GAZA, 11 Februari 2026 — Tentara Israel kembali melancarkan serangan udara dan tembakan artileri di beberapa wilayah Jalur Gaza, dalam pelanggaran baru terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku. Eskalasi ini terjadi bersamaan dengan peringatan keras dari Gerakan Hamas tentang ambisi Israel di wilayah tersebut.
Menurut laporan dari sumber-sumber lapangan dan media Palestina, serangan Israel terkonsentrasi di area-area tertentu di Gaza. Sementara itu, juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengeluarkan pernyataan mengecam yang menuduh pemerintah Israel, di bawah pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, memiliki “mimpi perluasan dan penaklukan yang berbahaya.”
Konteks Gencatan Senjata yang Rapuh
Serangan ini merupakan bagian dari rangkaian pelanggaran harian yang dilakukan Israel terhadap gencatan senjata yang mulai berlaku pada Oktober 2025. Sejak gencatan senjata diberlakukan, ratusan warga Palestina telah dilaporkan tewas akibat berbagai insiden dan serangan.
Hamas, yang menguasai Gaza, menegaskan bahwa agresi Israel yang terus-menerus membuktikan niat sebenarnya untuk melanjutkan pendudukan dan merusak setiap upaya menuju perdamaian yang berkelanjutan. Mereka menyebut serangan terbaru sebagai upaya untuk menciptakan “kenyataan baru di lapangan” sebelum kemungkinan pembicaraan politik lebih lanjut.
Peringatan Hamas dan Kondisi Kemanusiaan
Dalam pernyataannya, Qassem memperingatkan bahwa ambisi ekspansionis Netanyahu tidak hanya mengancam Gaza, tetapi juga stabilitas kawasan yang lebih luas. Ia menyerukan komunitas internasional untuk tidak hanya mengutuk, tetapi mengambil tindakan nyata untuk menghentikan apa yang disebutnya sebagai “kejahatan perang” Israel.
Situasi kemanusiaan di Gaza tetap sangat genting. Meskipun ada gencatan senjata, pembatasan ketat Israel atas masuknya bantuan kemanusiaan, bahan bakar, dan suku cadang penting terus berlanjut, menghambat upaya rekonstruksi setelah lebih dari dua tahun konflik yang menghancurkan sebagian besar infrastruktur sipil.
Tekanan Internasional dan Prospek Kedepan
Pelanggaran berulang Israel telah memicu kecaman dari berbagai negara dan organisasi internasional. Namun, tekanan ini sejauh ini belum berhasil menghentikan siklus kekerasan. Dunia internasional terus mendesak semua pihak untuk sepenuhnya menghormati gencatan senjata dan kembali ke jalur diplomasi.
Dengan serangan yang masih berlanjut dan retorika yang memanas dari kedua belah pihak, prospek untuk stabilitas jangka panjang dan solusi politik yang komprehensif bagi konflik Israel-Palestina tetap tidak pasti dan penuh tantangan.
Dilansir dari : Al Jazeera





