Pada hari ke-13 perang Israel-Amerika melawan Iran, koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa Israel sedang menghadapi serangan rudal serentak dan terkoordinasi dari Iran dan Lebanon selatan yang mengakibatkan sejumlah orang dan bangunan terluka di Israel utara. Menyusul serangan terkoordinasi ini, tentara Israel melancarkan serangan berturut-turut dan dahsyat ke pinggiran selatan Beirut dan ke wilayah-wilayah di Lebanon selatan.
Radio tentara Israel menyebutkan bahwa Hizbullah Lebanon meluncurkan 100 rudal sekaligus ke arah Israel utara. Hal ini bertepatan dengan pernyataan Hizbullah yang mengumumkan dimulainya operasi “pemboman yang telah dijanjikan.”
Di sisi lain, Saluran 12 Israel mengutip pernyataan seorang pejabat Israel bahwa kecenderungannya adalah memperluas operasi di Lebanon secara signifikan.
Dalam konteks terkait, Direktur Jenderal Perusahaan Umum Pelabuhan Irak, Farhan Al-Fartusi, mengatakan bahwa dua kapal tanker asing yang membawa bahan bakar Irak menjadi sasaran serangan tak dikenal di dalam perairan teritorial Irak, yang menyebabkan kebakaran di kedua kapal tersebut.
Ia menambahkan kepada kantor berita Reuters bahwa Irak telah mengevakuasi seluruh 25 awak kapal dari kedua kapal tersebut, dan kebakaran masih terus berlangsung.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kepada situs Axios bahwa Amerika Serikat tidak memiliki banyak target tersisa lagi di dalam Iran, seraya menambahkan bahwa perang dengan Teheran akan segera berakhir.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa mereka setiap hari terus melancarkan serangan yang menargetkan kemampuan rudal balistik dan drone Iran. Mereka juga menyebutkan telah menghancurkan kapal terakhir dari kelas “Soleimani” dan menyerang lebih dari 5.500 target di dalam Iran.
Sumber: Al Jazeera





