TEHERAN/WASHINGTON, 12 Maret 2026 — Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk pertama kalinya mengajukan persyaratan publik untuk mengakhiri perang yang sedang berkecamuk dengan koalisi Amerika Serikat-Israel. Di saat yang sama, Presiden AS Donald Trump dengan tegas menyatakan bahwa Washington akan terus berperang meskipun ia mengklaim kemenangan telah diraih.
Dalam sebuah pernyataan di platform X, Pezeshkian menuntut adanya jaminan internasional untuk penghentian permanen serangan dan kompensasi bagi Teheran sebagai prasyarat untuk mengakhiri permusuhan. Ia juga menegaskan bahwa “hak-hak sah Iran harus diakui,” meskipun tidak merinci secara spesifik hak-hak yang dimaksud.
Trump: “Kita Tidak Ingin Mundur Terlalu Cepat”
Di pihak Amerika, Presiden Trump memberikan pernyataan yang kontras. Ia mengklaim bahwa AS telah “menang dalam perang,” namun menegaskan bahwa negaranya akan terus bertempur. “Kita tidak ingin mundur terlalu cepat, bukan? Kita harus menyelesaikan misi,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.
Trump mengklaim bahwa dalam “jam pertama” perang, “semuanya telah berakhir,” dan menyatakan bahwa AS telah menenggelamkan 58 kapal perang Iran. Ia juga mengatakan bahwa AS “pada dasarnya telah melenyapkan Iran,” namun mengisyaratkan bahwa operasi militer akan berlanjut untuk saat ini. “Kita tidak ingin kembali setiap dua tahun,” katanya, merujuk pada kebutuhan untuk memastikan kekalahan permanen.
Komando Pusat AS: “Membongkar” Kemampuan Iran
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) merinci tujuan militer dalam pernyataan terpisah. Menurut CENTCOM, sasaran utamanya adalah “melenyapkan kemampuan Iran untuk memproyeksikan pengaruhnya terhadap Amerika dan negara-negara tetangganya.” Mereka menekankan bahwa misi ini “tidak terbatas pada pertahanan terhadap ancaman Iran, tetapi mencakup pembongkaran sistematis terhadapnya.”
CENTCOM juga mengklaim bahwa rezim Iran kehilangan kemampuan udaranya dari hari ke hari, menandakan bahwa kampanye militer yang sedang berlangsung telah berhasil melumpuhkan sebagian besar infrastruktur pertahanan udara Iran.
Dengan kedua belah pihak yang masih bersikeras pada posisi mereka—Iran menuntut jaminan dan kompensasi, AS bersikeras melanjutkan perang hingga “misi tercapai”—konflik yang telah memasuki minggu ketiga ini tampaknya masih jauh dari titik akhir.
Sumber: Al Jazeera





