TEHERAN/TEL AVIV, 15 Maret 2026 — Gelombang demi gelombang rudal Iran menghantam wilayah tengah dan selatan Israel pada Minggu dini hari, sementara ledakan dahsyat dilaporkan terjadi di ibu kota Iran, Teheran, dan Kota Shiraz. Pertukaran serangan ini menandai eskalasi dramatis dalam perang yang telah berlangsung selama dua minggu.
Kronologi serangan dimulai setelah tengah malam, ketika televisi Iran mengumumkan peluncuran gelombang rudal ke arah Eilat di wilayah pendudukan. Hanya dua jam setelah ledakan dilaporkan di Teheran dan Shiraz, koresponden Al Jazeera mengonfirmasi suara ledakan di Eilat akibat intersepsi rudal.
Serangan Bergelombang ke Jantung Israel
Sekitar pukul 03.00 dini hari waktu setempat, sirine berbunyi di wilayah luas di Israel tengah. Media Israel, termasuk Yedioth Ahronoth dan Channel 12, melaporkan bahwa ratusan pecahan rudal jatuh di berbagai lokasi, memicu kebakaran di Kota Ramla dan Holon. Dua orang dilaporkan terluka di Holon akibat pecahan rudal.
Situs berita Walla mengonfirmasi jatuhnya banyak pecahan rudal dan kebakaran di berbagai wilayah di Israel tengah. Koresponden Anadolu Agency di Tepi Barat juga melaporkan suara ledakan kuat berturut-turut yang bertepatan dengan hujan rudal dari Iran.
Pada pukul 06.00, sirine kembali berbunyi menyusul gelombang rudal baru dari Iran. Sirine juga dilaporkan berbunyi di Kota Aqaba, Yordania, yang berseberangan dengan Eilat. Channel 12 Israel melaporkan pecahan rudal jatuh di lima lokasi di Israel tengah, termasuk di sebuah moshav.
Setelah pukul 07.00, sirine berbunyi di wilayah Tel Aviv Raya tanpa peringatan sebelumnya. Rudal juga dilaporkan diluncurkan dari Lebanon ke arah Tel Aviv Raya, namun berhasil dicegat.
Klaim Iran dan AS
Media Iran melaporkan bahwa pertahanan udara mereka berhasil menghancurkan rudal jelajah Amerika yang menargetkan Provinsi Kohgiluyeh, serta menembak jatuh drone Orbiter 4 di Tabriz dan dua drone Hermes di Teheran dan Andimeshk.
Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa mereka terus melemahkan kemampuan militer Iran. Presiden AS Donald Trump, dalam pernyataannya pada Sabtu, mengklaim bahwa AS telah “mengalahkan Iran dan menghancurkannya secara militer dan ekonomi.”
Menurut perkiraan keamanan yang dikutip oleh surat kabar Haaretz, Iran telah meluncurkan sekitar 400 rudal balistik ke arah Israel sejauh ini.
Sejak 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran yang telah menewaskan ratusan orang, termasuk mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan sejumlah pejabat keamanan. Iran membalas dengan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan apa yang disebutnya sebagai “kepentingan Amerika” di kawasan, meskipun serangan ini juga telah merusak fasilitas sipil seperti bandara, pelabuhan, dan instalasi energi di beberapa negara.
Sumber: Al Jazeera





