GAZA, 18 Maret 2026 — Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) pada hari Rabu menyampaikan belasungkawa mendalam kepada Republik Islam Iran atas gugurnya Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani. Larijani tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan ibu kota Teheran pada Selasa pagi.
Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui platform Telegram, Hamas menyatakan bahwa “berlanjutnya agresi Israel adalah tindakan kriminal yang menargetkan seluruh kawasan dan mengancam keamanan serta stabilitasnya.” Gerakan tersebut membebankan tanggung jawab atas konsekuensi berbahaya ini kepada Washington dan Tel Aviv.
Hamas juga menyampaikan “belasungkawa dan solidaritas yang tulus kepada Iran, baik pemimpin maupun rakyatnya,” atas gugurnya Larijani, putranya, dan sejumlah stafnya dalam apa yang disebutnya sebagai “pengeboman berbahaya dan pelanggaran terang-terangan terhadap ibu kota Iran, Teheran.”
Klarifikasi Iran dan Klaim Israel
Iran secara resmi mengumumkan pada Selasa malam bahwa Ali Larijani tewas dalam serangan Israel. Televisi pemerintah Iran menyiarkan pernyataan dari kantor Larijani yang menyatakan bahwa ia tewas dalam serangan yang terjadi pada pagi hari, bersama putranya Morteza, asistennya Ali Reza Bayat, staf sekretariat dewan, dan sejumlah pengawal pribadinya.
Militer Israel sebelumnya pada hari Selasa mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan Larijani dalam serangan udara yang dilakukan di salah satu pinggiran ibu kota Iran, Teheran.
Pernyataan belasungkawa ini menegaskan kembali ikatan kuat antara Hamas dan Iran, terutama di tengah eskalasi konflik regional yang melibatkan Israel dan sekutunya melawan Iran dan jaringan sekutunya di kawasan, termasuk Hamas.
Sumber: Anadolu Agency





