Sebuah rekaman percakapan yang baru saja dibocorkan dari jutaan dokumen Jeffrey Epstein mengungkap diskusi antara miliarder terpidana itu dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak mengenai besaran bayaran yang diterima mantan PM Inggris Tony Blair dari pekerjaan konsultasinya. Rekaman ini memberikan gambaran langka tentang bagaimana para mantan pemimpin dunia membicarakan strategi monetisasi pengaruh pasca-jabatan.
Dalam rekaman yang diperkirakan berasal dari awal tahun 2013 tersebut, Ehud Barak mengangkat topik tentang “model bisnis” Blair. Ia menyebut contoh spesifik bahwa Blair “mungkin mendapatkan 11 juta dolar per tahun hanya dari pemerintah Kazakhstan,” sebagai imbalan atas pemberian nasihat dan bantuan dalam “memengaruhi beberapa LSM atau organisasi PBB.”
Spekulasi tentang Aliran Dana
Jeffrey Epstein, yang terlihat setuju dengan besaran nominal tersebut, justru berspekulasi bahwa tidak semua uang itu masuk ke kantong Blair. “Saya mendengar angka-angka besar yang diberikan kepada Tony, 5 juta dolar di sini, 10 juta dolar di sini, 5 juta dolar di sana,” kata Epstein. Namun, ia menyimpulkan, “Tony tidak mendapatkan 30 juta dolar setahun.”
Barak kemudian membalas dengan spekulasi serupa: “Mungkin dia menerima uang itu dan meninggalkan sebagian untuk orang lain, mungkin untuk beberapa penyedia layanan.” Epstein lantas menegaskan estimasinya: “Dia mendapatkan 10 juta dolar setahun.”
Respons dan Latar Belakang Tony Blair
Tony Blair pernah mengakui bahwa ia bertemu Epstein sekali di Downing Street selama masa jabatannya sebagai Perdana Menteri Inggris (1997-2007). Seorang juru bicara Blair menegaskan bahwa pertemuan itu terjadi “jauh sebelum kejahatan Epstein diketahui dan sebelum dia dihukum.”
Setelah meninggalkan jabatannya, Blair mendirikan firma konsultan “Tony Blair Associates” pada tahun 2009. The Guardian pernah melaporkan bahwa perusahaan tersebut menandatangani kesepakatan untuk memberi nasihat kepada pemerintah Kazakhstan pada tahun 2011. Blair menutup perusahaan konsultannya pada 2016 dan mendirikan Tony Blair Institute for Global Change, yang digambarkan sebagai organisasi nirlaba dan non-partisan.
Rekaman percakapan ini merupakan salah satu dari ribuan dokumen yang baru-baru ini dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat sebagai bagian dari rilis besar-besaran berkas penyelidikan terkait Epstein. Pelaku kejahatan seks yang meninggal secara misterius di sel tahanannya pada 2019 itu kembali menjadi sorotan publik dengan dibukanya arsip-arsip yang memuat interaksinya dengan berbagai tokoh berpengaruh dunia.
Dilansir dari: Al Jazeera





