GAZA, 19 Mei 2026 — Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), merilis video pada Senin yang mendokumentasikan detail operasi kualitatif yang dilakukan dari “jarak nol” di kota Abasan al-Kabira, timur Khan Younis, Gaza selatan. Video tersebut mengungkap identitas pelakunya, yaitu syahid Tareq Nasrallah al-Buraim.
Video tersebut mendokumentasikan sebagian dari pertempuran yang dilakukan al-Buraim, salah satu pejuang Batalyon “Asadullah Hamzah” (Timur) yang merupakan bagian dari Brigade Khan Younis, serta partisipasinya dalam “Penyergapan Al-Zannah” dan operasi pembobolan pos militer Israel yang baru didirikan di timur kota, Gaza selatan.
Video itu juga mengungkap detail upaya penangkapan seorang tentara Israel dari dalam buldoser militernya selama pertempuran jarak dekat di timur Khan Younis. Al-Buraim terlihat berteriak kepada tentara tersebut saat mencoba menyeretnya keluar dari kendaraan militer, sebelum operasi itu berakhir dengan tewasnya tentara tersebut.
Video itu juga menampilkan adegan para pejuang Al-Qassam yang memaparkan rencana penyergapan dan mekanisme pelaksanaannya, serta cuplikan doa para pejuang sebelum operasi. Video tersebut menunjukkan bahwa persiapan dilakukan pada malam ke-27 Ramadhan tahun 2024.
Reaksi Luas di Media Sosial
Video itu dengan cepat menjadi bahan yang luas untuk diperbincangkan di platform media sosial. Pengguna secara ekstensif membagikan cuplikan-cuplikan yang mendokumentasikan pertempuran jarak dekat dan upaya penangkapan tentara Israel selama penyergapan di timur Khan Younis.
Para aktivis mengingat kembali adegan operasi di mana seorang pemukim bernama Abraham Azoulay, pengemudi ekskavator militer, terbunuh setelah melompat dari alat beratnya selama serangan pada Juli 2025. Mereka menunjukkan bahwa para pejuang perlawanan mencoba untuk menangkapnya sebelum kondisi lapangan menghalangi hal itu.
Para blogger membagikan unggahan yang memuji al-Buraim, yang lahir pada tahun 2001, menganggap bahwa kemunculannya dalam adegan-adegan itu menyoroti kembali salah satu pelaku operasi lapangan paling terkemuka di timur Khan Younis selama perang.
Yang lain mengenang kembali adegan di mana al-Buraim memburu pengemudi buldoser militer setelah dia melarikan diri, sebelum membunuhnya dan merampas senjatanya—sebuah adegan yang menurut mereka masih segar dalam ingatan para pengamat sejak cuplikan pertama operasi itu dirilis.
Para aktivis berpendapat bahwa operasi di mana al-Buraim muncul “masih terukir dalam ingatan,” menganggap bahwa kehadiran lapangannya merupakan model bagi seorang pejuang yang memainkan peran berpengaruh dalam pertempuran di timur Gaza.
Sebaliknya, beberapa blogger menganggap bahwa waktu perilisan adegan-adegan ini melampaui dimensi dokumenter, untuk mencerminkan upaya Al-Qassam dalam menyoroti mekanisme kerja lapangan dan perencanaan operasional selama fase-fase sebelumnya dari konfrontasi, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan penyergapan dan pertempuran langsung.
Yang lain menggambarkan al-Buraim sebagai seseorang yang “menggabungkan dakwah dan senjata,” dan mengatakan bahwa ia tetap hadir di barisan depan pertempuran hingga kesyahidannya, meninggalkan “sebuah perjalanan lapangan yang akan tetap hadir dalam ingatan warga Palestina.”
Penyergapan Al-Zannah dan Upaya Penangkapan Tentara di Khan Younis
Penyebaran ulang adegan-adegan ini kembali menyoroti “Penyergapan Al-Zannah” yang kompleks, yang sebelumnya diumumkan oleh Brigade Al-Qassam setelah mereka merilis rekaman video operasi yang terjadi di timur Khan Younis pada 9 April 2024, yang mereka beri nama “Penyergapan Al-Abrar.”
Adegan-adegan itu menunjukkan penargetan tentara dan tank Israel dari jarak nol, serta peledakan kendaraan militer selama penyergapan yang menargetkan pasukan infanteri komando yang terdiri dari sekitar 30 tentara. Video itu juga mendokumentasikan momen-momen persiapan dan penempatan bom rakitan di area operasi, sebelum mengejutkan pasukan Israel dengan tembakan hebat yang, menurut Al-Qassam, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di antara para tentara.
Cuplikan itu juga menunjukkan sejumlah tentara melarikan diri ke sebuah rumah yang kemudian diledakkan, serta penargetan kendaraan bantuan melalui penyergapan yang dilakukan unit anti-tank menggunakan rudal “Yassin 105.”
Pada Juli 2025, Brigade Al-Qassam juga mengungkap upaya penangkapan seorang tentara Israel selama operasi gabungan yang dilakukan para pejuangnya di daerah Abasan al-Kabira, timur Khan Younis. Al-Qassam mengatakan dalam sebuah pernyataan di Telegram bahwa para pejuangnya menyerbu konsentrasi tentara dan kendaraan Israel, menargetkan sebuah tank Merkava, pengangkut personel, dan dua buldoser militer dengan rudal Yassin 105, sebelum terlibat dalam pertempuran langsung dengan pasukan Israel.
Mereka menambahkan bahwa para pejuang berusaha menangkap salah satu tentara selama pertempuran, “tetapi kondisi lapangan tidak memungkinkan, sebelum akhirnya mereka membunuhnya dan merampas senjatanya,” seraya mencatat bahwa helikopter Israel terlihat mendarat untuk mengevakuasi para tentara dari lokasi operasi.
Sejak gencatan senjata diberlakukan di Gaza pada 10 Oktober 2025, halaman-halaman Palestina di platform media sosial, terutama Kantor Media Militer Brigade Al-Qassam, terus menyiarkan adegan-adegan yang mendokumentasikan pertempuran yang dilakukan para pejuang mereka yang berpartisipasi dalam Operasi “Al-Aqsa Flood” dan kegagahan mereka dalam menghadapi tentara pendudukan selama periode perang.
Sumber: Al Jazeera





