MANAMA/DOHA, 10 Maret 2026 — Gelombang serangan Iran terhadap negara-negara Teluk berlanjut pada hari Selasa, dengan rudal dan drone menghantam sejumlah target di kawasan tersebut. Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengonfirmasi bahwa seorang wanita tewas dan delapan lainnya terluka dalam serangan terbaru ini.
Menurut pernyataan resmi, Komando Umum Pasukan Pertahanan Bahrain mengumumkan telah berhasil mencegat dan menghancurkan 102 rudal dan 171 drone sejak dimulainya serangan balasan Iran. Serangan ini merupakan bagian dari respons Teheran terhadap agresi gabungan AS-Israel yang telah berlangsung selama sepuluh hari.
Qatar dan Kuwait Berhasil Gagalkan Serangan
Kementerian Pertahanan Qatar melaporkan bahwa negaranya menjadi sasaran serangan pada hari Senin yang melibatkan 17 rudal balistik dan enam drone yang diluncurkan oleh Iran. Sistem pertahanan udara Qatar berhasil mencegat semua proyektil tersebut tanpa menimbulkan korban jiwa atau kerusakan berarti.
Kuwait juga mengumumkan keberhasilan menangkis serangan rudal dan drone musuh. Panglima Militer Kuwait menyatakan bahwa pertahanan udara negara itu berhasil menggagalkan serangan tersebut, meskipun Emir Kuwait, Syekh Mishal Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah, mengutuk keras agresi Iran yang telah menewaskan 12 warga Kuwait sejak dimulainya konflik.
Serangan di Irak dan Ancaman terhadap Fasilitas Minyak Saudi
Di Irak, Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab mengecam serangan drone yang menargetkan konsulatnya di Erbil, ibu kota Kurdistan Irak. Badan Kontra-Terorisme regional mengumumkan telah menembak jatuh tiga drone, dengan pecahan salah satunya jatuh di dekat gedung konsulat. Pihak berwenang UEA juga mengumumkan bahwa pertahanan udara mereka telah menghadapi ancaman rudal dan drone yang datang dari Iran.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka telah mencegat dan menghancurkan 12 drone di Wilayah Rub’ al-Khali (Empty Quarter) yang diarahkan ke Ladang Minyak Shaybah di tenggara kerajaan. Secara total, pertahanan Saudi telah menggagalkan sekitar 23 drone yang mencoba menyerang fasilitas vital tersebut.
Eskalasi Konflik Regional
Sejak 28 Februari lalu, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran yang dilaporkan telah menewaskan ratusan orang Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat keamanan senior. Iran membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan apa yang disebutnya sebagai “kepentingan Amerika” di negara-negara Teluk, Irak, dan Yordania. Beberapa serangan ini telah menewaskan dan melukai warga sipil serta merusak fasilitas sipil, menuai kecaman dari negara-negara Arab yang menjadi sasaran.
Dengan korban sipil yang terus berjatuhan dan kerusakan infrastruktur yang meluas, konflik yang semakin melebar ini mengancam stabilitas seluruh kawasan Teluk yang selama ini menjadi jantung ekonomi energi dunia.
Sumber: Al Jazeera





