TEHERAN – Memasuki hari keempat, Selasa (3/3/2026), dampak kemanusiaan dari serangan besar-besaran Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran mulai terlihat dalam angka yang mencengangkan. Bulan Sabit Merah Iran mengumumkan bahwa setidaknya 787 warga sipil telah tewas di berbagai penjuru negeri sejak serangan dimulai pada Sabtu (28/2). Jumlah ini melonjak signifikan dari 555 korban yang dilaporkan sehari sebelumnya.
Juru bicara Bulan Sabit Merah, Mojtaba Khaledi, merinci bahwa korban jiwa berasal dari berbagai lapisan masyarakat: para pelajar, pegawai, pekerja, dan ibu rumah tangga. Yang lebih memprihatinkan, serangan tidak hanya menyasar instalasi militer. “Pengeboman Amerika dan Israel telah menghantam rumah-rumah penduduk, fasilitas vital, klinik medis, sekolah, pusat layanan masyarakat, dan bahkan pusat rehabilitasi milik Bulan Sabit Merah,” kata Khaledi kepada media lokal.
Sebaran Serangan yang Luas
Data yang dirilis oleh organisasi kemanusiaan tersebut melukiskan skala kerusakan yang luar biasa. Dalam rentang empat hari, lebih dari 1.000 serangan dilancarkan, yang berdampak pada 135 kota dan menghantam lebih dari 500 lokasi di seluruh Iran. Angka-angka ini menunjukkan bahwa operasi militer ini telah menjangkau hampir seluruh penjuru negeri, dari ibu kota Teheran hingga kota-kota kecil di selatan.
Salah satu insiden paling tragis yang kembali disorot adalah serangan ke Sekolah Dasar Putri Syajaratun Thayyibah di Minab, yang menewaskan 165 siswi dan melukai 96 lainnya. Sekolah dan pusat rehabilitasi yang juga menjadi sasaran menunjukkan pola bahwa infrastruktur sipil yang dilindungi hukum internasional ikut hancur dalam gempuran.
Update Korban dan Kerusakan di Hari Keempat
Pada hari Selasa saja, militer Israel mengklaim telah menyerang puluhan target baru di Teheran dan Isfahan. Di Isfahan, kantor berita ISNA melaporkan bahwa seorang brigadir jenderal dari angkatan darat Garda Revolusi dan empat orang lainnya tewas dalam serangan terpisah.
Di Provinsi Qazvin, seorang pejabat setempat mengonfirmasi kematian dua orang dan melukai empat lainnya ketika sebuah drone “musuh” menghantam sebuah bengkel industri. Sementara itu, Bandara Bushehr di selatan, yang terletak di dekat fasilitas nuklir Iran, dilaporkan mengalami kerusakan parah beserta sejumlah pesawat yang ada di dalamnya.
Garda Revolusi Iran, dalam pernyataannya, kembali menegaskan bahwa Amerika dan “entitas Zionis” telah mengebom sekolah dan rumah sakit, menewaskan lebih dari 700 warga negara. Angka yang mereka sebutkan sedikit berbeda dari data Bulan Sabit Merah, namun tetap mengonfirmasi besarnya jumlah korban nonkombatan.
Dengan konflik yang masih berlangsung dan serangan baru yang terus dilaporkan setiap jamnya, jumlah korban jiwa dan skala kehancuran dipastikan masih akan terus bertambah. Yang jelas, setelah empat hari perang, wajah perang ini telah berubah: dari sekadar duel militer menjadi bencana kemanusiaan yang meluas.
Sumber: Al Jazeera





