TEHERAN/TEL AVIV, 13 Maret 2026 — Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal besar-besaran pada Jumat dini hari, menargetkan Israel dan sejumlah lokasi milik Amerika Serikat di beberapa negara kawasan. Dalam operasi yang disebut “Janji Sejati 4,” IRGC mengklaim telah meluncurkan tiga gelombang rudal hanya dalam waktu satu jam.
Televisi pemerintah Iran mengumumkan bahwa serangan tersebut menargetkan Tel Aviv, Eilat, Yerusalem Barat, dan wilayah utara Israel. Selain itu, pangkalan-pangkalan Amerika di Manama (Bahrain), Erbil (Kurdistan Irak), dan Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania juga menjadi sasaran rudal dan drone.
Ancaman Langsung: “Kami Akan Kubur Tentara Amerika”
Dalam pernyataan yang mengiringi serangan, IRGC mengeluarkan ancaman langsung dan mengerikan. “Kami akan memburu tentara Amerika dan mengubur mereka di mana pun mereka berada—di hotel, di bunker,” demikian bunyi pernyataan yang dikutip media Iran. Mereka juga memperingatkan negara-negara Arab di kawasan untuk tidak menjadi tameng manusia bagi pasukan AS. “Lebih baik saudara-saudara Arab kami tidak menampung orang Amerika di hotel dan menjauh dari tempat-tempat mereka,” kata pernyataan intelijen IRGC yang dikutip oleh kantor berita Tasnim.
Rudal Berat dan Serangan Terkoordinasi
IRGC mengungkapkan bahwa mereka menggunakan rudal jarak jauh berat, termasuk rudal Khorramshahr dengan hulu ledak seberat dua ton, serta rudal Imad dan Khaibar Shikan dengan hulu ledak seberat satu ton.
Media Israel melaporkan situasi darurat di seluruh negeri. Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan serangan rudal terkoordinasi yang diluncurkan secara bersamaan dari Lebanon dan Iran ke arah Israel utara. Beberapa rudal dilaporkan berhasil dicegat, namun satu rudal jatuh di area terbuka di utara Israel.
Serangan ke Teluk dan Jatuhnya Tanker Udara AS
Pada Kamis malam, IRGC juga mengumumkan telah menyerang target-target Amerika di Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait. Mereka mengklaim telah menyerang “tempat berkumpulnya pasukan AS di Jalan Sheikh Zayed di Dubai” dan “posisi pasukan AS di Bandara Ahmed al-Jaber di Kuwait.” Markas marinir AS di Pangkalan Al-Dhafra di UEA dan pangkalan-pangkalan bergerak AS di Irak juga disebut sebagai sasaran.
Dalam perkembangan dramatis, IRGC mengumumkan bahwa pertahanan udara “Front Perlawanan” berhasil menembak jatuh sebuah pesawat tanker KC-135 di barat Irak, menewaskan keenam awaknya. “Perlawanan Islam di Irak” mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Meskipun Komando Pusat AS (CENTCOM) membantah bahwa pesawat jatuh akibat tembakan musuh, seorang pejabat yang dikutip Reuters mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut membawa enam personel.
Serangan ini menandai eskalasi signifikan dalam perang yang telah berlangsung selama dua minggu, dengan Iran secara eksplisit memperluas target hingga mencakup fasilitas dan personel AS di negara-negara Teluk, dan menunjukkan kemampuan untuk melancarkan serangan terkoordinasi dari berbagai front secara simultan.
Sumber: Al Jazeera





