RAFAH, 1 Februari 2026 — Media-media Israel melaporkan bahwa pos penyeberangan Rafah, pintu keluar-masuk utama antara Jalur Gaza dan Mesir, telah memulai operasional uji coba yang terbatas pada hari ini. Operasi pembukaan ini disaksikan oleh perwakilan dari Uni Eropa dan Mesir.
Menurut laporan tersebut, pergerakan penumpang yang sebenarnya di pos penyeberangan ini dijadwalkan baru akan dimulai besok, Senin, 2 Februari 2026.
Konteks dan Persiapan
Pembukaan secara bertahap ini terjadi dalam konteks upaya kemanusiaan yang terus berlanjut untuk mengatasi krisis di Gaza. Laporan tersebut juga menyebutkan adanya persiapan yang dilakukan oleh pihak Mesir untuk menerima dan merawat korban luka dari Jalur Gaza, yang mengindikasikan bahwa salah satu tujuan pembukaan adalah untuk memfasilitasi evakuasi medis.
Pos penyeberangan Rafah memiliki peran vital sebagai salah satu dari sedikit jalur bantuan dan evakuasi untuk sekitar 2,4 juta penduduk Gaza, yang sebagian besar merupakan pengungsi internal. Pembukaannya, meski masih dalam tahap uji coba, dapat menjadi tanda penting untuk peningkatan aliran bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.
Pemantauan Internasional dan Langkah Selanjutnya
Kehadiran perwakilan Uni Eropa dan Mesir dalam operasi uji coba ini menandakan adanya pemantauan dan koordinasi internasional. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa operasional pos penyeberangan berjalan sesuai dengan protokol yang disepakati, terutama terkait keamanan dan penyaluran bantuan.
Kesuksesan fase uji coba ini akan menentukan kelancaran pembukaan penuh untuk pergerakan penumpang pada hari Senin. Dunia internasional, termasuk berbagai organisasi kemanusiaan, akan mengawasi dengan cermat perkembangan ini, mengingat pentingnya pos penyeberangan Rafah sebagai jalur kehidupan bagi warga Gaza.
Dilansir dari : www.Al-Jazeera.net





