BEIRUT, 13 Maret 2026 — Serangan udara Israel di Lebanon terus meningkat pada hari Jumat, dengan target yang kini meluas melampaui zona konflik tradisional. Untuk pertama kalinya, sebuah drone Israel menyerang sebuah apartemen di Lingkungan Al-Nabaah di pinggiran utara Beirut, sementara serangan lainnya menargetkan wilayah selatan dan timur, menewaskan sejumlah warga sipil.
Koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa serangan Israel tidak lagi terbatas pada “zona panas” seperti pinggiran selatan Beirut, Lebanon selatan, dan Lembah Bekaa. Serangan kini telah meluas ke wilayah-wilayah baru, termasuk pinggiran utara ibu kota.
Korban Sipil di Berbagai Wilayah
Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan pada Jumat pagi bahwa seorang wanita Lebanon tewas dan suaminya terluka dalam serangan Israel terhadap rumah mereka di Kota Abba, Provinsi Nabatieh, Lebanon selatan. Dalam insiden terpisah, seorang pejabat “Jamaah Islamiyah” Lebanon, Youssef al-Dahouk, terluka dan kedua putranya tewas dalam serangan terhadap sebuah apartemen di Daerah Bar Elias, Bekaa tengah.
Sebuah serangan drone Israel juga menargetkan sebuah mobil di Daerah Al-Janah, di pinggiran Beirut, menewaskan satu orang. Tidak ada pengumuman resmi segera mengenai korban serangan di Al-Nabaah.
Perintah Evakuasi Mencakup Wilayah Luas
Militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi baru yang luas pada Jumat pagi, memerintahkan warga di beberapa lingkungan di pinggiran selatan Beirut—termasuk Haret Hreik, Al-Ghubairi, Al-Laylaki, Al-Hadath, Burj al-Barajneh, Tahwitat al-Ghadir, dan Al-Shiyah—untuk segera mengungsi.
Pada hari Kamis, militer Israel telah memerintahkan evakuasi semua wilayah di selatan Sungai Al-Zahrani, yang membentang sepanjang sekitar 25 kilometer melalui Distrik Nabatieh dan Sidon, dan memindahkan penduduk ke utara sungai. Militer juga mengklaim telah menghancurkan Jembatan Al-Zarariyah di atas Sungai Litani, yang mereka tuduh sebagai jalur logistik Hizbullah.
Serangan Balasan Hizbullah
Hizbullah mengumumkan telah melancarkan tujuh serangan terhadap konsentrasi tentara Israel sejak Jumat dini hari. Target-target tersebut termasuk posisi militer di dekat desa perbatasan Lebanon, di dekat Penjara Al-Khayam di Lebanon selatan, dan di Permukiman “Kisara Kfar Giladi” di Israel utara. Serangan dilakukan dengan roket dan artileri.
Perang Meluas ke Lebanon
Sejak 2 Maret, konflik regional telah meluas hingga mencakup Lebanon secara signifikan. Gelombang serangan udara Israel sejauh ini telah menewaskan 687 orang di Lebanon, termasuk 98 anak-anak dan 52 wanita. Eskalasi ini dimulai setelah AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu respons luas dari Teheran dan sekutunya di kawasan, termasuk Hizbullah.
Dengan target yang kini meluas hingga ke jantung kota dan perintah evakuasi yang mencakup wilayah semakin luas, Lebanon terperosok lebih dalam ke dalam pusaran perang regional yang tak kunjung mereda.
Sumber: Al Jazeera





