TEHERAN, 17 Maret 2026 — Medan perang regional yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat memasuki fase baru dengan menurunnya secara signifikan serangan rudal Iran ke Israel dalam 24 jam terakhir. Para pengamat militer dan politik berspekulasi apakah penurunan ini akibat kerusakan infrastruktur militer atau justru pertanda perubahan strategi perang yang lebih besar.
Koresponden Al Jazeera di Teheran, Nour al-Din al-Daghir, melaporkan bahwa serangan Iran dalam kerangka Operasi “Janji Sejati 4” mengalami penurunan drastis antara Minggu malam dan Senin. Hanya dua gelombang serangan rudal yang tercatat, masing-masing diumumkan sebagai gelombang ke-55 dan ke-56 dari operasi tersebut. Sebagai perbandingan, dalam beberapa hari sebelumnya, Iran meluncurkan antara 5 hingga 10 gelombang serangan rudal setiap harinya.
Dua Skenario: Kerusakan Fisik atau Perubahan Taktik?
Penurunan tajam ini memicu dua hipotesis utama di kalangan analis:
Dampak Serangan Balasan: Beberapa analis militer menghubungkan penurunan ini dengan serangan balasan AS-Israel terhadap situs-situs di dalam Iran dalam beberapa hari terakhir. Serangan tersebut mungkin telah merusak kemampuan peluncuran rudal Iran, sebuah skenario yang dianggap masuk akal dalam logika militer.
Perubahan Strategi: Di sisi lain, pengamat di dalam Iran berpendapat bahwa penurunan ini mungkin terkait dengan perubahan sifat operasi militer, membuka jalan bagi front lain untuk memasuki konflik. Dalam pandangan ini, pertempuran yang membentang dari Iran, melalui Irak, hingga Lebanon dipandang oleh Teheran sebagai satu front terpadu. Peran dapat didistribusikan di antara para aktor di front ini dengan tujuan melelahkan pihak Israel.
Sumber-sumber terpercaya di kalangan militer Iran mengindikasikan adanya persiapan untuk operasi yang mungkin lebih intens di fase mendatang, dengan kemungkinan memperluas target hingga mencakup apa yang disebut sebagai “aset-aset” — merujuk pada target yang lebih sensitif atau strategis.
Manuver Diplomatik: Pesan ke Dunia Arab
Sejalan dengan perkembangan militer, Teheran juga bergerak di jalur politik dalam upaya menahan dampak eskalasi terhadap hubungan regionalnya.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, mengirimkan pesan berjudul “Pesan kepada Dunia Islam,” yang menurut para pengamat terutama ditujukan kepada negara-negara Arab dan kawasan. Pesan ini dianggap mencerminkan tingkat kekhawatiran di Teheran tentang reaksi Arab terhadap serangan Iran baru-baru ini di kawasan dan potensi dampaknya terhadap hubungan Iran dengan negara-negara tetangga.
Tujuan pesan tersebut, menurut para analis, adalah untuk meyakinkan negara-negara kawasan bahwa operasi militer Iran tidak menargetkan mereka secara langsung, dalam upaya menahan ketegangan dan membangun kembali kepercayaan. Langkah ini dipandang sebagai upaya Iran untuk mempersiapkan landasan bagi periode pascaperang dan mempertahankan saluran komunikasi dengan negara-negara kawasan di tengah meningkatnya ketegangan militer.
Dengan intensitas rudal yang menurun namun ancaman strategis yang tetap tinggi, dan pesan diplomatik yang dikirim ke tetangga, Iran tampaknya sedang menghitung ulang langkahnya dalam perang yang belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.
Sumber: Al Jazeera





