TEL AVIV, 16 Maret 2026 — Gelombang ke-55 serangan rudal Iran menghantam wilayah tengah Israel pada hari Senin, menargetkan Tel Aviv dan Bandara Ben Gurion. Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengklaim serangan ini berhasil mengenai sasaran, termasuk pusat produksi senjata udara militer dan fasilitas pendukung pengisian bahan bakar udara.
Menurut laporan Kantor Berita Fars Iran, IRGC menyatakan bahwa “gelombang ke-55 Operasi Janji Sejati 4 berhasil dilaksanakan terhadap target di jantung wilayah pendudukan di Tel Aviv dan Bandara Ben Gurion.”
Militer Israel mengonfirmasi peluncuran rudal dari Iran dan mengatakan bahwa sistem pertahanan udara beroperasi untuk mencegatnya. Media Israel melaporkan jatuhnya pecahan rudal di lima lokasi berbeda di Israel tengah.
Korban dan Kerusakan
Kementerian Kesehatan Israel mengumumkan bahwa 142 korban luka telah dibawa ke rumah sakit dalam 24 jam terakhir akibat serangan tersebut. Radio Israel melaporkan bahwa bom dari rudal kluster tersebar di delapan lokasi di Israel tengah, menyebabkan kerusakan material. Sebuah sumber militer mengonfirmasi jatuhnya rudal di wilayah Tel Aviv Raya, dan media Israel mencurigai sebuah bangunan di Area Shoham, timur Bandara Ben Gurion, terkena serangan langsung.
Pecahan rudal juga dilaporkan jatuh di selatan Tel Aviv dan Wilayah Lod, dengan dua orang terluka akibat pecahan di Israel tengah. Sebuah pecahan rudal juga jatuh di area terbuka dekat lokasi sensitif di Israel tengah.
Serangan terhadap Pangkalan AS di Teluk
Dalam perkembangan terpisah, IRGC mengklaim telah menyerang tiga pangkalan militer Amerika di kawasan Teluk. Kantor Berita Fars melaporkan bahwa target-target tersebut meliputi:
Pangkalan Udara Al-Dhafra di selatan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Pangkalan Angkatan Laut Al-Jufair di Bahrain.
Pangkalan Udara Syekh Isa di Bahrain.
IRGC menyatakan bahwa serangan terhadap pangkalan-pangkalan ini dilakukan menggunakan rudal jarak menengah dan drone.
Klaim dan Ancaman Balasan
Sementara itu, militer Israel mengklaim bahwa angkatan udaranya telah menghancurkan sebuah pesawat yang digunakan oleh mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, di Bandara Mehrabad, Teheran.
Gubernur Teheran, mengutip kantor berita Tasnim, menyatakan bahwa “12.000 unit perumahan di Provinsi Teheran telah rusak sebagian atau seluruhnya” akibat perang.
Juru bicara Markas Khatam al-Anbiya memperingatkan bahwa keberadaan kapal induk AS Gerald R. Ford di Laut Merah dianggap sebagai ancaman bagi Iran, dan karenanya, pusat dukungan logistik dan layanan armada tersebut di Laut Merah menjadi target angkatan bersenjata Iran.
Dengan gelombang serangan yang terus berlanjut dan korban sipil yang terus berjatuhan di kedua sisi, konflik regional ini menunjukkan tanda-tanda akan semakin intensif, bukan mereda.
Sumber: Al Jazeera





