinggal di tenda di barat Deir al-Balah, menceritakan pengalamannya: “Saya berada di tenda, lalu keluar mendengar orang-orang berteriak peringatan evakuasi untuk Deir al-Balah: mereka akan mengebom Kamp Umm Amirah. Saya mulai memanggil anak-anak saya hingga terdengar ledakan peringatan, disusul ledakan besar.”
Ia menambahkan, “Ledakan terjadi beberapa ratus meter dari tenda kami, tetapi asap dan pecahan berserakan mengenai para pengungsi, dan sejumlah korban luka dilarikan.”
Korban Luka Akibat Tembakan Kapal Perang
Sebelumnya, juru bicara Pertahanan Sipil Gaza mengumumkan bahwa sejumlah korban luka dilarikan akibat tembakan kapal perang Israel yang menyasar tenda-tenda pengungsi di Pantai Al-Mawasi, barat Khan Younis.
Rumah Sakit Lapangan Al-Mawasi dalam pernyataannya melaporkan “empat korban luka akibat penargetan dari kapal perang pendudukan terhadap tenda pengungsi, tiga di antaranya anak-anak, dengan satu orang dalam kondisi kritis, selain seorang pria yang juga terluka.”
Kecaman Hamas dan Data Korban Terkini
Juru bicara Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), Hazem Qassem, menyatakan bahwa “eskalasi pendudukan terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza melalui kelanjutan operasi pembunuhan dan penguatan blokade merupakan konfirmasi jelas atas keputusan pendudukan untuk merusak jalur gencatan senjata dan upaya Dewan Perdamaian.”
Kementerian Kesehatan Gaza dalam data terbaru yang dirilis hari Minggu lalu melaporkan bahwa sejak pecahnya perang di Gaza pada 7 Oktober 2023, jumlah korban tewas telah mencapai 72.265 orang dengan 171.959 orang terluka—angka yang dianggap dapat diandalkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sumber: Al Jazeera





