GAZA/TEPI BARAT, 14 April 2026 — Sepuluh warga Palestina tewas sebagai syahid dan lainnya terluka di Jalur Gaza pada hari Selasa akibat serangan udara dan penargetan Israel di berbagai wilayah Kota Gaza. Sementara itu, sejumlah orang terluka dalam serangan pemukim baru di Tepi Barat.
Dalam perkembangan terbaru, sebuah sumber di Kompleks Medis Al-Shifa melaporkan kedatangan jenazah 5 syahid setelah serangan Israel di Kamp Al-Shati, barat Kota Gaza. Saksi mata mengatakan bahwa sebuah drone Israel menargetkan sekelompok warga yang lewat di depan sebuah barak (bangunan seng) dekat Persimpangan Al-Danaf di Kamp Al-Shati. Saksi menambahkan bahwa pemboman Israel mengakibatkan kematian dan luka-luka di antara para pekerja di dalam barak, tetangga, dan orang yang lewat.
Korban Jiwa dan Serangan di Berbagai Lokasi
Sebelumnya pada hari Selasa, 4 warga Palestina, termasuk seorang anak-anak, tewas sebagai syahid dan lainnya terluka akibat serangan Israel yang menargetkan sebuah mobil polisi di timur Kota Gaza, menurut sumber medis yang dikutip Anadolu. Saksi mata mengatakan sebuah drone Israel meluncurkan rudal secara langsung ke arah sebuah mobil milik pusat polisi Lingkungan Al-Daraj dan Al-Tuffah di timur Kota Gaza saat melaju di Terowongan Al-Tuffah.
Saksi menjelaskan bahwa serangan itu mengakibatkan tewasnya semua orang di dalam mobil yang terbakar, dan melukai sejumlah orang yang lewat. Seorang remaja juga tewas tertembak di kepala oleh pasukan Israel saat berada di dalam kamp yang menampung para pengungsi di Daerah Jabalia al-Balad, utara Gaza.
Militer Israel melaksanakan operasi pembongkaran bangunan dan fasilitas di dalam wilayah penyebarannya di timur Lingkungan Al-Tuffah, timur Kota Gaza. Saksi mata menunjukkan bahwa artileri Israel berulang kali membombardir daerah timur Kota Gaza, terutama di Lingkungan Al-Tuffah dan Al-Shujaiya, bersamaan dengan tembakan dari helikopter.
Di selatan Gaza, artileri Israel berulang kali membombardir tenggara Kota Khan Younis, bersamaan dengan tembakan dari helikopter. Angkatan laut Israel juga melepaskan tembakan ke arah pantai Kota Khan Younis dan Rafah, menurut para saksi.
Korban Luka dan Penggerebekan di Tepi Barat
Di Tepi Barat, tiga warga Palestina terluka pada Selasa malam akibat serangan yang dilakukan pemukim di timur Kota Teqoa, selatan Bethlehem. Para pemukim menggunakan gas air mata dan mencoba mencuri domba-domba mereka, yang mengakibatkan para korban dilarikan ke pusat kesehatan setempat untuk perawatan.
Sejak dini hari, pasukan pendudukan melancarkan gelombang penangkapan dan penggerebekan besar-besaran di Tepi Barat, meliputi Kamp Qalandia, Hebron, Nablus, Tubas, Tulkarem, dan Ramallah. Operasi ini mengakibatkan penangkapan puluhan warga Palestina, termasuk anak-anak. Penggerebekan ini disertai dengan penggeledahan rumah dan perusakan isinya, di tengah meningkatnya intensitas pelanggaran di Tepi Barat sejak Oktober 2023, yang telah mengakibatkan ribuan syahid, korban luka, dan tahanan.
Setengah Tahun Perjanjian Gencatan Senjata
Perlu dicatat bahwa sudah setengah tahun berlalu sejak perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza, tetapi Israel terus melanggar perjanjian tersebut, baik di lapangan melalui pemboman yang hampir setiap hari, maupun dengan mengingkari ketentuan yang berkaitan dengan aspek kemanusiaan, bantuan, dan rekonstruksi. Hal ini terjadi di tengah peringatan internasional tentang memburuknya situasi di Gaza.
Perjanjian Gaza yang ditandatangani pada Oktober 2025 terjadi setelah dua tahun perang genosida. Pelanggaran telah mengakibatkan tewasnya 760 warga Palestina sebagai syahid dan melukai 2.111 lainnya, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza.
Kantor Media Pemerintah di Gaza menyatakan pada hari Selasa bahwa Israel telah melakukan 2.400 pelanggaran terhadap perjanjian tersebut, termasuk pembunuhan, penangkapan, blokade, dan kelaparan.
Sumber: Al Jazeera





